Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Cordyceps militaris

Cordyceps militaris

Belum ada nama umum tercatat

Tubuh buah tunggal berwarna oranye kemerahan berbentuk tongkat kecil yang muncul dari pupa serangga mati di bawah permukaan tanah lembap.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0
Klasifikasi
Filum
Ascomycota
Kelas
Sordariomycetes
Ordo
Hypocreales
Famili
Cordycipitaceae
Genus
Cordyceps
Spesies
Cordyceps militaris

Cordyceps militaris tidak tumbuh dari tanah biasa, melainkan dari tubuh pupa serangga yang mati dan terkubur di bawah permukaan tanah. Jamur ini menembus inangnya, memakan jaringan di dalamnya, lalu mendorong tubuh buahnya yang berwarna oranye terang keluar dari tanah tempat serangga itu terkubur.

Spesies ini termasuk dalam famili Cordycipitaceae, filum Ascomycota, dan pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1753 dengan nama Clavaria militaris. Jamur ini dikenal luas karena perannya dalam pengobatan tradisional Tiongkok, menjadikannya salah satu jamur parasit serangga yang paling banyak dipelajari dan dibudidayakan di dunia.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri paling mudah dikenali dari Cordyceps militaris adalah tubuh buahnya yang berbentuk tongkat atau gada, berwarna oranye hingga merah cerah, dengan tinggi sekitar 1 hingga 8 sentimeter. Tubuh buah ini muncul tunggal dari pupa serangga yang mati dan terkubur di bawah tanah.

Permukaan tubuh buah dilapisi oleh stroma, yaitu jaringan tempat menempelnya perithecia, struktur penghasil spora sesungguhnya. Karena perithecia yang tertanam ini, permukaan tubuh buah tampak kasar dan berlubang-lubang kecil seperti tertusuk. Jaringan bagian dalamnya berwarna putih hingga oranye pucat.

Spora jamur ini halus, bening (hialin), berbentuk benang panjang, dan sering bersekat. Menjelang matang, spora ini terurai menjadi bagian-bagian kecil berukuran sekitar 3–7 mikrometer kali 1–1,2 mikrometer. Askus, yaitu kantung penghasil spora, berbentuk panjang dan silindris. Terkadang ditemukan bentuk anamorfik yang disebut Isaria, dan massa miselium putih dapat terbentuk di sekitar serangga yang terparasit, meski miselium ini tidak selalu berasal dari spesies yang sama.

Terdapat lebih dari 400 spesies Cordyceps liar di alam, dan beberapa di antaranya menyerupai C. militaris secara sepintas, termasuk C. sobolifera, Elaphocordyceps capitata, dan E. ophioglossoides.

Distribusi dan Habitat

Cordyceps militaris dianggap sebagai spesies yang cukup umum dan tersebar luas di seluruh Belahan Bumi Utara. Di Eropa, tubuh buahnya muncul mulai Agustus hingga November, bertepatan dengan musim gugur.

Data observasi bulanan dari GBIF menunjukkan pola yang jelas: jumlah pengamatan meningkat tajam mulai Juli, mencapai puncaknya pada September dan Oktober, sebelum menurun kembali pada November dan Desember. Pola ini konsisten dengan periode munculnya tubuh buah yang disebutkan di atas, meski data semacam ini hanya mencatat keberadaan jamur pada suatu waktu dan tempat, bukan kelimpahan populasi atau sebaran lengkapnya di alam.

Jamur ini tumbuh dari pupa serangga yang terkubur di dalam tanah, sehingga habitatnya sangat terkait dengan keberadaan inang serangga tersebut di lapisan tanah lembap, biasanya di area hutan atau padang rumput yang mendukung kehidupan serangga.

Peta catatan keberadaan Cordyceps militaris
Lokasi tercatat · GBIF
4.732
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Cordyceps militaris memiliki tempat penting dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana secara historis digunakan untuk mendukung kesehatan pernapasan, membantu pemulihan dari kelelahan, meningkatkan libido, dan menjaga vitalitas tubuh secara umum. Cerita rakyat dari budaya Himalaya dan Tiongkok menceritakan penemuan jamur Cordyceps oleh para penggembala.

Di Asia, tubuh buahnya juga diolah sebagai bahan masakan, misalnya dalam sup ayam, sup tulang babi, dan hot pot. Di Tiongkok, jamur ini telah disetujui sebagai pangan baru (novel food). Sementara itu, panduan lapangan Amerika Utara umumnya menyebutnya sebagai jamur yang tidak layak makan atau "mungkin dapat dimakan", dan jamur ini kini juga dipasarkan secara luas sebagai suplemen kesehatan meski bukti ilmiah mengenai keamanan dan efektivitasnya masih terbatas, dengan kualitas produk yang bervariasi akibat proses dan pelabelan yang tidak konsisten. Klaim kesehatannya sebagian besar didasarkan pada kemiripannya dengan Ophiocordyceps sinensis, yang efeknya sendiri juga belum terbukti secara ilmiah.

Secara komersial, C. militaris dibudidayakan menggunakan berbagai media, termasuk pupa ulat sutra, beras, dan nutrisi cair, dengan pusat budidaya utama di Tiongkok, Vietnam, Taiwan, dan Indonesia. Jamur ini menghasilkan kordisepin, senyawa analog nukleosida dari adenosin, yang dilindungi oleh senyawa pentostatin agar tidak terurai. Pentostatin sendiri kini digunakan sebagai obat kemoterapi untuk penderita leukemia sel berambut (hairy cell leukemia), dan versi transgenik C. militaris bahkan dikembangkan agar dapat tumbuh pada limbah kaya selulosa untuk memproduksi senyawa ini.

Fakta Menarik

  1. Kerabat dekatnya, Ophiocordyceps sinensis, memiliki peran budaya dan ekonomi yang jauh lebih besar di Tiongkok dan pernah dijuluki "Cacing Emas Tibet" oleh National Geographic, sementara Cordyceps militaris hanya memiliki peran kecil dalam catatan pengobatan herbal kuno.
  2. Panen C. militaris dalam budidaya komersial dapat terganggu oleh jamur patogen lain yang memarasit dan membunuh koloni Cordyceps itu sendiri.
  3. Senyawa kordisepin yang dihasilkan jamur ini dilindungi oleh pentostatin, sebuah mekanisme yang mencegah kordisepin terurai oleh enzim adenosin deaminase di dalam tubuh jamur.
  4. Para peneliti telah menggunakan spektroskopi NMR untuk membandingkan profil metabolik Cordyceps liar dan hasil budidaya, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

Foto

20 foto
1 / 20
Tubuh buah tunggal berwarna oranye kemerahan berbentuk tongkat kecil yang muncul dari pupa serangga mati di bawah permukaan tanah lembap.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipedia