Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Trisetum flavescens

Belum ada nama umum tercatat

Rumput Trisetum flavescens termasuk famili Poaceae. Spesies ini asli Eropa, Asia, dan Afrika Utara.

Sebagai anggota rumput-rumputan, spesies ini tumbuh membentuk rumpun dan dikenal karena malainya yang berwarna kuning keemasan. Rumput ini layak dipelajari karena tumbuh luas di wilayah beriklim sedang dan karena racunnya bagi ternak.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri yang paling mudah dikenali adalah malainya yang sempit. Saat masih muda, malai berwarna hijau kekuningan hingga ungu, lalu menua menjadi kuning keemasan yang cerah.

Rumput ini tumbuh sebagai rumpun tahunan dengan tinggi umumnya 60–80 sentimeter. Pada waktu tertentu tingginya dapat melebihi 1 meter.

Distribusi dan Habitat

Trisetum flavescens asli Eropa, wilayah Mediterania, Kaukasus, dan Asia Barat, termasuk Azores, Iran, dan Afrika Utara seperti Aljazair, Maroko, dan Tunisia.

Di luar wilayah asalnya, rumput ini telah diperkenalkan ke Amerika Utara, Amerika Selatan bagian selatan, Himalaya timur, Nepal, Selandia Baru, dan Hawaii.

Pengamatan paling banyak terjadi sekitar Juni. Pola ini menunjukkan waktu rumput ini paling sering ditemukan, bukan jumlah populasinya.

Spesies ini hidup di wilayah beriklim sedang.

Peta catatan keberadaan Trisetum flavescens
Lokasi tercatat · GBIF
89.117
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Pertumbuhan dan Bentuk

Trisetum flavescens adalah tumbuhan perenial yang berumur lebih dari satu musim tanam. Ia tumbuh membentuk rumpun yang rapat.

Tinggi rumpunnya umumnya 60–80 sentimeter, dan pada waktu tertentu dapat melebihi 1 meter.

Ekologi dan Hubungan

Belalang menjadi kelompok pemakan utama rumput ini. Beberapa jenis belalang dari genus Stenobothrus, Omocestus, dan Oedipoda memakan bagian tanamannya.

Ternak domba juga termasuk pemakan utama rumput ini. Hubungan ini menjadikannya bagian penting dari rantai makanan di padang rumput.

Akarnya bermitra dengan jamur mikoriza. Sebagian besar jamur mikoriza yang berasosiasi dengan rumput ini termasuk kelompok utama.

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia

Rumput ini dikenal beracun bagi ternak. Gejala utamanya adalah pengendapan kalsium di jaringan lunak seperti otot, tendon, jantung, dan pembuluh darah besar.

Pada sapi, gejalanya berupa kesulitan bergerak dan berdiri serta produksi susu menurun. Pada kambing, terjadi bunyi jantung abnormal, penurunan berat badan, dan kesulitan berjalan, berlutut, serta bangkit. Pada kuda, tendon dan ligamen menjadi nyeri dan gerakannya terganggu.

Fakta Menarik

  1. Nama ilmiah Trisetum flavescens pertama kali diberikan oleh Linnaeus, lalu disempurnakan oleh Palisot de Beauvois.
  2. Rumput ini rentan terhadap virus mosaik rumput oat kuning (YOgMV), virus dari genus Tritimovirus.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Marc Riera via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Stephan Mende via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Susan Marley via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jose Gutierrez Higa via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Matteo Martini via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Ljaž via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Bentuk pertumbuhan

  • Graminoid (berbentuk rumput)

Klasifikasi

Filum
Tracheophyta
Kelas
Liliopsida
Ordo
Poales
Famili
Poaceae
Genus
Trisetum
Spesies
Trisetum flavescens

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Plants of the World Online Native range, life form and climate (WCVP)
  6. GloBI What it eats, what eats it, parasites and pollinators
  7. trophiCH
  8. GlobalAMFungi