Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Elang botak

Haliaeetus leucocephalus

LCRisiko Rendah
Elang botak dewasa bertengger dengan kepala dan ekor putih, tubuh coklat gelap, paruh besar melengkung berwarna kuning, dan mata kuning cerah menatap ke depan.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

Pengukuran

Berat
3,175–3,175 kg
Umur hidup
≤ 48 tahun
Klasifikasi
Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Accipitriformes
Famili
Accipitridae
Genus
Haliaeetus
Spesies
Haliaeetus leucocephalus

Cengkeraman elang botak diperkirakan sepuluh kali lebih kuat daripada genggaman tangan manusia, cukup untuk mengangkat ikan yang beratnya setara dengan tubuhnya sendiri. Haliaeetus leucocephalus adalah burung pemangsa dari famili Accipitridae, sejenis elang laut yang hanya ditemukan secara alami di Amerika Utara. Wilayah jelajahnya mencakup hampir seluruh Kanada dan Alaska, seluruh Amerika Serikat bagian benua, dan Meksiko utara, selalu di sekitar perairan terbuka yang luas dengan pasokan ikan berlimpah. Menurut IUCN Red List, statusnya kini Risiko Rendah (Least Concern).

Kisah spesies ini adalah salah satu keberhasilan konservasi paling nyata di Amerika Utara: dari populasi yang nyaris runtuh akibat perburuan dan pestisida DDT pada pertengahan abad ke-20, elang botak kembali menghuni hampir setiap negara bagian dan provinsi di Kanada dan Amerika Serikat pada tahun 2018. Selain menjadi simbol nasional Amerika Serikat sejak 1782, burung ini juga memegang makna spiritual mendalam bagi banyak bangsa asli Amerika yang telah menghormatinya ribuan tahun sebelum negara itu berdiri.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mudah dikenali adalah kombinasi kepala dan ekor putih bersih yang kontras tajam dengan tubuh berwarna coklat tua merata pada burung dewasa. Paruh besar dan melengkung, kaki, serta iris matanya berwarna kuning cerah. Panjang tubuhnya berkisar 70–102 cm dengan lebar sayap 1,8–2,3 meter dan bobot antara 3 hingga 6,3 kg.

Seperti banyak elang, elang botak menunjukkan dimorfisme seksual pada ukuran tubuh meski warna bulunya identik antara jantan dan betina: betina bisa 25% lebih besar, dengan rata-rata bobot mencapai 5,6 kg dibanding rata-rata 4,1 kg pada jantan. Kakinya tidak berbulu, jari-jarinya pendek namun sangat kuat, dan cakar pada jari belakang (hallux) yang berkembang khusus digunakan untuk menembus bagian vital mangsa saat dicengkeram oleh jari-jari depan.

Burung muda tampak sangat berbeda: bulunya coklat gelap dengan garis-garis putih yang tidak beraturan hingga mencapai usia matang secara seksual pada tahun kelima (kadang tahun keempat, jarang ketiga). Elang botak muda dapat dibedakan dari elang emas (Aquila chrysaetos), satu-satunya burung pemangsa besar non-nasar lain di Amerika Utara, melalui kepala dan paruhnya yang lebih besar dan menonjol, sayap yang lebih rata saat terbang dengan kepakan yang lebih kaku, serta kaki yang tidak sepenuhnya tertutup bulu. Di luar jangkauan aslinya, elang ikan Afrika (Ichthyophaga vocifer) memiliki pola serupa namun dadanya putih dan ujung paruhnya hitam, berbeda dari elang botak.

Ukuran tubuh elang botak mengikuti hukum Bergmann: semakin jauh dari khatulistiwa, semakin besar ukurannya. Populasi di South Carolina rata-rata hanya 3,27 kg dengan lebar sayap 1,88 m, sementara elang dari Alaska bisa mencapai lebih dari 7 kg dengan lebar sayap hingga 2,44 m, menjadikannya salah satu raptor sejati terbesar di Amerika Utara, hanya disaingi oleh elang emas yang rata-rata sedikit lebih berat namun bersayap sedikit lebih panjang.

