Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Burung jenjang Eurasia

Grus grus

Risiko Rendah

Di Eropa, burung jenjang Eurasia adalah satu-satunya jenjang yang umum dijumpai, sementara dua jenis jenjang lain hanya rutin hadir di ujung timur benua. Spesies ini, Grus grus, termasuk famili Gruidae dan berukuran sedang di antara sesama jenjang. Berat tubuhnya sekitar , dan luas sebarannya mencapai sekitar di kawasan Palearktik.

Menurut IUCN, statusnya Berisiko Rendah. Meski jumlahnya besar, jenis ini telah punah secara lokal di sebagian wilayahnya, dan proyek reintroduksi masih berjalan di Inggris Raya.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mudah dikenali adalah garis putih yang membentang dari belakang mata hingga punggung atas, di atas tubuh berwarna abu-abu kebiruan. Bagian dahi dan sekitar paruh berwarna hitam, sementara mahkota kepala berwarna merah tanpa bulu.

Panjang tubuhnya 100–130 cm dengan rentang sayap 180–240 cm. Berat tubuh berkisar 3 hingga 6,1 kg. Jantan sedikit lebih besar dan lebih berat daripada betina, dan perbedaan berat adalah yang paling menonjol di antara ukuran tubuh lainnya.

Pada dewasa, bagian ujung bulu sayap utama, sayap kecil, dan ujung ekor berwarna hitam, sedangkan bulu sayap penutup besar menjuntai menjadi bulu berbentuk plum yang mencolok. Warnanya paling gelap di punggung dan pinggul, dan paling pucat di dada serta sayap. Kombinasi warna inilah yang membedakannya dari jenjang berleher hitam dan jenjang berkerudung yang hidup di Asia.

Anak burung memiliki ujung bulu tubuh berwarna kuning kecokelatan dan belum memiliki bulu sayap yang menjuntai. Kepalanya sudah berbulu penuh, sehingga tidak memiliki pola leher cerah seperti dewasa. Sebelum bermigrasi setiap dua tahun, dewasa mengganti seluruh bulunya dan tidak bisa terbang selama sekitar enam minggu.

Distribusi dan Habitat

Jenis ini berkembang biak di Eropa dan di seluruh kawasan Palearktik hingga Siberia. Populasi berkembang biak terbesar terdapat di Rusia, Finlandia, dan Swedia, sedangkan di Eropa selatan dan barat jumlahnya jarang. Di Asia, sebarannya membentang hingga China utara, Turki, dan kawasan Kaukasus.

Sebagian besar jenjang yang berkembang biak di Eropa menghabiskan musim dingin di Portugal, Spanyol, dan Afrika utara. Burung dari Eropa timur menuju aliran sungai di Sudan, Etiopia, Tunisia, dan Eritrea, sedangkan yang berasal dari Rusia tengah menuju India bagian utara termasuk Pakistan. Jenjang yang paling timur berdiam di China timur, tempat jenis ini sering menjadi jenjang paling umum. Pada musim migrasi, kawanan terbang dalam formasi berbentuk huruf V.

Di Eropa, jenjang ini berkembang biak terutama di hutan boreal, taiga, dan hutan campuran, dari permukaan laut hingga ketinggian 2.200 m. Di wilayah utara ia memilih rawa terbuka, lahan gambut, dan semak heather kerdil yang dekat dengan danau atau kolam kecil. Kepadatannya rendah, biasanya sekitar 1 hingga 5 pasang per 100 km².

Pada musim dingin, jenis ini beralih ke daerah banjir, teluk dangkal yang terlindung, dan padang rawa. Setelah masa migrasi, banyak burung menetap di lahan terbuka dan lahan pertanian, serta di kawasan mirip sabana seperti Semenanjung Iberia.

Peta catatan keberadaan Grus grus
Lokasi tercatat · GBIF
424.332
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Perilaku dan Gaya Hidup

Di luar masa berkembang biak, jenjang ini cukup bersosialisasi. Selama migrasi, kawanan dapat terdiri dari hingga 400 ekor, dan di tempat singgah yang ramai, ribuan burung dapat berkumpul sekaligus. Kawanan ini bukan kelompok sosial yang tetap, melainkan kumpulan yang memberi rasa aman dan saling menunjukkan lokasi mencari makan maupun bermalam yang baik.

Saat migrasi, burung ini terbang hingga ketinggian 10.000 m, hanya kalah dari burung nasar Rüppell di antara semua jenis burung. Burung muda dan yang tidak berbiak biasanya menjadi burung pertama yang bermigrasi pada musim gugur dan sering berkumpul bersama.

Di musim dingin, jenjang dominan cenderung memilih area mencari makan yang lebih banyak jenjang dan makanan, sedangkan jenjang yang lebih rendah kedudukannya pergi ke area dengan burung lebih sedikit. Jenjang dominan lebih setia pada zona pilihannya, sementara yang rendah lebih sering berpindah. Beberapa keluarga tidak berpindah sama sekali dan membentuk wilayah mencari makan selama masih cukup makanan untuk anak-anaknya. Keluarga ini mempertahankan wilayahnya dari keluarga lain pada siang hari, lalu berkumpul dengan jenjang lain di tempat bermalam bersama pada malam hari.

Rekaman

Makanan dan Nutrisi

Jenjang Eurasia bersifat omnivora seperti semua jenjang. Sebagian besar makanannya berasal dari tumbuhan, seperti akar, rimpang, umbi, batang, daun, buah, dan biji. Ketika tersedia, burung ini juga memakan tumbuhan air, buah beri heather, kacang polong, kentang, zaitun, biji ek, dan biji pinus.

Makanan hewani menjadi semakin penting pada musim kawin musim panas, dan pada periode itu bisa menjadi sumber makanan utama, terutama saat induk memberi makan anak-anaknya. Makanan hewaninya meliputi serangga, terutama capung dan jangkrik, serta siput, cacing tanah, kepiting, laba-laba, kaki seribu, kutu kayu, ikan, amfibi, pengerat, dan burung kecil. Kelompok yang sering dimangsa antara lain amfibi tak berekor, burung pantai, dan pengerat.

Jenjang mencari makan di darat maupun di air dangkal, dengan menusuk-nusukkan paruhnya untuk mencari organisme yang bisa dimakan. Di musim dingin, sebagian besar makanannya berupa sisa biji-bijian dari ladang yang sudah dipanen. Meski tanaman pertanian kadang rusak, kebiasaan ini justru membantu petani karena membersihkan ladang untuk musim tanam berikutnya.

Bersarang dan Berkembang Biak

Jenjang Eurasia biasanya bertelur pada bulan Mei, meski jarang sekali lebih awal atau lebih lambat. Pasangan membentuk ikatan monogami yang berlanjut bertahun-tahun, dan jika salah satu pasangan mati, burung yang tersisa bisa mencari pasangan baru pada tahun berikutnya.

Ritual kawin dilakukan setiap musim semi oleh setiap pasangan. Jantan mengikuti betina dengan berjalan tegap seperti berbaris, lalu keduanya saling memanggil dalam posisi kepala terangkat, dengan betina memberi nada tinggi dan jantan membalas dengan teriakan lebih panjang. Perilaku ini diikuti kopulasi yang juga disertai tampilan dramatis. Pada setiap musim, kawanan juga kerap melakukan tarian dengan lompatan dan membungkuk.

Wilayah sarang berkisar dari 2 hingga 500 ha, tergantung kondisi habitat setempat. Sarang diletakkan di dalam atau dekat air dangkal, sering dengan vegetasi tepi yang rapat, dan dapat dipakai selama beberapa tahun. Di Swedia, sarang rata-rata berdiameter sekitar 90 cm. Jenis ini juga melumuri tubuhnya dengan lumpur atau tumbuhan membusuk untuk menyamarkan diri dengan lingkungan sarang.

Sebagian besar induk bertelur dua butir, jarang satu, dan sangat jarang tiga atau empat butir. Jika telur hilang di awal pengeraman, induk bisa bertelur lagi dalam dua minggu. Masa pengeraman sekitar 30 hari, sebagian besar oleh betina dan sesekali oleh kedua jenis kelamin.

Anak yang baru menetas umumnya tidak berdaya, tetapi dapat merangkak menjauhi bahaya dalam hitungan jam, berenang tak lama setelah menetas, dan berlari bersama induk pada usia 24 jam. Pada usia sembilan minggu anak sudah bisa terbang untuk jarak pendek. Selama anak belum bisa terbang, induk dewasa mengganti bulunya dan tidak bisa terbang sekitar lima hingga enam minggu. Burung dapat mencapai kematangan seksual pada usia 3 hingga 6 tahun.

Populasi dan Peran Ekologis

Populasi global diperkirakan sekitar 500.000 individu pada 2025. Sebagian besar pasangan berkembang biak di Rusia, Finlandia dengan sekitar 30.000–40.000 pasangan pada 2009, dan Swedia dengan sekitar 30.000 pasangan pada 2012.

Di antara dewasa, pemangsa alami tergolong sedikit, meski elang ekor putih, elang Bonelli, elang kerajaan timur, dan elang emas dapat mengancam burung dari segala usia. Jenjang sering melawan elang di darat maupun di udara dengan paruh dan kakinya. Di sarang, mamalia seperti babi hutan dan rubah juga kerap diserang oleh induk yang agresif.

Pemangsa telur dan anak yang paling sukses adalah gagak hitam, sedangkan gagak kelabu dan gagak kerah juga dapat menyebabkan kehilangan telur. Mamalia karnivora seperti serigala dan rubah serta beruang cokelat termasuk pemangsa yang sering memangsa jenjang.

Konservasi dan Ancaman

Menurut IUCN, jenjang Eurasia berstatus Berisiko Rendah. Di Eropa, populasinya meningkat, meski di tepi sebarannya jenis ini sering menjadi langka atau punah. Di Polandia, populasinya bertambah sejak 1980-an dan diperkirakan 20.000–22.000 pasangan pada 2010–2012. Jerman mencatat peningkatan dari 700 pasang pada 1978 menjadi lebih dari 10.000 pasang pada 2017. Denmark memiliki setidaknya 750 pasang pada 2022.

Ancaman utama adalah hilangnya dan rusaknya habitat, terutama akibat pembangunan bendungan, perluasan permukiman, ekspansi pertanian, dan pengeringan lahan basah. Gangguan di sarang, perubahan penggunaan lahan, dan tabrakan dengan kabel listrik juga menjadi persoalan. Ancaman lain termasuk perburuan liar, pembunuhan akibat kerusakan tanaman, keracunan pestisida, dan pengambilan telur.

Di Inggris Raya, jenjang sempat punah pada abad ke-17. Program reintroduksi dimulai pada 2010 di dataran Somerset, dengan 93 burung dilepas antara 2010 hingga 2014, dan kini terdapat 180 burung penetap di Inggris. Pada 2016, seekor jenjang liar lahir di Wales untuk pertama kalinya dalam lebih dari 400 tahun. Jenis ini juga dilindungi oleh Perjanjian Konservasi Burung Air Migran Afrika-Eurasia (AEWA).

Risiko Rendah

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Kim via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Tom and T Herman via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by simcartographer via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Eric Austin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Syd Cannings via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Kathryn Curtis via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Dmitry Mozzherin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Mary via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Craig K via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Jackson Withey via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Perilaku

  • Teritorial
  • Sosial
  • Migrasi

Diet

  • Omnivora

Klasifikasi

Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Gruiformes
Famili
Gruidae
Genus
Grus
Spesies
Grus grus

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Xeno-canto Audio recordings
  6. AnAge Longevity
  7. AVONET Bird mass, habitat, migration, diet and range size
  8. GloBI What it eats, what eats it, parasites and pollinators
  9. trophiCH
  10. Wardeh et al. 2015 (EID2)
  11. TETRA-EU