Nymphaea alba, yang umum disebut teratai putih atau seroja putih Eropa, adalah tumbuhan berbunga akuatik dari keluarga Nymphaeaceae. Bunganya yang putih besar dan daunnya yang bundar hijau tua sama-sama mengapung di permukaan air, menciptakan pemandangan yang mudah dikenali di perairan tenang.
Tumbuhan ini berasal dari kawasan yang luas meliputi Afrika Utara, Asia beriklim sedang, Eropa, dan sebagian Asia tropis. Berdasarkan status IUCN, spesies ini digolongkan sebagai risiko rendah (Least Concern), menandakan populasinya masih relatif aman secara global.
Selain keindahannya, Nymphaea alba juga menarik karena kedekatannya dengan mitologi dan tradisi manusia selama ribuan tahun, menjadikannya lebih dari sekadar tumbuhan hias air.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Nymphaea alba adalah bunganya yang berubah bentuk seiring waktu: mula-mula berbentuk cangkir dengan lebar sekitar 8 cm, kemudian membesar hingga 20 cm dan berubah menjadi bentuk bintang. Kelopak putihnya tersusun rapi dalam baris-baris yang mengelilingi banyak benang sari berwarna kuning cerah, menciptakan kontras warna yang khas.
Daunnya berbentuk bundar, berwarna hijau tua, dan dapat mencapai panjang hingga 35 cm. Baik daun maupun bunga mengapung datar di permukaan air, dan satu tumbuhan dapat menyebar hingga 150 cm.
Bunga ini umumnya mekar pada siang hari selama musim panas, sehingga waktu pengamatan terbaik adalah saat matahari bersinar penuh di atas permukaan air tenang.
Distribusi dan Habitat
Nymphaea alba tersebar luas secara alami di seluruh Eropa serta sebagian Afrika Utara dan Timur Tengah. Di Afrika, spesies ini ditemukan di Aljazair, Maroko, dan Tunisia, sementara di Asia beriklim sedang tumbuh di Armenia, Azerbaijan, Siberia, Iran, Irak, Palestina, dan Turki. Di Asia tropis, keberadaannya tercatat di wilayah Jammu dan Kashmir.
Di Eropa sendiri, jangkauannya sangat luas, mencakup negara-negara mulai dari Belarus, Latvia, dan Rusia di timur hingga Prancis, Portugal, dan Spanyol di barat, serta negara-negara Skandinavia seperti Norwegia dan Swedia. Tumbuhan ini juga telah diperkenalkan ke wilayah lain seperti Azores, Bangladesh, Chile, sebagian Tiongkok, Myanmar, dan Selandia Baru.
Habitat yang disukainya meliputi kolam, parit besar, rawa, dan bagian air tenang di sungai, serta danau dan kanal dengan air yang diam atau mengalir lambat. Di Tiongkok, tumbuhan ini juga dibudidayakan dan telah menjadi liar di beberapa provinsi seperti Hebei, Shaanxi, Shandong, dan Zhejiang.
Pola pengamatan sepanjang tahun menunjukkan kemunculan yang jauh lebih sering pada bulan-bulan pertengahan tahun, terutama menjelang musim panas, yang sejalan dengan masa berbunganya di musim tersebut.

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia
Di wilayah timur laut India, daun muda dan tangkai bunga Nymphaea alba serta spesies sejenis dipanen dan dimakan sebagai sayuran, sementara rimpangnya direbus lalu dikonsumsi. Bagian-bagian tumbuhan ini juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi diare, wasir, batuk, dan gangguan kesehatan lainnya.
Bunga teratai putih ini juga dipanen untuk keperluan dekorasi karena aromanya yang harum dan daya tahannya yang lama setelah dipotong, menjadikannya pilihan populer sebagai bunga hias.
Secara budaya, nama genus Nymphaea berasal dari mitologi Yunani, merujuk pada para nimfa yang dipercaya menghuni sumber air, sumur, dan mata air. Simbolisme ini meluas ke berbagai budaya Mediterania, di mana teratai putih melambangkan kesucian dan kelahiran kembali dalam mitologi Yunani, sementara di Mesir kuno, teratai putih terkait erat dengan mitologi dan kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Fakta Menarik
- Genus Nymphaea pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1753, dan Nymphaea alba ditetapkan sebagai spesies tipe dari genus tersebut.
- Genus ini memiliki tiga nama sinonim dari sejarah taksonominya, yaitu Castalia, Leuconymphaea, dan Ondinea, yang masing-masing diusulkan oleh ahli botani berbeda antara tahun 1805 hingga 1970.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Codrin Bucur via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by João D'Andretta via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Sandra Stewart via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Sascha Nunheim via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by CaracalShan via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Vasyl Pokynchereda via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Christoph Moning via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Ewan Shilland via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by zebedeugalinha via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Klasifikasi
- Filum
- Tracheophyta
- Kelas
- Magnoliopsida
- Ordo
- Nymphaeales
- Famili
- Nymphaeaceae
- Genus
- Nymphaea
- Spesies
- Nymphaea alba
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract
- Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits



