Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Boletus erythropus

Belum ada nama umum tercatat

Jamur ini memiliki daging yang berubah warna menjadi biru tua dalam hitungan detik begitu dipotong, patah, atau memar, sebuah reaksi kimia yang mencolok dan menjadi ciri khasnya. Boletus erythropus adalah nama yang telah lama digunakan untuk jamur dari famili Boletaceae ini, meskipun nama tersebut kini dianggap tidak sah secara taksonomi dan spesies ini lebih tepat dikenal sebagai Neoboletus luridiformis.

Dikenal juga dengan sebutan scarletina bolete karena warna pori kemerahannya, jamur ini layak diperhatikan bukan hanya karena penampilannya yang mencolok, tetapi juga karena sejarah penamaannya yang membingungkan dan pentingnya kehati-hatian dalam mengidentifikasinya di alam.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri pengenal paling andal dari jamur ini adalah kombinasi antara pori oranye-kemerahan dan reaksi memar biru tua yang cepat pada seluruh bagian tubuh buahnya. Tudungnya berbentuk setengah bola hingga cembung, berwarna cokelat tua keabu-abuan (bay-brown), bertekstur beludru saat muda, dan dapat tumbuh hingga 20 cm.

Pori-porinya kecil dan berwarna oranye-kemerahan, tampak kuning ketika masih muda lalu berubah kemerahan berkarat seiring usia bertambah. Tabung di bawah tudung berwarna kuning kehijauan dan dengan cepat berubah biru saat teriris. Batangnya tebal, berwarna kuning dengan bintik-bintik merah yang padat, panjangnya sekitar 4–15 cm, dan tidak memiliki pola jaring (retikulasi) seperti pada beberapa kerabatnya.

Dagingnya akan menghitam kebiruan ketika memar, patah, atau terpotong, dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Jejak sporanya berwarna cokelat zaitun.

Distribusi dan Habitat

Jamur ini umum dijumpai di Eropa, tumbuh di hutan gugur maupun hutan konifer pada musim panas dan musim gugur, dan sering ditemukan berdampingan dengan Boletus edulis di lokasi yang sama. Ia juga tersebar luas di Amerika Utara, terutama tumbuh subur di bawah pohon cemara (spruce) di wilayah dari California Utara hingga Alaska, sementara di bagian timur Amerika Utara ia tumbuh baik bersama pohon berdaun lebar maupun pohon berkayu keras.

Pola pengamatan menunjukkan kemunculan yang jelas memuncak pada bulan-bulan pertengahan tahun, mengindikasikan kehadiran musiman yang lebih menonjol pada musim panas hingga awal musim gugur, meskipun data ini hanya mencerminkan catatan kemunculan dan bukan gambaran kepadatan populasi atau sebaran lengkapnya.

Peta catatan keberadaan Boletus erythropus
Lokasi tercatat · GBIF
1.289
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Jamur ini dihargai dalam tradisi kuliner karena kualitas rasanya dan penampilannya yang mencolok, namun pemanfaatannya selalu disertai catatan bahwa jamur ini perlu ditangani dengan pengetahuan dan kehati-hatian. Nilai kulinernya telah lama diakui, menjadikannya salah satu jamur liar yang dicari oleh para pemburu jamur di wilayah sebarannya.

Secara budaya, jamur sejenis ini pernah dipandang bukan sekadar bahan pangan, melainkan juga sebagai pertanda keberuntungan, semacam harta hutan yang kadang dirahasiakan dari tetangga selama musim mencari jamur.

Fakta Menarik

  1. Nama ilmiah Boletus erythropus yang lama dipakai dalam banyak buku panduan lapangan kini dianggap tidak sah; kajian DNA modern memindahkan spesies ini ke genus baru, Neoboletus, dengan nama Neoboletus luridiformis.
  2. Dalam sejarah budaya sebagian masyarakat, jamur semacam ini dianggap sebagai tanda keberuntungan dan harta hutan yang kadang dijaga kerahasiaannya dari tetangga selama musim berburu jamur.
  3. Nama umum scarletina bolete merujuk pada warna pori kemerahannya yang mencolok, sementara nama-nama lain seperti red foot bolete dan dotted stem bolete merujuk pada batangnya yang berbintik merah padat.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Carminda Santos via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Andrejus Gaidamavičius via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by bogsuckers via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Marius K. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Heiko Weber via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Gabriele Vaudano via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Shane Austin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Мирослав Соболев via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Paula Nimigean via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Andrea Gobetti via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Klasifikasi

Filum
Basidiomycota
Kelas
Agaricomycetes
Ordo
Boletales
Famili
Boletaceae
Genus
Boletus
Spesies
Boletus erythropus

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract