Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Acer pseudoplatanus

Acer pseudoplatanus

Belum ada nama umum tercatat

LCRisiko Rendah
Pohon dewasa Acer pseudoplatanus dengan tajuk lebar berbentuk kubah, daun berlekuk lima yang lebar, dan buah bersayap ganda (samara) menggantung di ranting.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

Sekilas

Dikenal karena
HutanPohon
Klasifikasi
Filum
Tracheophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Sapindales
Famili
Sapindaceae
Genus
Acer
Spesies
Acer pseudoplatanus

Meskipun akarnya tertanam kuat di hutan-hutan Eropa Tengah dan Asia Barat, Acer pseudoplatanus justru dikenal luas di benua-benua lain seperti Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru sebagai gulma lingkungan yang invasif dan menggeser vegetasi asli.

Secara taksonomi, spesies ini merupakan pohon meranggas berdaun lebar dari famili Sapindaceae, ordo Sapindales, yang tumbuh alami di Eropa Tengah dan Asia Barat. Oleh IUCN, statusnya dinilai Risiko Rendah (Least Concern), menandakan populasinya masih aman secara global.

Yang membuat pohon ini menarik untuk dipelajari bukan hanya ketahanannya terhadap angin, polusi kota, dan semburan garam, melainkan juga jejaknya dalam mitologi kuno serta perannya yang ganda: penyedia kayu bernilai tinggi di satu sisi, dan ancaman bagi ekosistem asli di sisi lain.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mudah dikenali dari Acer pseudoplatanus adalah buah bersayapnya (samara) yang kedua sayapnya membentuk sudut hampir siku-siku satu sama lain, berbeda dari A. platanoides dan A. campestre yang sayapnya hampir berhadapan, serta dari A. saccharum yang sayapnya hampir sejajar. Setiap biji berdiameter 5 sampai 10 milimeter, dengan sayap sepanjang 20 hingga 40 milimeter yang membuatnya berputar saat jatuh sehingga angin dapat membawanya lebih jauh dari pohon induk.

Pohon dewasa dapat mencapai tinggi 20 hingga 35 meter dengan tajuk lebar berbentuk kubah. Kulit kayu pohon muda halus dan berwarna abu-abu, namun seiring usia mengelupas menjadi sisik-sisik kasar yang memperlihatkan kulit dalam berwarna cokelat pucat kemerahan. Tunasnya tersusun berhadapan, berbentuk bulat telur dan meruncing, dengan sisik tunas hijau bertepi cokelat tua.

Daunnya berhadapan, berukuran 10 sampai 25 sentimeter, berbentuk palmate dengan lima cuping runcing bertepi kasar bergerigi. Teksturnya agak kaku dengan tulang daun yang menonjol di sisi bawah, berwarna hijau tua di atas dan lebih pucat di bawah; beberapa kultivar memiliki daun keunguan atau kekuningan. Bunga berwarna hijau-kuning muncul setelah daun, pada bulan Mei atau Juni di Kepulauan Britania, tersusun dalam tandan menggantung sepanjang 10 sampai 20 sentimeter yang berisi 60 hingga 100 kuntum bunga.

Spesies ini dapat berhibridisasi dengan kerabat dekat dalam seksi Acer yang sama, termasuk A. heldreichii dan A. velutinum di wilayah yang tumpang tindih, bahkan dengan A. griseum dari seksi berbeda; hibrida terakhir ini menghasilkan daun dengan cuping dasar yang mengecil sehingga tampak hampir bertiga (trifoliate).

Distribusi dan Habitat

Acer pseudoplatanus berasal dari Eropa tengah dan timur serta Asia Barat, dengan wilayah alami yang mencakup negara-negara seperti Albania, Austria, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Rumania, Spanyol, Swiss, dan Rusia bagian selatan. Di wilayah asalnya, pohon ini tumbuh di hutan dan pagar tanaman (hedgerow), sering menjadi bagian dari hutan campuran birch, beech, dan fir.

Pohon ini kemudian diperkenalkan secara luas ke luar wilayah asalnya sebagai pohon hias untuk taman kota, jalan, dan pekarangan, termasuk ke Kepulauan Britania sejak sekitar tahun 1500, Skandinavia hingga Tromsø di Norwegia, serta ke Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Chili, Madeira, dan Azores. Toleransinya terhadap angin, polusi udara perkotaan, semburan garam, dan suhu musim panas yang rendah membuatnya mudah beradaptasi di berbagai habitat, bahkan di taman kota dan kawasan pesisir tempat pohon asli tumbuh kerdil.

Namun penyebarannya yang luas juga membawa masalah: di Selandia Baru, Norwegia, dan beberapa lokasi sensitif di Inggris, pohon ini dianggap invasif. Di Australia, ia menjadi gulma lingkungan di kawasan seperti Yarra Ranges dan Dandenong Ranges, sementara Departemen Pertanian Amerika Serikat mencatatnya sebagai spesies invasif yang telah naturalisasi di empat belas negara bagian.

Data pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan tajam antara Mei hingga Agustus dengan puncak pada bulan Juli, pola yang kemungkinan mencerminkan meningkatnya keterlihatan pohon saat berbunga dan berdaun lebat, bukan indikasi jumlah populasi sesungguhnya.

