Di Eropa, Dryopteris filix-mas termasuk salah satu paku yang paling mudah dijumpai di lantai hutan, tetapi di Amerika Utara jenis yang sama justru jauh lebih jarang ditemukan.
Dryopteris filix-mas adalah tumbuhan paku dari famili Dryopteridaceae, ordo Polypodiales, yang termasuk dalam kelas Polypodiopsida. Spesies ini menyukai area lembap dan ternaungi di bawah tajuk hutan, tetapi juga tumbuh di tebing pagar, bebatuan, dan lereng berbatu lepas. Di batas utara wilayah persebarannya, paku ini justru lebih menyukai lokasi terbuka yang cerah dan berdrainase baik.
Kemampuannya beradaptasi pada rentang habitat yang cukup luas, dari hutan lembap hingga lereng berbatu kering, menjadikan spesies ini salah satu paku paling tersebar di belahan bumi utara beriklim sedang.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Dryopteris filix-mas adalah daunnya yang tumbuh tegak dari satu tunggul akar (crown) tunggal, bersifat semi-evergreen, dan dapat mencapai panjang maksimum 150 cm.
Daunnya berbentuk bipinnate (menyirip ganda) dengan 20 hingga 35 pasang pinna di setiap sisi tulang daun (rachis). Helai daun meruncing di kedua ujungnya, dengan pinna bagian dasar hanya sekitar separuh panjang pinna di bagian tengah. Pinula (anak daun) berbentuk agak tumpul dengan lekukan yang rata di sekeliling tepinya.
Tangkai daunnya diselimuti sisik berwarna cokelat oranye. Pada permukaan bawah (abaxial) helai daun dewasa terdapat lima hingga enam sorus yang tersusun dalam dua baris. Spora matang antara bulan Agustus hingga November, ditandai dengan indusium yang mulai mengerut sebelum akhirnya melepaskan spora.
Spesies ini mudah melakukan hibridisasi dengan Dryopteris affinis (scaly male fern) dan Dryopteris oreades (mountain male fern), sehingga individu peralihan dengan ciri campuran cukup sering ditemukan di alam.
Distribusi dan Habitat
Dryopteris filix-mas tumbuh di hutan lebat dan lereng talus di atas batuan kapur, misalnya di bagian timur laut Amerika Utara, serta di hutan terbuka di antara bongkahan batu dan talus granit atau batuan igneus di Pegunungan Rocky. Spesies ini ditemukan pada ketinggian antara 200 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut.
Secara umum, paku ini tersebar di kawasan beriklim sedang belahan bumi utara, meliputi sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara, dengan preferensi habitat yang lembap dan ternaungi.
Data observasi bulanan menunjukkan jumlah pengamatan meningkat tajam mulai April, mencapai puncaknya pada Juni dan Juli (masing-masing sekitar 127.000 dan 132.000 pengamatan), sebelum menurun kembali pada Agustus dan seterusnya hingga titik terendah di musim dingin. Pola ini kemungkinan besar mencerminkan musim pertumbuhan dan aktivitas pengamat yang lebih tinggi pada musim semi hingga pertengahan musim panas, bukan gambaran kelimpahan populasi maupun batas wilayah persebaran yang lengkap, karena data ini hanya mencatat kehadiran, bukan jumlah populasi sesungguhnya.

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia
Dryopteris filix-mas memiliki sejarah panjang sebagai tumbuhan obat, dan rimpangnya secara tradisional dimanfaatkan dalam pengobatan meskipun mengandung senyawa beracun.
Di luar penggunaan tradisionalnya, spesies ini juga populer sebagai tanaman hias. Beberapa kultivarnya bahkan telah meraih Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society, antara lain 'Crispa Cristata', 'Cristata', 'Grandiceps Wills', dan 'Linearis Polydactyla', yang banyak ditanam di taman-taman beriklim sedang karena bentuk daunnya yang khas.
Fakta Menarik
- Dalam beberapa tradisi Eropa, pengumpulan spora paku ini pada malam Tengah Musim Panas (Midsummer) dipercaya membawa keberuntungan dan bahkan diyakini dapat membantu mengungkap harta tersembunyi.
- Kultivar hias dari spesies ini beragam bentuknya, mulai dari daun keriting hingga bercabang seperti jambul, yang menunjukkan variasi genetik cukup besar dalam satu spesies paku liar.
Ekologi
Habitat
- Hutan
- Kawasan Berhutan
- Gunung
Bentuk pertumbuhan
- Pakis



