Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Amborella trichopoda

Amborella trichopoda

Belum ada nama umum tercatat

LCRisiko Rendah
Semak kecil dengan daun hijau bergerigi dan bunga putih krem kecil tersusun di ketiak daun, tumbuh di lantai hutan lembapFoto: naturewatchwidow, CC BY

Sekilas

Dikenal karena
HutanSemak
Klasifikasi
Filum
Tracheophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Amborellales
Famili
Amborellaceae
Genus
Amborella
Spesies
Amborella trichopoda

Amborella trichopoda dianggap sebagai tumbuhan berbunga paling primitif yang masih hidup saat ini, dan analisis filogenetika molekuler secara konsisten menempatkannya sebagai kerabat terdekat dari seluruh tumbuhan berbunga (angiosperma) lain di Bumi.

Spesies ini berupa semak atau pohon kecil yang tumbuh di lantai hutan, hanya ditemukan di Grande Terre, pulau utama Kaledonia Baru di Pasifik barat daya. Status konservasinya menurut IUCN adalah Risiko Rendah (Least Concern).

Amborella adalah satu-satunya anggota famili Amborellaceae dan ordo Amborellales, sehingga menjadikannya rujukan penting bagi ahli sistematika tumbuhan untuk memahami bagaimana bunga pertama kali berevolusi.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling khas dari Amborella trichopoda adalah jaringan xilemnya yang hanya terdiri dari trakeid tanpa elemen pembuluh (vessel element), sebuah sifat yang dianggap primitif dan jarang ditemukan pada tumbuhan berbunga modern.

Tumbuhan ini berupa semak merambat atau pohon kecil yang dapat mencapai tinggi 8 meter. Daunnya tunggal, berselang-seling dalam dua deret, berwarna hijau sepanjang tahun (evergreen), tanpa stipula, dengan tepi bergerigi atau berombak, dan panjang sekitar 8 hingga 10 sentimeter.

Spesies ini bersifat dioecious—setiap tumbuhan hanya menghasilkan bunga jantan (dengan benang sari fungsional) atau bunga betina (dengan putik fungsional), tidak pernah keduanya sekaligus. Bunga jantan berukuran sekitar 4-5 mm dengan 6 hingga 15 tepal dan 10 hingga 21 benang sari tersusun spiral, sedangkan bunga betina berukuran 3-4 mm dengan 7-8 tepal dan memiliki staminodia—struktur mirip benang sari yang tidak menghasilkan serbuk sari. Bunga-bunga kecil berwarna putih krem ini tersusun dalam perbungaan majemuk (cyme) di ketiak daun.

Buahnya berupa drupa oval berwarna merah, panjang sekitar 5 hingga 7 milimeter dan lebar 5 milimeter, dengan kulit tipis seperti kertas yang membungkus lapisan berdaging berisi cairan merah. Sisa kepala putik masih dapat terlihat di ujung buah, menjadi penanda tambahan untuk mengenali spesies ini.

Distribusi dan Habitat

Amborella trichopoda bersifat endemik dan hanya ditemukan di Grande Terre, pulau utama Kaledonia Baru di Pasifik barat daya, tempat ia tumbuh sebagai tumbuhan bawah (understory) di lantai hutan.

Data observasi bulanan dari GBIF menunjukkan jumlah pengamatan tertinggi pada bulan November (133 catatan) dan cukup tinggi pula pada Maret-April (85-98 catatan), dibandingkan bulan-bulan lain yang berkisar 16 hingga 64 catatan. Perlu dicatat bahwa data ini hanya mencerminkan keberadaan (presence) berdasarkan catatan pengamatan, bukan kelimpahan populasi atau gambaran lengkap wilayah persebarannya, sehingga pola musiman ini sebaiknya ditafsirkan secara hati-hati.

Peta catatan keberadaan Amborella trichopoda
Lokasi tercatat · GBIF
133
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia

Bagi masyarakat Kaledonia Baru, Amborella trichopoda memiliki makna budaya selain nilai ilmiahnya. Tumbuhan ini digunakan dalam pengobatan tradisional dan dipandang sebagai simbol warisan budaya setempat, menjadikan kelestariannya penting tidak hanya bagi sains tetapi juga bagi identitas budaya masyarakat setempat.

Konservasi dan Ancaman

Status konservasi Amborella trichopoda menurut IUCN adalah Risiko Rendah (Least Concern), yang berarti spesies ini belum terancam kepunahan dalam waktu dekat.

Meski demikian, Kaledonia Baru sebagai wilayah hotspot keanekaragaman hayati yang menyimpan banyak garis keturunan tumbuhan purba, termasuk Amborella, kini menghadapi sejumlah ancaman terhadap habitatnya: kebakaran, pertambangan, pertanian, invasi spesies asing, urbanisasi, dan pemanasan global. Stabilitas iklim wilayah ini sejak periode Tersier (66 hingga 3 juta tahun lalu) selama ini memungkinkan hutan tropisnya tetap bertahan, berbeda dengan Australia yang mengalami kondisi kekeringan menjelang akhir Tersier.

Para ahli menekankan pentingnya strategi konservasi yang menyasar spesies relik seperti Amborella, mencakup pelestarian keragaman habitat di Kaledonia Baru maupun konservasi ex situ melalui penanaman di luar habitat aslinya.

Status konservasi

  1. LC
  2. NT
  3. VU
  4. EN
  5. CR

Risiko Rendah

Fakta Menarik

  1. Amborella trichopoda adalah satu-satunya spesies dalam genusnya, satu-satunya genus dalam famili Amborellaceae, dan satu-satunya famili dalam ordo Amborellales.
  2. Tumbuhan ini memiliki sistem penyerbukan campuran, mengandalkan baik serangga maupun angin untuk membawa serbuk sarinya.
  3. Meski bersifat dioecious, sifat kelamin bunganya tidak selalu tetap: dalam satu penelitian, dari tujuh stek yang diambil dari tumbuhan jantan, tiga di antaranya justru menghasilkan bunga betina pada masa berbunga kedua.
  4. Jaringan xilemnya hanya terdiri dari trakeid tanpa elemen pembuluh, sebuah ciri yang selama ini dianggap sebagai sifat primitif pada tumbuhan berbunga.
  5. Ordo Amborellales dianggap sebagai cabang tertua yang bercabang paling awal dalam pohon evolusi tumbuhan berbunga yang masih hidup hingga kini.

Ekologi

Habitat

  • Hutan

Bentuk pertumbuhan

  • Semak

Foto

15 foto
1 / 15
Semak kecil dengan daun hijau bergerigi dan bunga putih krem kecil tersusun di ketiak daun, tumbuh di lantai hutan lembapFoto: naturewatchwidow, CC BY

SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipedia