Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Ngengat lada

Biston betularia

Ngengat ini dikenal luas sebagai contoh klasik dalam ilmu genetika populasi dan seleksi alam, karena perubahan warna sayapnya yang berkaitan dengan lingkungan berpolusi.

Spesies ini adalah ngengat malam dari famili Geometridae, tersebar luas di wilayah beriklim sedang di belahan bumi utara. Keunikan pola sayapnya yang dapat berubah membuat spesies ini terus menarik perhatian para peneliti dan pencinta alam.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling khas dari ngengat ini adalah sayapnya yang berwarna putih dengan bercak-bercak hitam menyerupai taburan lada, disertai garis-garis melintang gelap yang lebih atau kurang jelas. Lebar sayapnya berkisar antara 45 hingga 62 mm, dengan nilai tengah sekitar 55 milimeter.

Tubuhnya tergolong agak gemuk untuk ukuran ngengat, sementara sayap depannya relatif sempit dan memanjang. Intensitas bercak hitam sangat bervariasi antarindividu: ada yang hampir tanpa bercak, sementara yang lain memiliki bercak sangat padat hingga sayapnya terlihat hitam dengan titik-titik putih.

Dalam kasus yang sangat jarang, pola bercak dan garis ini bisa berwarna abu-abu atau cokelat, bahkan kadang merupakan kombinasi cokelat dengan hitam atau abu-abu. Jantan dapat dibedakan dari betina melalui antenanya yang berbentuk bipektinat kuat, menyerupai sisir ganda.

Distribusi dan Habitat

Spesies ini tersebar luas di hutan gugur dan hutan campuran, taman, serta semak belukar, dan sering pula dijumpai di pagar hidup, taman kota, kebun, bahkan kawasan perkotaan.

Wilayah persebarannya mencakup banyak kawasan di Tiongkok (termasuk Heilongjiang, Jilin, Inner Mongolia, Beijing, Hebei, dan beberapa provinsi lain), Rusia, Mongolia, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Nepal, Kazakhstan, Kirgizstan, Turkmenistan, Georgia, Azerbaijan, Armenia, serta kawasan luas di Eropa dan Amerika Utara.

Data pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan jumlah pengamatan pada bulan-bulan pertengahan tahun, terutama menjelang musim panas, yang mengindikasikan periode kemunculan dewasa yang lebih aktif secara musiman, meski data semacam ini hanya mencatat kehadiran, bukan jumlah populasi sebenarnya.

Peta catatan keberadaan Biston betularia
Lokasi tercatat · GBIF
126.748
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Perilaku dan Gaya Hidup

Pada siang hari, ngengat ini menghabiskan waktu bersembunyi dari predator, terutama burung, baik sendirian maupun saat sepasang individu kawin. Jantan akan tetap bersama betina untuk memastikan dirinyalah yang membuahi telur.

Ngengat ini umumnya beristirahat di bagian atas pohon, pada posisi yang tidak terlalu terbuka. Tiga jenis tempat yang paling sering digunakan adalah beberapa sentimeter di bawah pertemuan cabang dan batang pohon yang ternaungi, di bagian bawah cabang, serta di ranting berdaun.

Penelitian oleh Majerus dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa ngengat ini tersamar dengan baik terhadap latar belakangnya ketika beristirahat di cabang pohon. Bentuk bersayap putih lebih menyatu dengan lumut kerak berbentuk kerak, sementara bentuk bersayap gelap lebih menyatu dengan kulit kayu polos, dan kamuflase ini bekerja baik dalam spektrum cahaya yang terlihat manusia maupun dalam sinar ultraviolet yang dapat dilihat burung.

Dalam pengamatan selama tujuh tahun di Cambridge, lebih dari separuh dari 135 ngengat yang diamati ditemukan beristirahat di cabang pohon, kebanyakan di bagian bawah cabang, sementara sekitar 37 persen ditemukan di batang pohon, terutama di sisi utara, dan hanya sebagian kecil beristirahat di ranting.

Makanan dan Nutrisi

Ulat ngengat ini memakan daun dari berbagai jenis pohon dan semak, dengan kelompok yang paling sering tercatat meliputi pohon berdaun lebar seperti beech, oak, dan willow. Tumbuhan lain yang tercatat sebagai pakan meliputi alder, birch, serta semak seperti buddleja dan hawthorn.

Pola makan ini menunjukkan bahwa ulat spesies ini bersifat generalis, mampu memanfaatkan berbagai jenis pohon dan semak berdaun lebar sebagai sumber makanan, tidak terpaku pada satu jenis tumbuhan inang saja.

Fakta Menarik

  1. Meski Charles Darwin membantu mendirikan Entomological Society of London pada tahun 1833 dan sangat tertarik pada serangga, ia tidak pernah menulis secara khusus tentang ngengat lada ini.
  2. Dalam berbagai budaya, ngengat berwarna hitam sering dikaitkan dengan makna sensualitas, sifat yang rapuh, kegelapan, bahkan kematian, dan kadang dihubungkan dengan hal-hal mistis atau sihir.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Murray McGoogan via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Barry Stewart via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Emmett Collins-Sussman via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Will Taylor via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Alan Macnaughton via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Laura Gaudette via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Teá Montagna via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Sami Törnblom via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jack Forrester via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Norah Tempus via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Rachel Stepek via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by yellowplant via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Perilaku

  • Nokturnal
  • Soliter

Diet

  • Herbivora

Klasifikasi

Filum
Arthropoda
Kelas
Insecta
Ordo
Lepidoptera
Famili
Geometridae
Genus
Biston
Spesies
Biston betularia

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits
  6. GloBI What it eats, what eats it, parasites and pollinators
  7. trophiCH