Dafnah (Laurus nobilis) adalah pohon atau semak besar yang selalu hijau, dengan daun hijau mengilap dan halus tanpa bulu, serta dikenal luas karena daunnya yang digunakan sebagai bumbu dapur berupa daun salam Mediterania.
Tumbuhan dari famili Lauraceae ini berasal dari kawasan Mediterania dan kini berstatus konservasi Risiko Rendah menurut IUCN. Selain nilai kulinernya, dafnah menempati posisi penting dalam budaya Yunani-Romawi klasik, menjadikannya salah satu tumbuhan dengan jejak sejarah dan simbolisme yang panjang.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari dafnah adalah daunnya yang halus tanpa bulu (glabrous), berbentuk lonjong dengan tepi rata, kadang sedikit berombak, berukuran sekitar 6 hingga 12 sentimeter panjang dan 2 hingga 4 sentimeter lebar.
Sebagai semak atau pohon kecil yang selalu hijau, dafnah memiliki ukuran yang sangat bervariasi, kadang mencapai tinggi 7 hingga 18 meter, meski catatan lain menyebutkan bisa mencapai 20 meter dengan batang setebal 1 meter.
Pohon ini bersifat dioecious, artinya bunga jantan dan bunga betina tumbuh pada pohon yang berbeda. Bunganya berwarna hijau kekuningan pucat, berdiameter sekitar 1 sentimeter, dan tumbuh berpasangan di dekat daun. Buahnya berupa buah batu kecil mengilap berwarna hitam, panjangnya sekitar 1 sentimeter, dan berisi satu biji.
Genus Laurus mencakup tiga spesies yang diakui, dan ciri-ciri pembeda di antara mereka sering kali tumpang tindih, sehingga identifikasi yang tepat perlu memperhatikan kombinasi ciri daun, bunga, dan buah secara bersamaan.
Distribusi dan Habitat
Dafnah berasal dari kawasan Mediterania dan kini tersebar luas di wilayah tersebut, tumbuh sebagai peninggalan hidup dari hutan laurel yang dahulu menutupi sebagian besar kawasan Mediterania saat iklimnya masih lebih lembap.
Catatan pengamatan bulanan menunjukkan jumlah pengamatan yang lebih tinggi pada musim semi, terutama sekitar bulan April, dibandingkan bulan-bulan lain dalam setahun, meski data ini hanya mencatat keberadaan dan bukan gambaran kelimpahan atau populasi sesungguhnya.
Pola ini bisa mengindikasikan periode kehadiran yang lebih menonjol pada musim tersebut, namun tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan jumlah populasi atau batas wilayah persebaran yang lengkap.

Ekologi dan Hubungan
Dafnah merupakan peninggalan hidup dari hutan laurel yang dahulu menutupi sebagian besar kawasan Mediterania ketika iklim di wilayah itu masih jauh lebih lembap.
Seiring pengeringan kawasan Mediterania pada era Pliosen, hutan-hutan laurel tersebut secara bertahap menyusut dan digantikan oleh komunitas tumbuhan sklerofil yang lebih tahan kekeringan, seperti yang kita kenal sekarang.
Sebagian besar hutan laurel terakhir di sekitar Mediterania diperkirakan telah lenyap sekitar sepuluh ribu tahun lalu, meski beberapa sisa-sisanya masih bertahan di pegunungan Turki selatan, Suriah utara, Spanyol selatan, Portugal tengah-utara, Maroko utara, Kepulauan Canary, dan Madeira.
Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia
Daun dafnah telah digunakan manusia sejak lama, dengan bukti pemakaian awal ditemukan di Ashkelon, wilayah Israel modern, yang berasal dari abad ke-7 SM pada masa Yudea/Asyur.
Di Yunani kuno, tumbuhan ini dinamai dari Daphne, tokoh penting dalam mitologi Yunani yang dicintai oleh dewa Apollo. Menurut kisahnya, Gaia sang Ibu Bumi memindahkan Daphne ke Kreta dan meninggalkan sebatang pohon dafnah sebagai penggantinya, lalu Apollo membuat mahkota dari dedaunannya. Sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, daun dafnah telah dipakai untuk 'memahkotai' kepala para penyair, atlet, dan prajurit berjasa sebagai simbol penghormatan.
Saat ini dafnah banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias di kawasan beriklim Mediterania atau oseanik, serta sebagai tanaman dalam ruangan atau rumah kaca di wilayah beriklim lebih dingin. Tumbuhan ini sering dibentuk melalui teknik topiary menjadi batang tegak tunggal dengan mahkota berbentuk bola, kotak, atau berpilin, dan juga digunakan sebagai pagar rendah, meski pertumbuhannya lambat dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai ukuran yang diinginkan.
Fakta Menarik
- Nama dafnah dalam mitologi Yunani berasal dari kisah naiad Daphne dan dewa Apollo, sebagaimana diceritakan oleh Ovid dalam karyanya Metamorphoses.
- Kisah tersebut bermula dari ejekan Apollo terhadap Eros (yang dalam bahasa Latin disebut Cupid), yang kemudian memicu rangkaian peristiwa mitologis yang berujung pada terciptanya pohon dafnah.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Umut Nuri Erdoğan via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jose Gutierrez Higa via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Colin Meurk via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Aubin NORMAND via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by kardelen via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by etrusko25 via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Alice Shanks via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Louis Aureglia via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Bentuk pertumbuhan
- Pohon
Klasifikasi
- Filum
- Tracheophyta
- Kelas
- Magnoliopsida
- Ordo
- Laurales
- Famili
- Lauraceae
- Genus
- Laurus
- Spesies
- Laurus nobilis
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract



