Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Elang tiram

Pandion haliaetus

Risiko Rendah

Elang tiram adalah pemburu ikan sejati: lebih dari 99% makanannya berupa ikan, menjadikannya salah satu dari sedikit burung pemangsa yang hampir seluruhnya piscivora. Burung besar ini berbulu cokelat gelap mengkilap di bagian atas dan putih bersih di bagian bawah, dengan panjang tubuh lebih dari 60 cm dan lebar sayap sekitar 180 cm.

Spesies ini berstatus Risiko Rendah (Least Concern) menurut IUCN, ditemukan di kawasan beriklim sedang dan tropis di semua benua kecuali Antartika. Kemampuannya menyelam kaki lebih dulu ke air untuk menangkap ikan yang berenang di dekat permukaan membuatnya menjadi salah satu raptor paling khas dan mudah dikenali di dunia.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling khas elang tiram adalah kaki dan cakarnya: jari-jari kakinya sama panjang, dan jari luarnya bisa dibalik seperti burung hantu, memungkinkan ia mencengkeram mangsa dengan dua jari di depan dan dua di belakang. Sisik di bawah cakarnya kasar dan berduri, membantu menahan ikan yang licin.

Beratnya berkisar antara 0,9 hingga 2,1 kg dengan panjang tubuh 50–66 cm dan lebar sayap 127–180 cm, ukuran yang setara dengan anggota terbesar genus Buteo atau Falco. Bagian atas tubuhnya berwarna cokelat tua mengkilap, dada putih (kadang bergaris cokelat), dan bagian bawah tubuh putih bersih. Kepalanya putih dengan garis gelap melintasi mata hingga ke sisi leher, iris mata berwarna emas hingga cokelat, paruh hitam dengan sera biru, dan kaki putih bercakar hitam. Di bagian bawah sayap terdapat bercak hitam pada pergelangan sayap, sebuah tanda lapangan yang berguna untuk identifikasi saat terbang.

Jantan dan betina tampak serupa, tetapi jantan bertubuh lebih kurus dengan sayap lebih sempit, dan garis pada dadanya lebih samar atau bahkan tidak ada dibandingkan betina. Burung muda memiliki tepi bulu berwarna kekuningan pada bagian atas tubuh, corak kekuningan pada bagian bawah, dan bulu bergaris pada kepala.

Saat terbang, sayapnya melengkung dengan ujung yang menurun seperti burung camar, dengan empat bulu terbang panjang menyerupai jari dan satu bulu kelima yang lebih pendek, memberi siluet yang sangat khas.

Distribusi dan Habitat

Elang tiram ditemukan di kawasan beriklim sedang dan tropis di hampir semua benua kecuali Antartika. Di Amerika Utara, populasinya berkembang biak dari Alaska dan Newfoundland hingga selatan ke Pantai Teluk dan Florida, lalu bermigrasi lebih jauh ke selatan hingga Argentina saat musim dingin. Di Eropa, spesies ini menyebar musim panas hingga Irlandia, Skandinavia, Finlandia, dan Britania Raya, kemudian berpindah ke Afrika Utara saat musim dingin. Di Australia, populasinya cenderung menetap dan tersebar tidak merata di sepanjang garis pantai.

Habitat utamanya berupa perairan dangkal dengan ikan yang melimpah dekat permukaan: danau, sungai, rawa, hutan bakau, dan perairan pesisir. Sarangnya umumnya dibangun dalam jarak 3 hingga 5 km dari badan air seperti rawa garam, hutan bakau, rawa cemara, danau, atau reservoir. Elang tiram relatif tidak terlalu peduli dengan jenis lahan di sekitarnya, baik berhutan maupun terbuka, selama sumber ikan tersedia.

Di kepulauan Pasifik, spesies ini ditemukan di Kepulauan Bismarck, Kepulauan Solomon, dan Kaledonia Baru. Terdapat kesenjangan sekitar 1.000 km sepanjang Dataran Nullarbor antara lokasi berkembang biak paling barat di Australia Selatan dengan lokasi terdekat di Australia Barat. Di Asia Selatan dan Tenggara, dari Myanmar hingga Indochina, Cina selatan, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, elang tiram umumnya hadir sebagai pengunjung musim dingin.

Peta catatan keberadaan Pandion haliaetus
Lokasi tercatat · GBIF
1.222.112
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Perilaku dan Gaya Hidup

Elang tiram cenderung soliter dan menjaga jarak dari sesamanya, meskipun sarangnya bisa dibangun berkelompok dengan jarak kurang dari 100 meter satu sama lain jika lokasi bersarang yang cocok terbatas. Berbeda dengan kebanyakan raptor, elang tiram tidak mempertahankan wilayah berburu di sekitar sarangnya karena mangsanya, ikan, tersebar tidak menentu dan sering berada beberapa kilometer jauhnya. Sebaliknya, burung ini kadang justru berburu berkelompok, yang mungkin membuat perburuan lebih efisien.

Populasi elang tiram bisa bersifat migran atau menetap. Populasi menetap berkembang biak dan menghabiskan musim dingin di lokasi yang sama, sementara populasi migran berkembang biak lebih jauh ke utara dan berpindah ke selatan saat musim dingin. Batas geografis antara kedua kelompok ini kira-kira berada di garis lintang 30° LU di Amerika Utara dan 38–40° LU di Eropa. Burung dari Eropa bermigrasi ke Afrika, sementara burung dari Amerika Utara berpindah ke Amerika Selatan.

Elang tiram memiliki sejumlah adaptasi khusus untuk hidup dari ikan: lubang hidung yang bisa menutup saat menyelam, sisik menghadap belakang pada cakarnya yang berfungsi seperti kait, dan bulu yang rapat serta berminyak agar tidak basah. Saat bermigrasi, burung ini biasanya terbang di siang hari namun terkadang juga di malam hari, terutama saat menyeberangi lautan, dengan jarak tempuh rata-rata 260–280 km per hari.

Komunikasi

Elang tiram menggunakan hingga lima jenis panggilan berbeda yang hampir selalu disertai tampilan visual, seperti gerakan terbang atau postur tubuh tertentu. Panggilan-panggilan ini digunakan untuk mengemis makanan, memberi peringatan, merayu pasangan, dan mempertahankan sarang.

Salah satu tampilan paling khas adalah "tarian langit", pertunjukan terbang rumit yang dilakukan jantan saat merayu pasangan dan awal masa inkubasi. Dalam tampilan ini, jantan yang membawa ikan atau bahan sarang mengeluarkan suara melengking sambil melakukan penerbangan bergelombang pendek yang diselingi masa melayang di udara. Panggilan peringatan biasanya dikeluarkan ketika predator atau gangguan seperti perahu atau manusia mendekati sarang, disertai postur tegak dan terbang menukik.

Berburu dan Makanan

Elang tiram berburu dengan terbang, mengepak dan meluncur pada ketinggian 10 hingga 40 meter di atas air sambil mengamati ikan. Begitu melihat mangsa, ia melayang sebentar lalu menukik ke permukaan air; tepat sebelum menyentuh air, kakinya diarahkan ke depan dan sayapnya ditekuk ke belakang, lalu menyelam kaki lebih dulu untuk mencengkeram ikan. Dengan kepakan sayap yang kuat dan hampir horizontal, ia mengangkat dirinya dan mangsanya keluar dari air, kemudian mengatur posisi ikan agar menghadap ke depan agar lebih aerodinamis saat dibawa terbang.

Makanannya hampir seluruhnya terdiri dari ikan, dengan lebih dari 80 spesies mangsa tercatat di Amerika Utara, meski biasanya hanya dua atau tiga spesies yang dominan di suatu wilayah. Elang tiram bersifat oportunistik, memakan ikan apa pun yang tersedia di perairan dangkal atau dekat permukaan. Tingkat keberhasilan menangkap ikan berkisar antara 24 hingga 74% dari setiap penyelaman, dipengaruhi oleh kemampuan individu, cuaca, dan kondisi pasang surut; hasil paling baik biasanya terjadi saat pasang tengah dan cuaca tenang.

Sesekali elang tiram juga tercatat memakan burung, ular, tikus, tupai, muskrat, salamander, kerang laut, dan bahkan seekor aligator kecil, meski laporan memakan bangkai sangat jarang. Ikan biasanya dimakan mulai dari kepala menuju ekor, dan elang tiram tidak menyimpan cadangan ikan; jika ikan terlalu besar untuk dihabiskan, ikan tersebut dibuang, dibawa berkeliling, atau ditinggalkan di sarang.

Bersarang dan Berkembang Biak

Masa berkembang biak elang tiram berbeda antar populasi: populasi menetap bertelur antara Desember dan Maret, sementara populasi migran bertelur pada April atau Mei setelah musim dingin mendorong ikan ke air yang lebih dalam dan sulit dijangkau. Perkawinan dimulai dengan jantan dan betina yang tiba di lokasi sarang secara terpisah, biasanya jantan tiba lebih dulu, diikuti tampilan terbang mencolok oleh jantan untuk menarik pasangan.

Kedua induk mengumpulkan bahan sarang, tetapi betina lebih banyak menyusun bahan tersebut. Sarang berupa tumpukan ranting besar yang bisa selebar 2 meter dan berat sekitar 135 kg, dilapisi bahan lunak seperti rumput laut atau lumut, dan sering dipakai kembali selama bertahun-tahun, bahkan hingga 70 tahun. Elang tiram umumnya setia pada satu pasangan seumur hidup, meski poligami jarang tercatat.

Betina bertelur dua hingga empat butir berwarna keputihan dengan bercak cokelat kemerahan, dengan jarak satu hingga dua hari antar telur. Karena inkubasi dimulai sejak telur pertama diletakkan, telur menetas secara tidak bersamaan setelah sekitar 35–43 hari, dengan anak yang menetas lebih dulu memiliki keunggulan bersaing dibandingkan yang menetas kemudian, sebuah pola yang disebut reduksi anak.

Anak burung menetas dengan bobot hanya 50–60 gram dan berbulu putih berbintik cokelat, berganti menjadi bulu abu-abu gelap setelah sekitar 10 hari. Mereka mulai belajar terbang antara usia 48 hingga 76 hari, dan tetap kembali ke sarang untuk menerima makanan dari induk selama dua hingga delapan minggu setelah itu. Elang tiram mencapai kematangan seksual pada usia sekitar tiga tahun, meski di kawasan dengan kepadatan sarang tinggi mereka mungkin baru berkembang biak pada usia lima hingga tujuh tahun. Usia hidup tertinggi yang tercatat mencapai 32 tahun.

Populasi dan Peran Ekologis

Elang tiram memiliki populasi global yang diperkirakan mencapai 460.000 individu, dengan wilayah jelajah yang mencakup 9.670.000 km² hanya di Afrika dan Amerika. Sebagai pemangsa ikan, spesies ini kemungkinan memberi pengaruh pada populasi ikan lokal, meski dampaknya belum diukur secara pasti.

Sarang elang tiram juga dimanfaatkan oleh banyak spesies burung lain: burung kecil pembuat sarang lubang seperti gagak kilau, walet pohon, dan burung layang-layang membangun sarang di dalam sarang elang tiram, sementara spesies lebih besar seperti bangau biru besar, angsa Kanada, elang botak, dan burung hantu bertanduk besar kadang merebut sarang elang tiram sebelum penghuni aslinya kembali. Di kawasan hutan boreal, elang tiram bahkan bisa bergantung pada berang-berang yang menciptakan kolam dangkal dan pohon mati yang cocok untuk bersarang.

Konservasi dan Ancaman

Elang tiram berstatus Risiko Rendah (Least Concern) menurut IUCN, dengan wilayah jelajah yang luas dan populasi global yang tidak dianggap mendekati ambang penurunan populasi signifikan. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ancaman utama terhadap populasi ini adalah pengumpulan telur dan penembakan terhadap burung dewasa.

Ancaman paling serius datang pada pertengahan abad ke-20 dengan meluasnya penggunaan pestisida DDT, yang mengganggu metabolisme kalsium burung ini dan menyebabkan cangkang telur menjadi tipis, mudah pecah, atau tidak fertil. Akibatnya, sekitar 90% pasangan pembiak menghilang dari pesisir Atlantik antara New York City dan Boston. Setelah DDT dilarang di Amerika Serikat sekitar tahun 1970, populasi elang tiram di banyak wilayah berhasil pulih secara signifikan dan kini mencapai tingkat historisnya kembali.

Di Australia Selatan, terdapat bukti penurunan regional, dengan wilayah bersarang sebelumnya di Spencer Gulf dan Sungai Murray bagian bawah kosong selama beberapa dekade, sementara lokasi sarang di Semenanjung Eyre dan Pulau Kangaroo rentan terhadap gangguan rekreasi pesisir yang tidak terkelola serta perkembangan perkotaan.

Risiko Rendah

Signifikansi Budaya

Nama ilmiah Pandion berasal dari mitologi Yunani tentang seorang raja Athena, sementara haliaetus berarti "elang pemburu ikan" dalam bahasa Yunani. Penulis Romawi Pliny the Elder pernah menulis bahwa induk elang tiram memaksa anaknya terbang menatap matahari sebagai ujian, dan yang gagal akan disingkirkan. Kepercayaan abad pertengahan lain menyebut ikan begitu terpukau oleh elang tiram sehingga menyerah dengan perut menghadap ke atas, sebuah gambaran yang bahkan disinggung Shakespeare dalam Coriolanus.

Dalam puisi rakyat Cina "guan guan ju jiu", elang tiram dijadikan lambang kesetiaan dan keharmonisan antara suami istri karena sifatnya yang sangat monogami. Dalam ilmu lambang atau heraldik, elang tiram biasa digambarkan sebagai elang putih yang membawa ikan di cakar atau paruhnya, dan secara historis dianggap sebagai simbol penglihatan dan kelimpahan; kini burung ini muncul di lebih dari 50 perangko internasional.

Elang tiram juga dijadikan lambang berbagai klub olahraga, dan pada tahun 1994 ditetapkan sebagai burung provinsi Nova Scotia, Kanada. Bulu yang disebut "bulu osprey" pernah menjadi barang penting dalam perdagangan bulu akhir abad ke-19, meski sebenarnya bulu tersebut berasal dari burung kuntul, bukan elang tiram itu sendiri.

Fakta Menarik

  1. Genus Pandion hanya memiliki satu anggota, yaitu elang tiram itu sendiri, meski beberapa otoritas taksonomi mengakui dua spesies dalam genus ini.
  2. Elang tiram dan burung hantu adalah satu-satunya kelompok burung pemangsa yang memiliki jari kaki luar yang bisa dibalik posisinya.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by danikraemer via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Andrew Lai via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Daughter Dad via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jules Reppert via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by louisiv826 via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by kirk gardner via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Brooke J. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Rachel via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by cello caruso-turiello via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by nuthatchnicole via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Aquilinus via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Tilgate Zoo via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Perilaku

  • Predator
  • Soliter
  • Diurnal
  • Migrasi

Diet

  • Pemakan ikan (piscivora)

Klasifikasi

Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Accipitriformes
Famili
Pandionidae
Genus
Pandion
Spesies
Pandion haliaetus

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits
  6. Animal Diversity Web Animal habitat, behavior and diet
  7. AnAge Longevity