Distribusi dan Habitat

Elang botak tersebar di hampir seluruh Kanada dan Alaska, seluruh Amerika Serikat bagian benua, dan Meksiko bagian utara, menjadikannya satu-satunya elang laut yang endemik di Amerika Utara. Pada titik populasi terendah di tahun 1950-an, penyebarannya menyusut hanya ke Alaska, Kepulauan Aleutia, Kanada bagian utara dan timur, serta Florida. Sejak itu populasinya meluas kembali, dan pada tahun 2018 spesies ini kembali bersarang di setiap negara bagian benua dan provinsi di Amerika Serikat maupun Kanada.

Habitatnya selalu berkaitan dengan perairan terbuka yang luas seperti pesisir laut, sungai besar, danau, dan rawa, dengan preferensi pada badan air yang kelilingnya lebih dari 11 km atau luasnya lebih dari 10 km². Untuk bersarang dan bertengger, elang ini membutuhkan hutan tua atau hutan matang dengan pohon-pohon tinggi bertajuk terbuka (tutupan kanopi 20–60%) yang berjarak tidak lebih dari 200 meter dari air. Di wilayah tanpa pohon, seperti sebagian Alaska, sarang dibangun di tebing atau bahkan di tanah, sementara di Florida selatan bakau (mangrove) menjadi pengganti pohon konifer. Elang botak juga menghindari area dengan aktivitas manusia yang padat, biasanya bersarang lebih dari 1,2 km dari kawasan berpenduduk sedang hingga tinggi.

Populasi di utara umumnya bermigrasi ke selatan saat perairan membeku pada musim dingin, sementara populasi selatan menetap sepanjang tahun di wilayah kembang biaknya. Data pengamatan bulanan menunjukkan jumlah pengamatan tertinggi terjadi antara Januari dan Mei, lalu menurun tajam pada Juni hingga Agustus sebelum naik kembali menjelang akhir tahun — pola yang selaras dengan musim berkembang biak dan pengumpulan musim dingin, namun angka ini hanya mencerminkan intensitas pengamatan, bukan ukuran populasi sesungguhnya. Salah satu tempat berkumpul musim dingin yang terkenal adalah Squamish, British Columbia, tempat seribu hingga dua ribu ekor elang berkumpul dari November hingga Februari untuk memanfaatkan ikan salmon yang memijah di Sungai Squamish dan Cheakamus.

Peta catatan keberadaan Haliaeetus leucocephalus
Lokasi tercatat · GBIF
888.441
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Perilaku dan Gaya Hidup

Elang botak aktif pada siang hari (diurnal) dan merupakan penerbang ulung yang memanfaatkan arus udara panas (termal) untuk melayang jauh dengan kepakan sayap yang lambat dan berat. Saat melayang atau mengepak, kecepatannya mencapai 56–70 km/jam, sementara saat menukik ia bisa melaju 120–160 km/jam meski jarang menukik vertikal penuh. Sebagian besar waktunya, sekitar 91%, dihabiskan untuk beristirahat, sedangkan hanya sebagian kecil dipakai untuk minum (2,6%), memakan bangkai (2,3%), dan merampas makanan dari elang lain (1,8%). Cuaca berpengaruh besar pada aktivitasnya: hujan menurunkan keberhasilan mencari makan, dan elang cenderung kurang aktif saat angin kencang atau musim dingin.

Di luar musim kawin, elang botak umumnya menyendiri, tetapi dapat berkumpul dalam kelompok besar di lokasi dengan mangsa berlimpah, bahkan bertengger bersama hingga 400 individu dalam satu lokasi. Ukuran wilayah jelajahnya sangat bervariasi, dari serendah 0,5 km² pada populasi di Alaska hingga rata-rata 22 km² (kisaran 6–47 km²) pada populasi di Oregon dan Washington; secara umum, rata-rata wilayah jelajah berkisar 1–2 km² dan tidak banyak berubah antara musim kawin dan bukan musim kawin. Selama musim berkembang biak, pasangan elang menjadi sangat teritorial, mengusir atau memperingatkan sesama elang yang mendekat.

Perilaku migrasinya bersifat parsial dan sangat bergantung pada lokasi: jika perairan di wilayahnya tidak membeku, elang tetap tinggal sepanjang tahun, tetapi begitu sumber makanannya tertutup es ia bergerak ke selatan atau ke pesisir. Populasi dari Kanada umumnya berpindah ke Amerika Serikat, populasi Great Lakes bergerak ke pesisir Atlantik hingga Chesapeake Bay, sementara populasi timur laut bergerak ke pegunungan Appalachia. Burung muda menunjukkan jalur migrasi yang jauh lebih tidak menentu, dan beberapa populasi, seperti di Florida, justru menyebar ke utara setelah musim berkembang biak selesai. Perjalanan migrasi memanfaatkan termal dan koridor geografis seperti Sungai Mississippi, biasanya dilakukan pada siang hari antara pukul delapan pagi hingga enam sore ketika termal terbentuk oleh sinar matahari.

Saat berjalan di darat, elang botak tampak agak kikuk, menggoyangkan tubuhnya dari sisi ke sisi setiap melangkah — sebuah kontras mencolok dengan kelincahannya di udara.

Komunikasi

Berlawanan dengan kesan galak yang sering digambarkan dalam budaya populer, suara elang botak sebenarnya lemah, bernada tinggi, dan tipis. Spesies ini memiliki tiga jenis panggilan utama: chatter yang terdengar seperti rangkaian 'kwit, kwit, kwit, kwit, kee-kee-kee-kee-ker', sebuah wail (rintihan panjang), dan peal, yaitu jeritan panjang bernada tinggi yang dikeluarkan ketika merasa terancam.

Selain suara, elang botak juga berkomunikasi lewat sinyal visual seperti gerakan kepala, gerakan sayap, dan sikap merunduk untuk menunjukkan ancaman. Sepasang elang yang telah berjodoh saling bersuara saat kembali ke sarang, dan menampilkan atraksi terbang yang mencolok sebagai bagian dari ikatan pasangan.

Mata elang botak besar dan menghadap ke depan, memberinya penglihatan binokular yang sangat baik untuk memandu perburuan dan interaksi sosial dari jarak jauh. Indra penciumannya tidak begitu tajam, tetapi burung ini tetap mampu menghindari makanan yang sudah membusuk.

Berburu dan Makanan

Elang botak berburu ikan dengan cara mengintai dari tempat bertengger tinggi sebelum menukik rendah di atas permukaan air dan menyambar mangsa dengan cakarnya tanpa menyelam. Struktur khusus bernama spikula pada jari-jarinya — sama seperti yang dimiliki elang ikan (osprey) — membantunya mencengkeram tubuh ikan yang licin. Kekuatan cengkeramannya diperkirakan sepuluh kali lebih besar daripada genggaman tangan manusia, cukup untuk membawa ikan seberat tubuhnya sendiri saat terbang; namun jika mangsanya terlalu berat, elang bisa tertarik ke air dan harus berenang atau menyeret hasil buruannya ke tepian menggunakan cakarnya, dengan risiko tenggelam atau hipotermia pada beberapa kasus.

Selain ikan, elang botak juga memburu burung air dewasa, anak burung, dan telurnya, termasuk mangsa seberat angsa Kanada yang diserang dan dibunuh di udara. Saat memburu unggas air, ia berulang kali menyerbu targetnya hingga korban lelah karena terus-menerus menyelam untuk menghindar, sampai akhirnya bisa ditangkap. Untuk mangsa besar seperti kelinci jack atau bangau, dua elang terkadang berburu bersama: satu burung mengalihkan perhatian mangsa sementara yang lain menyergap dari belakang.

Komposisi makanannya berubah menurut musim dan lokasi. Ikan yang umum dimangsa antara lain trout pelangi, sidat Amerika, ikan gizzard shad, lele putih, salmon kokanee dan chum, kod Pasifik, serta bass mulut besar. Burung air yang menjadi mangsa mencakup murre biasa, bangau biru besar, angsa salju, angsa Ross, angsa tundra, fulmar utara, auklet, coot Amerika, dan loon biasa. Pada musim dingin, pola makannya bergeser ke bangkai dan mamalia kecil seperti tupai tanah, tikus voles gunung, dan tikus Norwegia, ditambah bangkai mamalia besar seperti rusa wapiti, moose, rusa bagal, karibu, bison, serigala, dan rubah kutub; populasi tertentu bahkan memanfaatkan sisa makanan manusia di tempat pembuangan sampah.

Perilaku merampas makanan (kleptoparasitisme) dari sesama elang atau dari osprey juga umum terjadi, dan cenderung lebih sering dilakukan oleh individu yang lebih tua, sementara burung muda dan lebih kecil lebih memilih berburu sendiri. Ketika makanan berlimpah, elang botak dapat melahap dan menyimpan hingga 1 kg makanan dalam kantung tembolok di lehernya, memungkinkannya berpuasa selama beberapa hari saat mangsa sulit ditemukan. Gangguan manusia di area berburu dapat menekan keberhasilan mencari makan hingga 35%.

Bersarang dan Berkembang Biak

Elang botak bersifat monogami dan diyakini setia pada satu pasangan sepanjang hidup, kecuali salah satu pasangan mati atau menghilang. Pasangan yang berkumpul kembali untuk musim kawin menampilkan atraksi terbang yang spektakuler, termasuk gerakan 'cartwheel' di mana kedua burung mengunci cakar satu sama lain di udara, berputar sambil jatuh bebas, dan melepaskan cengkeraman tepat sebelum mencapai tanah. Elang ini mulai berkembang biak pada usia 4–5 tahun, dan biasanya kembali ke wilayah tempat mereka menetas untuk mencari pasangan.

Pasangan membangun sarang bersama selama 1–3 bulan sebelum bertelur, biasanya di puncak pohon konifer tua dekat air, meski di Florida selatan bakau digunakan sebagai gantinya, dan di beberapa lokasi tanpa pohon sarang dibangun di tebing, tanah, tiang listrik, menara telekomunikasi, bahkan di atas kaktus hecho di Sonora, Meksiko. Karena dipakai berulang dan ditambahi materi setiap tahun, sarang bisa menjadi sangat besar; sarang terbesar yang tercatat, di Florida, berukuran lebar 2,9 m dan dalam 6,1 m dengan bobot mencapai sekitar 2,7 ton. Umur pakai sarang bervariasi menurut wilayah, rata-rata 5 tahun di Florida selatan dan Saskatchewan, hingga 13 tahun di Alaska, dan satu sarang di Midwest dihuni terus-menerus selama 34 tahun. Waktu membangun sarang berbeda antarwilayah: dimulai bulan September di Florida, Februari di Ohio, dan Januari di Alaska.

Elang botak biasanya menghasilkan satu induk telur per musim, berjumlah 1 hingga 3 butir berwarna putih hingga keputihan, dengan rata-rata 2 butir; ukuran telur cenderung lebih besar pada populasi di lintang tinggi. Waktu peneluran juga bervariasi menurut wilayah: di Florida telur dierami mulai Oktober hingga April, sedangkan di Yellowstone dari Maret hingga April. Kedua induk bergantian mengerami telur, meski betina menanggung porsi lebih besar, selama sekitar 35 hari hingga menetas.

Anak elang menetas dalam kondisi semi-altricial dengan bobot sekitar 60 gram, lalu bertambah berat hingga 180 gram per hari, dan diberi makan 4–5 kali sehari oleh kedua induk. Selama empat minggu pertama, anak burung dijaga terus-menerus, dengan induk betina hadir sekitar 90% waktu dibanding 50% pada jantan. Bila ukuran anak sangat berbeda, anak tertua yang lebih besar dan lebih vokal terkadang menyerang bahkan membunuh saudaranya yang lebih kecil, terutama pada awal periode bersarang, meski hampir separuh sarang berhasil menghasilkan dua anak yang berhasil menetaskan sayap. Anak burung mulai terbang meninggalkan sarang pada usia 8–14 minggu, tetapi tetap bergantung pada induknya selama 4 hingga 11 minggu tambahan sebelum benar-benar mandiri.

Populasi dan Peran Ekologis

Sebagai predator puncak, elang botak memengaruhi hampir seluruh anggota jaring makanan di ekosistemnya. Penurunan drastis populasinya pada abad ke-20 yang diikuti pemulihan besar-besaran telah memberi dampak berantai pada spesies lain; kembalinya elang dalam jumlah besar bahkan tercatat menekan populasi murre biasa melalui predasi telur dan anak burung. Elang botak juga diketahui menjadi inang bagi parasit Toxoplasma gondii, protozoa lain, serta cacing dari kelompok trematoda, acanthocephala, dan nematoda.

Setelah pemulihan panjang, populasi Alaska diperkirakan mencapai 20.000 hingga 25.000 individu pada tahun 1993, sementara pada tahun 2006 tercatat sedikitnya 9.789 pasangan berkembang biak di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Di Washington, populasinya melonjak 700% antara tahun 1981 dan 2005, tumbuh sekitar 9% setiap tahun — salah satu bukti nyata betapa cepat spesies ini dapat merespons perbaikan kondisi lingkungan begitu tekanan utamanya dihilangkan.

Konservasi dan Ancaman

Elang botak kini digolongkan berstatus Risiko Rendah (Least Concern) oleh IUCN, mencerminkan populasi yang terus bertambah dan wilayah jelajah yang luas. Status ini jauh berbeda dari kondisinya pada pertengahan abad ke-20, ketika spesies ini masuk dalam daftar dilindungi Undang-Undang Spesies Terancam Punah Amerika Serikat sejak 1978 hingga akhirnya dicabut pada 28 Juni 2007 setelah populasinya dinilai cukup pulih.

Ancaman terbesar secara historis adalah perburuan dan penggunaan pestisida DDT. Diperkirakan sekitar 70.000 elang botak ditembak di Alaska dalam kurun 12 tahun hingga 1930, sebagian karena anggapan keliru bahwa elang memangsa anak domba atau bahkan anak manusia. DDT, yang terakumulasi dalam lemak tubuh predator puncak melalui biomagnifikasi, mengganggu metabolisme kalsium sehingga menghasilkan cangkang telur yang terlalu rapuh untuk menahan bobot induk yang mengerami — akibatnya populasi di 48 negara bagian benua Amerika Serikat, yang diperkirakan berjumlah 300.000–500.000 ekor pada awal abad ke-18, runtuh hingga hanya 417 pasangan pada tahun 1963.

Perlindungan hukum mulai diberlakukan lewat Migratory Bird Treaty Act 1918 dan Bald and Golden Eagle Protection Act 1940, namun populasinya tetap menurun hingga DDT akhirnya dilarang di Amerika Serikat pada 1972 dan di Kanada pada 1989. Setelah itu populasinya melonjak: dari 417 pasangan pada 1963 menjadi 5.748 pasangan pada 1998, dan terus bertambah sejak itu. Ancaman masa kini bergeser ke arah keracunan timbal — lebih dari separuh elang dewasa yang diperiksa di 38 negara bagian AS ditemukan menderita keracunan timbal, terutama akibat memakan bangkai hewan buruan yang masih mengandung serpihan peluru timbal atau alat pancing — selain itu ada risiko tabrakan kendaraan, sengatan listrik dari kabel tegangan, kontaminasi merkuri dan pencemaran dari pembangkit listrik batu bara, serta perubahan iklim global. Pada 2016, otoritas AS bahkan mengusulkan izin bagi perusahaan pembangkit tenaga angin untuk membunuh hingga 4.200 elang botak per tahun tanpa sanksi, empat kali lipat dari batas sebelumnya.

