Berbeda dari kebanyakan kodok yang bergerak dengan melompat, Epidalea calamita justru berjalan dengan langkah cepat karena kakinya yang relatif pendek, memberinya gaya berjalan yang khas dan mudah dikenali.
Spesies ini adalah anggota famili Bufonidae yang berasal dari kawasan berpasir dan lahan heath di Eropa. Secara global, statusnya dinilai Risiko Rendah (Least Concern) oleh IUCN, meski beberapa populasi regional menghadapi tekanan serius akibat hilangnya habitat.
Kombinasi antara penampilan bergaris kuning yang mencolok, suara kawin yang keras, dan ketergantungannya pada kolam-kolam sementara di lahan pasir membuat kodok ini menjadi salah satu amfibi paling khas di benua Eropa.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Epidalea calamita adalah garis kuning yang memanjang tepat di tengah punggungnya, membentang dari kepala hingga bagian belakang tubuh.
Kodok dewasa berukuran 60–70 mm, tergolong sedang untuk ukuran kodok Eropa. Tubuhnya berbentuk kokoh dengan kaki yang relatif pendek dibandingkan kodok lain, sehingga ia bergerak dengan berjalan cepat alih-alih melompat.
Selain garis kuning, spesies ini memiliki sepasang kelenjar paratoid di belakang kepala yang tersusun sejajar satu sama lain. Ciri inilah yang membantu membedakannya dari kodok umum (Bufo bufo), yang tidak memiliki garis punggung kuning dan susunan kelenjar paratoidnya berbeda.
Distribusi dan Habitat
Epidalea calamita tersebar di 17 negara Eropa, menempati beragam habitat berpasir dan lahan heath. Di banyak wilayah, keberadaannya sangat bergantung pada jenis tanah yang lepas dan terbuka.
Di Britania Raya, populasi kodok ini kini hampir seluruhnya terbatas pada situs-situs pesisir. Di Irlandia, spesies ini adalah satu-satunya jenis kodok asli, dengan populasi ditemukan di County Kerry (Semenanjung Dingle dan Derrynane) serta di County Wexford, tempat spesies ini diperkenalkan ke sebuah situs bukit pasir.
Di daratan utama Eropa, terutama di bagian selatan wilayah persebarannya, kodok ini justru hidup lebih jauh dari pantai, menghuni berbagai habitat pedalaman.
Data pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan tajam antara bulan April hingga Juni, dengan puncak pada Mei, sebelum menurun stabil hingga akhir tahun. Pola ini kemungkinan besar mencerminkan periode kemunculan dan aktivitas kawin yang tinggi, bukan gambaran lengkap tentang kepadatan populasi atau sebaran penuhnya.

Reproduksi dan Siklus Hidup
Musim kawin Epidalea calamita berlangsung antara akhir April hingga Juli, saat kodok jantan dan betina bertemu di kolam-kolam dangkal dan hangat untuk bertelur dalam bentuk untaian panjang.
Karena populasi spesies ini sering hidup dalam jumlah kecil di suatu area, panggilan kawin yang keras menjadi sangat penting agar jantan dan betina dapat saling menemukan satu sama lain di tengah lanskap yang luas.
Proses bertelur hanya dapat terjadi di kolam dengan dasar yang sedikit landai dan vegetasi yang jarang, baik di tepi maupun di dalam air. Karena kolam semacam ini sering bersifat sementara, tidak jarang berudu mati akibat kolam mengering sebelum sempat berkembang sepenuhnya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Epidalea calamita menyebar masa kawinnya sepanjang musim panas. Akibatnya, pada bulan September, anakan kodok yang ditemukan bisa berusia antara satu hingga tiga bulan. Kodok yang berkembang biak lebih awal jarang kawin lagi di musim yang sama, meski beberapa betina tercatat bertelur dua kali dalam setahun.
Konservasi dan Ancaman
Secara global, Epidalea calamita dinilai Risiko Rendah (Least Concern) oleh IUCN, namun status ini menyembunyikan tekanan berat yang dialami beberapa populasi regional, khususnya di Britania Raya dan Irlandia.
Ancaman utama terhadap spesies ini meliputi hilangnya habitat akibat kepadatan penduduk manusia, kerusakan dan penyusutan lahan heath dataran rendah, berkurangnya garis pantai yang layak huni karena pembangunan tanggul dan dinding laut, serta pengasaman habitat perairan akibat hujan asam dan pencemaran lainnya.
Di Inggris, status terancamnya membuat spesies ini dimasukkan dalam Rencana Aksi Biodiversitas nasional sebagai salah satu dari tiga amfibi yang dilindungi, dengan habitat bukit pasirnya dijaga melalui sejumlah cagar alam nasional seperti Hoylake, Ainsdale Sand Dunes, North Walney, dan Sandscale Haws. Di Skotlandia, populasi yang tersisa terpusat di Solway Firth dengan cagar alam di Caerlaverock, sementara di Wales spesies ini pernah punah pada abad ke-20 sebelum berhasil diperkenalkan kembali. Di Irlandia, spesies ini dianggap terancam, dan sejak proyek tahun 2021 yang melibatkan Fota Wildlife Park serta National Parks and Wildlife Service, sebanyak 6.000 anak kodok telah dilepaskan kembali ke habitat alaminya di County Kerry.
Status konservasi
- LC
- NT
- VU
- EN
- CR
Risiko Rendah
Fakta Menarik
- Di beberapa bagian Eropa, kehadiran Epidalea calamita di dekat rumah dipercaya sebagai pertanda cuaca, keberuntungan, atau perlindungan rumah tangga, terkait dengan sifatnya yang tersembunyi di malam hari dan kemunculannya yang tiba-tiba setelah hujan.
- Karena sering hidup dalam kelompok kecil yang tersebar, kodok ini mengandalkan panggilan kawin yang sangat keras agar pasangan dapat saling menemukan di lanskap pasir yang luas.
Ekologi
Habitat
- Lahan basah
- Pesisir
- Semak Belukar
- Air Tawar
Perilaku
- Nokturnal



