Setiap musim gugur dan musim semi, Archilochus colubris menempuh penerbangan nonstop sejauh lebih dari 900 mil (sekitar 1.600 km pulang-pergi) melintasi Teluk Meksiko dan Laut Karibia, terbang dari Meksiko atau Panama menuju pantai timur Amerika Serikat tanpa berhenti selama sekitar 20 jam.
Spesies kolibri dari famili Trochilidae dan ordo Apodiformes ini biasanya menghabiskan musim dingin di Amerika Tengah, Meksiko, dan Florida, lalu bermigrasi ke Kanada dan wilayah lain di Amerika Utara bagian timur untuk berkembang biak setiap musim panas. Berdasarkan Daftar Merah IUCN, spesies ini berstatus Risiko Rendah (Least Concern) dan tercatat sebagai kolibri paling umum di Amerika Utara bagian timur, dengan estimasi populasi sekitar 35 juta ekor pada 2021.
Di balik ukurannya yang hanya beberapa gram, spesies ini menyimpan salah satu kisah migrasi paling ekstrem di dunia burung, sekaligus peran penting sebagai penyerbuk bagi banyak tanaman berbunga di wilayah jelajahnya.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali adalah bercak tenggorokan (gorget) milik jantan dewasa yang berwarna merah rubi mengilap dengan tepi hitam beludru di bagian atas—warna ini sangat bergantung arah cahaya sehingga sering terlihat hitam pekat dari banyak sudut pandang.
Burung ini berukuran kecil, panjang tubuh 7 hingga 9 cm dengan lebar sayap 8 hingga 11 cm. Berat badannya berkisar 2 hingga 6 gram, dengan jantan rata-rata sekitar 3,4 gram dan betina sedikit lebih berat, sekitar 3,8 gram. Paruhnya panjang, lurus, dan tipis, bisa mencapai 2 cm. Kakinya pendek dengan tiga jari mengarah ke depan dan satu jari (hallux) mengarah ke belakang, masing-masing berujung cakar bergerigi di permukaan dalam untuk mencengkeram batang atau kelopak bunga; jari tengahnya hanya sekitar 0,6 cm. Karena struktur kakinya, spesies ini hanya bisa bergeser (bukan berjalan) di sepanjang ranting, meski mampu menyisir bulu dengan kakinya.
Bagian atas tubuh berwarna hijau metalik, bagian bawah abu-abu keputihan, dengan sayap yang hampir hitam. Spesies ini menunjukkan dimorfisme seksual yang jelas: jantan memiliki ekor bercabang berwarna hitam dengan kilau ungu samar, sedangkan betina memiliki ekor bertakik dengan bulu-bulu terluar berpita hijau, hitam, dan putih, serta tenggorokan putih yang bisa polos atau sedikit berbintik kusam. Jantan berukuran lebih kecil dan berparuh sedikit lebih pendek dibanding betina. Burung muda jantan menyerupai betina dewasa, biasanya dengan bercak tenggorokan yang lebih tebal.
Bulu-bulunya berganti (molting) satu kali setahun, dimulai di awal musim gugur dan berakhir pada akhir musim dingin, seluruhnya berlangsung di wilayah musim dingin.
Distribusi dan Habitat
Wilayah berkembang biak spesies ini membentang di hampir seluruh bagian timur Amerika Serikat serta Kanada bagian selatan-tengah dan tenggara, tepatnya di sebelah timur meridian ke-100—cakupan wilayah berkembang biak terluas di antara semua kolibri di Amerika Serikat. Di sana burung ini menghuni hutan gugur dan hutan pinus, tepi hutan, kebun buah, dan taman.
Pada musim dingin, populasi berpindah ke Florida, Meksiko selatan, Amerika Tengah hingga sejauh Panama bagian barat, dan Kepulauan Karibia (Hindia Barat). Di wilayah musim dingin ini, habitatnya berupa hutan gugur tropis, perkebunan jeruk, tepi hutan, pagar tanaman (hedgerow), tepian sungai, rawa, lahan tua, serta kawasan pinggiran kota dan pertanian.
Sebagian populasi menempuh migrasi dengan terbang nonstop melintasi Teluk Meksiko dan Karibia dari Panama atau Meksiko menuju Amerika Serikat bagian timur, perjalanan yang secara total bisa mencapai sekitar 1.600 km pulang-pergi setiap tahun.
Data jumlah pengamatan bulanan dari GBIF—yang hanya mencatat keberadaan, bukan kelimpahan atau jangkauan penuh populasi—menunjukkan lonjakan tajam pada Mei (sekitar 1.034.000 pengamatan) dan tetap tinggi dari Juni hingga September, sejalan dengan masa kedatangan dan berkembang biak di wilayah utara. Jumlah pengamatan menurun tajam mulai Oktober dan mencapai titik terendah pada Desember hingga Februari, saat sebagian besar populasi berada di wilayah musim dingin.

Perilaku dan Gaya Hidup
Spesies ini bersifat soliter dan aktif di siang hari (diurnal); individu dewasa umumnya hanya berinteraksi untuk kawin. Jantan bersifat teritorial dan mempertahankan wilayahnya terutama lewat vokalisasi—jika seekor jantan lain menyusup, jantan pemilik wilayah akan mengeluarkan nada tunggal yang diulang dengan volume semakin keras, dan jika penyusup tidak pergi, ia akan mengejarnya sambil menyerang dengan paruh atau kaki.
Pada malam yang dingin, burung ini menghemat energi dengan memasuki kondisi torpor hipotermik, semacam keadaan mirip hibernasi singkat di mana suhu tubuh diturunkan beberapa derajat dan fungsi tubuh diperlambat.
Setiap tahun, banyak individu bermigrasi hingga sejauh 1.600 km pulang-pergi antara wilayah berkembang biak dan wilayah musim dingin, termasuk penerbangan nonstop melintasi Teluk Meksiko. Sebelum migrasi, burung ini sering menggandakan massa tubuhnya agar memiliki cadangan energi yang cukup, dan waktu kepulangannya ke wilayah berkembang biak diatur agar bertepatan dengan mekarnya tanaman pakan di wilayah tersebut.
Kemampuan terbangnya ditunjang oleh metabolisme yang sangat tinggi: detak jantung bisa mencapai 1.260 kali per menit, laju napas sekitar 250 kali per menit bahkan saat istirahat, dan kepakan sayap hingga 80 kali per detik. Otot penggerak sayapnya menyusun 25 hingga 30 persen dari berat tubuhnya, dan sendi bahu yang unik memungkinkan sayap berputar hampir 180 derajat, sehingga burung ini bisa terbang mundur dan melayang di udara seperti serangga—kemampuan yang tidak lazim di antara burung lain.
Komunikasi
Vokalisasinya berupa bunyi cicit cepat dan bernada tinggi yang digunakan terutama untuk ancaman agonistik, misalnya ketika jantan memperingatkan jantan lain yang memasuki wilayahnya; jika peringatan suara tidak efektif, ia akan mengejar dan menyerang dengan paruh atau kaki.
Dalam atraksi kawin, jantan menghasilkan bunyi "tik-tik tik-tik" yang cepat dari kepakan sayapnya, terdengar di setiap ujung gerakan terbang menyamping (shuttle display) maupun selama atraksi menukik (dive display). Selama menukik, bulu ekor terluarnya kadang menghasilkan bunyi mendengung samar saat ia terbang melintas di atas betina sambil membuka dan menutup ekornya.
Selain sinyal suara, spesies ini juga mengandalkan penglihatan yang mampu menangkap spektrum biru-violet hingga mendekati ultraviolet (370–570 nm), kemampuan yang membantunya menemukan dan mengenali bunga sebagai sumber pakan, serta kemungkinan menggunakan petunjuk penciuman untuk membedakan sumber makanan.
Makanan dan Kebiasaan Makan
Sumber pakan utamanya adalah nektar dari berbagai bunga, yang ia ambil dengan melayang di atas tangkai bunga lalu menghisapnya menggunakan paruh yang panjang dan tipis. Tanaman yang menjadi sumber nektar meliputi Aesculus pavia, jewelweed, Aquilegia canadensis, tanaman rambat Campsis radicans, Ipomoea coccinea, honeysuckle Lonicera sempervirens dan Lonicera canadensis, bunga kardinal Lobelia cardinalis, serta beberapa spesies Silene. Burung ini secara khusus tertarik pada bunga berwarna merah.
Setiap hari ia mengonsumsi makanan setara dua kali berat tubuhnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan energinya yang tinggi. Ketika nektar langka, ia juga akan minum getah pohon sebagai sumber energi cadangan.
Sebagai pelengkap protein, burung ini juga memakan serangga kecil seperti nyamuk, agas, lalat buah dari genus Drosophila, dan lebah kecil, serta artropoda non-serangga seperti laba-laba.
Bersarang dan Berkembang Biak
Sistem perkawinannya diperkirakan poligini, meski poliandri dan poligiandri juga mungkin terjadi; spesies ini tidak membentuk pasangan tetap—setelah kawin, jantan dan betina berpisah, dan seluruh perawatan anak menjadi tanggung jawab betina sepenuhnya. Musim kawin berlangsung antara Maret dan Juli, dengan puncaknya di pertengahan Mei; jantan tiba lebih dulu di wilayah berkembang biak untuk membangun wilayah kekuasaan sebelum betina datang.
Untuk memikat betina, jantan melakukan atraksi "menukik" (dive display), naik setinggi 2,45–3,1 m dan menyamping sejauh 1,52–1,82 m di atas betina. Jika betina bertengger, jantan lalu terbang cepat membentuk lengkungan horizontal kurang dari 0,5 m di depan betina, dengan kepakan sayap hingga 200 kali per detik—jauh lebih cepat dari kepakan normal sekitar 90 kali per detik. Jika betina tertarik, ia akan mengeluarkan panggilan tertentu dan mengambil posisi menerima dengan ekor tegak dan sayap merunduk.
Hanya betina yang membangun sarang, biasanya di ranting pohon yang menjorok ke bawah pada ketinggian 3,1 hingga 12,2 meter dari tanah, kerap di pohon gugur seperti oak, hornbeam, birch, poplar, atau hackberry, meski pohon pinus juga pernah digunakan. Sarang tersusun dari sisik kuncup, dijalin dengan sutra laba-laba, dilapisi bulu halus tanaman (sering dari dandelion atau thistle) dan rambut hewan, dengan bagian luar dihiasi lumut kerak sebagai kamuflase; sarang lama kadang digunakan kembali setelah diperbaiki setiap tahun.
Betina bertelur 1 hingga 3 butir (biasanya 2) berwarna putih berukuran sekitar 12,9 x 8,5 mm, lalu mengeraminya selama 10 hingga 14 hari. Anak burung menetas dalam kondisi altricial dan dierami selama 12 hingga 14 hari hingga berbulu dan mampu mengatur suhu tubuh sendiri; betina menyuapi mereka lewat regurgitasi satu hingga tiga kali per jam. Anak burung meninggalkan sarang pada usia 18 hingga 22 hari, lalu menjadi mandiri sekitar 4 hingga 7 hari setelahnya, yakni pada usia 22 hingga 25 hari. Spesies ini bisa menghasilkan hingga dua atau tiga kali bertelur dalam satu musim, dan umumnya sudah mampu berkembang biak pada usia satu tahun.
Populasi dan Peran Ekologis
Spesies ini memegang peran ekologis penting sebagai penyerbuk; tanaman rambat Campsis radicans bahkan tampak beradaptasi secara khusus untuk diserbuki oleh Archilochus colubris.
Angka populasi yang tercatat berbeda-beda menurut sumber dan waktu pendataan: satu estimasi menyebut sekitar 7,3 juta individu secara global, sementara sensus tahun 2021 mencatat 34 hingga 36 juta individu di seluruh wilayah berkembang biaknya di Amerika Utara bagian timur saja—perbedaan ini kemungkinan mencerminkan perbedaan cakupan wilayah dan metode penghitungan. Meski populasinya bertumbuh signifikan sejak 1970 hingga awal abad ke-21, sensus 2021 mencatat penurunan sebesar 17 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di wilayah yang tumpang tindih dengan spesies kolibri lain, Archilochus colubris bersaing memperebutkan sumber pakan dan umumnya berada di posisi subordinat dibanding spesies kolibri lain tersebut.
Konservasi dan Ancaman
Menurut penilaian IUCN tahun 2023, Archilochus colubris berstatus Risiko Rendah (Least Concern), artinya belum berada dalam ancaman kepunahan yang signifikan—meski sensus tahun 2021 mencatat penurunan populasi sebesar 17 persen setelah periode pertumbuhan sejak 1970 hingga awal abad ke-21.
Pada abad ke-19, spesies ini pernah diburu untuk dikoleksi karena ukurannya yang kecil dan bulunya yang berkilau, namun perburuan tersebut tidak sampai membuat populasinya terancam, dan spesies ini tetap umum dijumpai di wilayah jelajahnya hingga sekarang.
Saat ini spesies ini dilindungi melalui Perjanjian Burung Migran (Migratory Bird Treaty) antara Amerika Serikat dan Kanada, serta terdaftar dalam Apendiks II CITES seperti seluruh kolibri lainnya. Di tingkat federal Amerika Serikat maupun di negara bagian Michigan, spesies ini tidak memiliki status perlindungan khusus tambahan.
Status konservasi
- LC
- NT
- VU
- EN
- CR
Risiko Rendah
Signifikansi Budaya
Spesies ini memiliki kedudukan penting dalam mitologi masyarakat asli Amerika (Native American), meski rincian ceritanya tidak tercatat secara rinci dalam sumber yang tersedia.
Di luar makna budayanya, Archilochus colubris juga digemari oleh para pengamat burung karena penampilan fisiknya yang khas, dan berperan menguntungkan manusia dengan menyerbuki berbagai tanaman asli maupun tanaman budidaya, termasuk yang bernilai sebagai tanaman pangan.
Fakta Menarik
- Berat rata-ratanya hanya sekitar 3,2 gram, membuatnya salah satu burung paling ringan yang biasa dijumpai di Amerika Utara bagian timur.
- Sayapnya bisa berkepak hingga 80 kali per detik, memungkinkan burung ini melayang diam di udara dan bahkan terbang mundur seperti serangga.
- Detak jantungnya bisa mencapai 1.260 kali per menit, salah satu laju metabolisme tertinggi di antara hewan bertulang belakang.
- Sebagian populasi menempuh penerbangan nonstop sejauh sekitar 900 mil melintasi Teluk Meksiko dalam satu kali terbang tanpa henti.
- Sarangnya kadang digunakan kembali selama beberapa musim setelah diperbaiki ulang oleh betina setiap tahun.
- Pada abad ke-19, burung ini pernah diburu untuk dikoleksi karena bulunya yang berkilau, namun populasinya tidak pernah terancam akibat perburuan tersebut.
- Warna merah rubi pada tenggorokan jantan sangat bergantung pada arah cahaya—dari kebanyakan sudut pandang, warna itu justru terlihat hitam pekat.
Ekologi
Habitat
- Lahan basah
- Hutan
- Kawasan Berhutan
- Perkotaan
Perilaku
- Soliter
- Teritorial
- Diurnal
- Migrasi
Diet
- Nektarivora
Foto
SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipediaAnimal Diversity WebAnAge


