Pilobolus crystallinus, yang dikenal dengan sebutan "meriam kotoran" atau "pelempar topi", adalah spesies jamur dari ordo Mucorales. Jamur ini hanya tumbuh setinggi 2 sampai 4 sentimeter, namun mampu menembakkan sporangiumnya, kantong berisi spora, sejauh hingga 2 meter dari tempatnya berdiri.
Keunikan spesies ini terletak pada caranya menyebarkan spora: ia melekatkan sporanya pada tumbuhan agar dimakan oleh hewan pemakan rumput. Dengan begitu, spora dapat melewati saluran pencernaan hewan tersebut dan keluar bersama kotoran, tempat siklus hidup jamur ini dapat dimulai kembali.
Tubuh Buah dan Identifikasi
Ciri paling khas dari Pilobolus crystallinus adalah sporangiumnya, bola kecil berisi spora yang bertengger di ujung tangkai (sporangiofor) dan siap ditembakkan ke udara. Jamur ini biasanya tumbuh tersembunyi di bawah permukaan substrat, karena hifa-hifanya sensitif terhadap oksigen yang menghambat pertumbuhan ke arah samping.
Perkembangan tubuh buahnya berlangsung melalui enam tahap. Pertama, sporangiofor memanjang di bagian ujungnya tanpa berputar. Kemudian sporangium mulai terbentuk, diikuti oleh masa henti pertumbuhan sementara. Setelah itu, sebuah vesikel subsporangial mengembang tepat di bawah sporangium, spora matang, dan bagian hifa di bawah vesikel terus memanjang. Pada tahap akhir, vesikel tersebut pecah dan melontarkan sporangium ke udara.
Pengamatan dengan mikroskop elektron pemindai dan transmisi menunjukkan bahwa permukaan sporangium diselimuti kristal dengan dua ukuran berbeda. Kristal yang lebih besar membungkus duri-duri kecil yang memiliki pori di bagian tengahnya.
Distribusi dan Habitat
Data pengamatan menunjukkan bahwa Pilobolus crystallinus tercatat sepanjang tahun, dengan jumlah pengamatan yang tampak meningkat pada bulan-bulan tertentu, khususnya menjelang pertengahan hingga akhir tahun. Pola ini mengindikasikan kemungkinan kehadiran yang lebih menonjol pada musim tersebut, meskipun data semacam ini hanya mencerminkan keberadaan yang tercatat, bukan gambaran kelimpahan populasi maupun batas penyebaran spesies secara utuh.

Fakta Menarik
- Nama julukannya, "meriam kotoran" dan "pelempar topi", muncul dari caranya yang unik menembakkan sporangium demi menyebarkan spora ke tumbuhan di sekitarnya.
- Ada pula kelompok tari kontemporer asal Amerika Serikat bernama Pilobolus, yang berdiri di Dartmouth College, New Hampshire, sekitar tahun 1971 dan terinspirasi dari gerakan lincah jamur ini dalam eksplorasi kolaborasi kreatif mereka.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Johan Adler via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Shane Austin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Fraser Higgins via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Michel Langeveld via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Enrico Tomschke via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jerry Cooper via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by James K. Douch via iNaturalist, licensed under CC BY-SA 4.0., dan by Björn Sothmann via iNaturalist, licensed under CC BY-SA 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Klasifikasi
- Filum
- Mucoromycota
- Kelas
- Mucoromycetes
- Ordo
- Mucorales
- Famili
- Pilobolaceae
- Genus
- Pilobolus
- Spesies
- Pilobolus crystallinus
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract



