Hingga beberapa dekade lalu, Hyla arborea dianggap tersebar dari Eropa hingga Asia dan Afrika utara, tetapi analisis genetik molekuler kini memisahkan banyak populasi tersebut menjadi spesies-spesies baru, sehingga jangkauan sejati Hyla arborea menyusut menjadi wilayah Eropa dari Prancis hingga Polandia dan Yunani.
Hyla arborea adalah amfibi kecil dari ordo Anura dan famili Hylidae, hidup di rawa, padang rumput lembap, tepi sungai, dan taman di seluruh Eropa. Menurut IUCN, statusnya saat ini Risiko Rendah (Least Concern).
Meski belum terancam punah, spesies ini menyimpan sejumlah keunikan biologis yang membuatnya menarik untuk dipelajari, mulai dari kulit yang dapat berubah warna hingga umur yang jauh lebih panjang dari perkiraan bagi katak seukurannya.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Hyla arborea adalah garis cokelat gelap yang membentang dari mata hingga pangkal paha, memisahkan tegas warna hijau di bagian punggung dari warna putih kekuningan di bagian perut.
Jantan berukuran 32-43 mm, sedangkan betina sedikit lebih besar, 40-50 mm. Tubuhnya ramping dengan kaki yang panjang; kulit punggung licin, sedangkan kulit perut bertekstur granular.
Warna punggung bervariasi dari hijau cerah, hijau zaitun, abu-abu, cokelat, hingga kuning, berubah-ubah mengikuti suhu, kelembapan, dan bahkan suasana katak itu sendiri. Betina memiliki tenggorokan putih, sementara jantan bertenggorokan cokelat keemasan dengan kantung suara besar yang dapat mengembang saat berkoar.
Kepalanya bulat dengan bibir yang menurun tajam, pupil berbentuk elips horizontal, dan gendang telinga (timpanum) terlihat jelas. Cakram lengket di ujung jari-jarinya, yang digunakan untuk memanjat pohon dan semak, menjadi penanda khas, sementara kaki belakang yang jauh lebih besar dan kuat dari kaki depan memungkinkan lompatan jauh.
Distribusi dan Habitat
Hyla arborea ditemukan di hampir seluruh Eropa, kecuali Inggris, serta secara historis meluas ke Afrika barat laut dan Asia beriklim sedang hingga Jepang, meski populasi-populasi di luar Eropa itu kini dipisahkan sebagai spesies tersendiri. Wilayah asalnya mencakup puluhan negara, dari Portugal dan Prancis di barat hingga Rusia dan Turki di timur, serta dari Swedia di utara hingga Yunani dan Siprus di selatan.
Di Inggris, spesies ini pernah diperkenalkan namun statusnya dianggap non-asli dan kini diduga telah punah di sana.
Habitatnya meliputi rawa, padang rumput lembap, hamparan alang-alang, taman, kebun anggur, kebun buah, tepi sungai, dan tepi danau, baik di hutan lembap maupun hutan kering. Spesies ini cenderung menghindari hutan yang gelap dan lebat, tetapi cukup tahan terhadap periode kering sehingga kadang ditemukan di habitat yang relatif kering.
Data pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan tajam pada Mei (sekitar 47.800 pengamatan) dan Juni, kemudian menurun drastis memasuki musim gugur dan musim dingin. Pola ini kemungkinan mencerminkan aktivitas dan keterlihatan katak yang meningkat selama musim kawin, bukan gambaran lengkap kepadatan populasinya, karena data pengamatan hanya mencatat kehadiran, bukan jumlah individu.

Perilaku dan Gaya Hidup
Sejak lama, Hyla arborea digunakan sebagai semacam 'barometer' alami karena kebiasaannya berkoar menjelang hujan turun. Warna kulitnya, yang bisa berkisar dari hijau cerah hingga zaitun, abu-abu, cokelat, atau kuning, berubah tergantung subspesies, suhu, kelembapan, dan bahkan suasana katak itu sendiri.
Katak ini memangsa berbagai artropoda kecil seperti laba-laba, lalat, kumbang, kupu-kupu, dan ulat licin. Kemampuannya melakukan lompatan jauh memungkinkannya menangkap serangga yang terbang cepat, yang menjadi bagian terbesar dari makanannya.
Saat cuaca dingin, Hyla arborea berhibernasi di dalam tembok, ruang bawah tanah, di bawah bebatuan, di antara tumpukan vegetasi, atau terkubur dalam timbunan daun dan kotoran hewan.
Reproduksi dan Siklus Hidup
Musim kawin Hyla arborea berlangsung dari akhir Maret hingga Juni, di perairan tenang seperti danau, kolam, rawa, waduk, dan kadang genangan air sementara. Jantan berkoar keras bahkan sambil bermigrasi menuju kolam kawin, dan sering berpindah dari satu kolam pemijahan ke kolam lain, bahkan dalam satu musim kawin yang sama.
Setelah hujan musim semi, jantan memanggil betina dari vegetasi rendah atau kolam dangkal. Betina meletakkan 800 hingga 1.000 telur dalam gumpalan seukuran buah kenari, dengan diameter tiap telur sekitar 1,5 mm.
Telur menetas dalam 10-14 hari. Berudu kemudian bermetamorfosis menjadi katak muda setelah sekitar tiga bulan, dengan puncak metamorfosis terjadi pada akhir Juli hingga awal Agustus.
Di alam, Hyla arborea umumnya dapat hidup hingga 15 tahun, meski catatan umur maksimum yang tercatat mencapai 22 tahun.
Konservasi dan Ancaman
IUCN menggolongkan Hyla arborea sebagai Risiko Rendah (Least Concern), mengingat penyebarannya yang luas dan populasi yang diperkirakan masih besar sehingga belum memenuhi kriteria kategori yang lebih terancam. Namun, tren populasinya tercatat menurun.
Ancaman utama meliputi fragmentasi dan kerusakan habitat, pencemaran lahan basah, predasi oleh ikan seperti ikan trout yang diintroduksi ke kolam-kolam kawinnya, penangkapan untuk perdagangan hewan peliharaan, dan perubahan iklim. Faktor lain yang turut disebut berperan dalam penurunan populasi adalah peningkatan radiasi UVB serta pencemaran oleh pestisida dan pupuk, baik dari sumber lokal maupun yang menyebar jauh.
Sejak tahun 1980-an, restorasi habitat telah berhasil meningkatkan kembali populasi di beberapa wilayah. Upaya lain mencakup pembangunan kolam pemijahan baru, penciptaan koridor habitat yang menghubungkan lokasi-lokasi pembiakan, serta program reintroduksi yang telah berhasil di Swedia, Latvia, dan Denmark. Perlindungan habitat terbukti menjadi pendekatan paling penting untuk menjaga kelangsungan populasi Hyla arborea.
Status konservasi
- LC
- NT
- VU
- EN
- CR
Risiko Rendah
Signifikansi Budaya
Nama genus Hyla berasal dari kata Yunani 'hyle', yang berarti 'hutan' atau 'kayu'. Nama ini merujuk pada Hylas, sahabat muda Herakles dalam mitologi Yunani yang dikenal karena kecantikannya dan hilang secara tragis saat mengambil air, sebuah kisah yang menghubungkan nama genus ini dengan citra alam, hutan, dan keindahan masa muda.
Secara taksonomi, nama genus ini bergender feminin, dan analisis filogenetik berbasis parsimoni menempatkan Hyla arborea bersama dua spesies Eurasia lain, Hyla annectans dan Hyla savignyi, dalam satu klad yang menjadi kerabat dekat kelompok besar spesies Hyla di Amerika Utara serta Hyla japonica dari Asia.
Fakta Menarik
- Nama genus Hyla diambil dari Hylas, sahabat Herakles dalam mitologi Yunani yang hilang secara misterius saat mengambil air.
- Seleksi seksual pada Hyla arborea tidak hanya ditentukan oleh pilihan betina, tetapi juga oleh persaingan antarjantan, sebuah pola yang jarang dipelajari pada genus Hyla.
- Secara filogenetik, Hyla arborea lebih dekat kekerabatannya dengan Hyla japonica dari Jepang dan belasan spesies Hyla di Amerika Utara dibandingkan dengan katak pohon tropis lain.
Ekologi
Habitat
- Lahan basah
- Hutan
- Air Tawar
- Padang Rumput
Perilaku
- Predator
- Hibernasi
- Arboreal
Diet
- Insektivora