Peta catatan keberadaan Acer pseudoplatanus
Lokasi tercatat · GBIF
180.113
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Ekologi dan Hubungan

Di habitat aslinya, Acer pseudoplatanus menjadi bagian alami hutan campuran birch, beech, dan fir, namun sifatnya yang mudah menyebar membuatnya cepat menginvasi lahan terganggu seperti perkebunan hutan, lahan pertanian terbengkalai, tepi rel kereta, dan jalan raya. Di Selandia Baru ia merambah padang rumput tussock dataran tinggi, sementara di Madeira dan Portugal introduksinya berpotensi merusak hutan laurel dan mengancam anggrek endemik langka, Dactylorhiza foliosa.

Akarnya membentuk asosiasi mikoriza yang sangat spesifik dengan fungi Glomus hoi, yang membantu penyerapan fosfor dari tanah tempat tumbuhnya paling baik: tanah subur dan sedikit berkapur, meski ia menghindari tanah lempung berat. Bunga-bunganya yang kaya nektar dan serbuk sari menarik lebah dan serangga penyerbuk lain, sementara bijinya menjadi makanan bagi mamalia kecil seperti tikus vol dan berbagai burung.

Daunnya menjadi sumber makanan larva beberapa ngengat, termasuk ngengat sycamore (Acronicta aceris), serta menarik kutu daun yang pada gilirannya memikat kumbang kepik dan lalat terbang pemangsa. Pohon ini juga rentan terhadap sejumlah penyakit, termasuk penyakit kulit kayu berjelaga akibat fungi Cryptostroma corticale yang dapat mematikan cabang, serta bintik tar (Rhytisma acerinum) yang menimbulkan bercak hitam bertepi kuning pada daun tanpa banyak mengurangi vitalitas pohon.

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia

Dalam mitologi kuno, Acer pseudoplatanus dikaitkan dengan kesuburan, cinta, perlindungan, dan hal sakral. Bangsa Yunani kuno menghubungkannya dengan Dewi Hera sebagai simbol pernikahan dan kelahiran, sementara dalam mitologi Norse pohon ini dikaitkan dengan Freya, dewi cinta, kesuburan, dan perang; pohon maple secara umum juga dikaitkan dengan Ares, dewa perang, kemungkinan karena bentuk daunnya yang bercuping tajam, dan dengan Phobos, dewa ketakutan.

Secara praktis, kayunya yang putih atau krem, berbutir halus, dan mengeras seiring waktu menjadi bahan populer untuk instrumen musik seperti biola dan gitar flamenco, terutama varian berbutir bergelombang yang dikenal sebagai 'rippled sycamore' untuk veneer dekoratif. Kayu ini juga digunakan untuk furnitur, lantai kayu, peralatan dapur seperti sendok dan papan potong karena tidak meninggalkan noda, serta kotak halus tradisional di Skotlandia. Pohon ini dapat dipangkas (coppicing) untuk menghasilkan tiang kayu kecil dengan cepat.

Sebagai pohon hias, ia banyak ditanam di taman kota, tepi jalan, dan kawasan pesisir sebagai penahan angin karena toleransinya terhadap polusi dan semburan garam; kultivar 'Brilliantissimum' dengan daun muda berwarna merah jambu bahkan mendapat Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society. Nektar bunganya diolah lebah menjadi madu beraroma khas, dan getahnya yang mengalir deras di musim semi dapat disadap untuk dibuat sirup atau minuman, mirip sirup maple.

Fakta Menarik

  1. Nama pohon ini berbeda antar wilayah berbahasa Inggris: disebut 'sycamore' di Kepulauan Britania dan 'sycamore maple' di Amerika Serikat, meski keduanya merujuk pada spesies yang sama, Acer pseudoplatanus.
  2. Secara genetik, spesies ini bersifat tetraploid dengan empat set kromosom (2n=52), berbeda dari kerabatnya A. campestre dan A. platanoides yang hanya memiliki dua set kromosom (2n=26).
  3. Di Skotlandia, pohon ini pernah menjadi pilihan utama untuk tiang gantungan karena cabang-cabang bawahnya jarang patah meski menahan beban berat.
  4. Bijinya berkecambah serempak dalam jumlah besar setiap musim semi, sehingga tanah di bawah pohon induk hampir tidak menyimpan cadangan biji untuk tahun-tahun berikutnya.
  5. Tunas pangkasan pohon ini tumbuh sangat cepat, mencapai panjang hingga 1,3 meter hanya dalam satu tahun setelah dipotong.

Status konservasi

  1. LC
  2. NT
  3. VU
  4. EN
  5. CR

Risiko Rendah

Ekologi

Habitat

  • Hutan

Bentuk pertumbuhan

  • Pohon

Foto

20 foto
1 / 20
Pohon dewasa Acer pseudoplatanus dengan tajuk lebar berbentuk kubah, daun berlekuk lima yang lebar, dan buah bersayap ganda (samara) menggantung di ranting.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipediaEncyclopedia of Life