Status konservasi

  1. LC
  2. NT
  3. VU
  4. EN
  5. CR

Risiko Rendah

Signifikansi Budaya

Elang botak telah menjadi simbol nasional Amerika Serikat sejak 1782, melambangkan kebebasan, demokrasi, etika lingkungan, dan alam liar. Gambarnya tersemat pada lambang negara, logo pemerintah, mata uang, dan perangko, dan bahkan tampil pada lambang Filipina sebagai penanda status historisnya sebagai wilayah teritorial Amerika Serikat, meski spesies ini sama sekali tidak berasal dari sana.

Jauh sebelum menjadi simbol negara modern, elang botak sudah menjadi burung sakral bagi berbagai bangsa asli Amerika selama ribuan tahun. Bulunya dianggap sentral dalam banyak upacara spiritual: suku Navajo memakai tulang kaki dan sayapnya untuk peluit seremonial dan meyakini bulunya sebagai pelindung, suku Lakota menghadiahkan bulu elang sebagai simbol kehormatan atas pencapaian seseorang, suku Pawnee memandangnya sebagai simbol kesuburan karena sarangnya yang tinggi dan sifatnya yang melindungi anak dengan gigih, sementara suku Choctaw menganggapnya lambang perdamaian karena dipercaya berhubungan langsung dengan alam atas tempat matahari berada. Dalam ritual Sun Dance suku-suku Plains, elang direpresentasikan lewat cabang tiang pondok tempat upacara berlangsung, peluit dari tulang sayap elang, dan kipas bulu elang yang digunakan dukun untuk menyalurkan kekuatan penyembuhan. Karena nilai spiritual ini, hukum federal AS membatasi kepemilikan bulu elang botak hanya untuk anggota suku asli Amerika yang terdaftar secara resmi, dan sebuah lembaga bernama National Eagle Repository mengumpulkan serta mendistribusikan elang yang mati beserta bulunya kepada suku-suku untuk keperluan keagamaan.

Sebagai spesies yang sangat karismatik, elang botak juga menarik minat besar pengamat burung; pada 1989 diperkirakan 20 hingga 30 juta orang terlibat dalam kegiatan pengamatan burung di Amerika Serikat, dengan nilai ekonomi sekitar 20 miliar dolar per tahun. Ironisnya, dalam film dan televisi suara aslinya yang lemah kerap digantikan dengan lengkingan elang ekor merah (red-tailed hawk) yang jauh lebih nyaring dan terdengar gagah.

Fakta Menarik

  1. Elang botak dapat hidup hingga 48 tahun, usia yang tergolong panjang untuk burung pemangsa berukuran besar.
  2. Di Sonora, Meksiko, beberapa pasangan elang botak diketahui bersarang di puncak kaktus hecho (Pachycereus pectin-aboriginum) alih-alih di pohon.
  3. Spesies ini pernah tercatat sebagai pengunjung liar jauh di luar wilayah aslinya: seekor ditembak secara ilegal di Irlandia pada 1973, seekor lagi ditangkap dalam keadaan lemah di Irlandia pada 1987, dan satu catatan di Wales pada 1978 masih diperdebatkan asal-usulnya.
  4. Saat memburu angsa yang sedang terbang, elang botak kadang menyusulnya dari belakang, membalikkan tubuh di udara, lalu menghantamkan cakarnya langsung ke dada mangsa.

Ekologi

Habitat

  • Lahan basah
  • Pesisir
  • Hutan
  • Air Tawar

Perilaku

  • Predator
  • Teritorial
  • Migrasi
  • Pemakan bangkai

Diet

  • Pemakan ikan (piscivora)

Foto

20 foto
1 / 20
Elang botak dewasa bertengger dengan kepala dan ekor putih, tubuh coklat gelap, paruh besar melengkung berwarna kuning, dan mata kuning cerah menatap ke depan.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipediaEncyclopedia of LifeAnimal Diversity WebAnAge