Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Hedera helix

Hedera helix

Belum ada nama umum tercatat

Tanaman merambat hijau abadi dengan daun berlekuk lima yang menempel pada batu bata menggunakan akar-akar udara kecilFoto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

Sekilas

Dikenal karena
Lahan basahHutanKawasan BerhutanPerkotaanTumbuhan merambat
Klasifikasi
Filum
Tracheophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Apiales
Famili
Araliaceae
Genus
Hedera
Spesies
Hedera helix

Hedera helix mampu merambat setinggi 20 hingga 30 meter di batang pohon, tebing, atau dinding, namun tanaman yang sama bisa saja tumbuh merayap datar sebagai penutup tanah bila tidak ada permukaan tegak untuk dipanjat. Kemampuan ganda ini menjadikannya salah satu tumbuhan merambat paling adaptif di kawasan beriklim sedang.

Tumbuhan berbunga anggota famili Araliaceae ini berasal dari sebagian besar Eropa dan sebagian Asia barat. Ia tumbuh sebagai vine hijau abadi yang menempel pada batang pohon, tembok, dan pagar, baik di taman, lahan terlantar, maupun habitat liar. Di luar wilayah aslinya, tanaman yang lepas dari budidaya kerap menjadi liar (naturalisasi), sehingga Hedera helix menarik untuk diamati baik sebagai tanaman hias yang populer maupun sebagai spesies dengan makna budaya yang panjang.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mudah dikenali dari Hedera helix adalah perbedaan mencolok antara dua bentuk daunnya. Pada batang muda yang merambat atau menjalar, daun berbentuk palmatus dengan lima lekukan; sementara pada batang dewasa yang berbunga dan biasanya berada tinggi di puncak pohon atau tebing yang terkena sinar matahari penuh, daunnya berbentuk hati (cordate) tanpa lekukan.

Daun tersusun berselang-seling (alternate), berukuran 50–100 mm dengan tangkai daun sepanjang 15–20 mm. Sebagai tumbuhan merambat, spesies ini dapat mencapai tinggi 20–30 meter bila tersedia permukaan yang cocok seperti pohon, tebing, atau dinding; tanpa permukaan tegak, ia tumbuh sebagai penutup tanah.

Tanaman ini memanjat menggunakan akar-akar udara kecil (aerial rootlets) yang membentuk bantalan menempel kuat pada substrat. Kemampuan memanjatnya lebih baik pada permukaan yang gelap, kasar, dan tidak memantulkan cahaya, dengan pH mendekati netral; tanaman ini juga menyukai lokasi lembap dan teduh serta menghindari paparan sinar matahari langsung yang dapat membuatnya mengering di musim dingin.

Bunga muncul dari akhir musim panas hingga akhir musim gugur, berukuran kecil, tersusun dalam payung (umbel) berdiameter 3–5 cm, berwarna hijau kekuningan. Buahnya berupa buni (berry) berdiameter 6–8 mm, berwarna ungu-hitam hingga jingga-kuning, matang pada akhir musim dingin, dengan satu hingga lima biji di setiap buah.

Distribusi dan Habitat

Hedera helix berasal dari kawasan yang membentang dari Irlandia di sebelah barat, ke arah timur laut hingga Skandinavia selatan, ke selatan sampai Portugal, dan ke timur hingga Ukraina, Iran, serta Turki utara. Di Britania Raya, spesies ini sangat umum dan tersebar luas, meski tidak ditemukan di Pulau Man dan Kepulauan Channel.

Batas persebaran alaminya di utara dan timur kira-kira mengikuti garis isoterm musim dingin -2°C; di luar batas ini spesies ivy lain menggantikannya. Hedera helix sendiri cukup tahan dingin dan dapat bertahan pada suhu serendah -23,3°C. Tanaman ini jarang ditemukan pada elevasi tinggi; di Pegunungan Alpen, ia jarang melampaui ketinggian sekitar 1.250 meter, dan distribusinya diperkirakan dibatasi oleh toleransinya yang terbatas terhadap embun beku.

Di habitat aslinya maupun di kawasan tempat ia menjadi liar seperti Amerika Utara, Hedera helix tumbuh di hutan gugur daun, hutan riparian di sepanjang sungai, hutan campuran konifer-gugur daun, semak belukar, tepi hutan, tepi jalan, area berbatu, dan lahan basah. Ia juga sangat umum di hutan perkotaan dan lahan terganggu, sering tumbuh bersama spesies non-asli lain. Tanaman ini toleran terhadap berbagai jenis tanah dan tingkat kelembapan, dari lahan kering hingga dataran banjir, meski pertumbuhannya bisa melambat di tanah yang terlalu basah dibanding di lahan kering.

Data jumlah pengamatan bulanan dari GBIF, yang hanya mencerminkan keberadaan tanaman dan bukan kelimpahan populasinya, menunjukkan pola musiman: pengamatan meningkat tajam mulai Maret, mencapai puncak sekitar Mei (142.308 pengamatan), lalu menurun bertahap hingga titik terendah pada November-Desember (sekitar 35.000–37.000 pengamatan). Pola ini kemungkinan mencerminkan aktivitas pengamatan manusia pada musim semi dan panas, bukan perubahan jumlah tanaman itu sendiri.

Peta catatan keberadaan Hedera helix
Lokasi tercatat · GBIF
142.308
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia

Hedera helix paling luas dimanfaatkan sebagai tanaman hias, ditanam untuk menutupi dinding dan fasad bangunan. Pemerintah Bavaria bahkan merekomendasikan penanaman ivy pada bangunan karena kemampuannya mendinginkan interior saat musim panas, memberi insulasi di musim dingin, serta melindungi dinding dari kelembapan tanah dan fluktuasi suhu. Lebih dari 30 kultivar telah diseleksi untuk sifat daunnya, seperti warna kuning, putih, belang-belang (contohnya 'Glacier'), daun berlekuk dalam (contohnya 'Sagittifolia'), hingga batang berwarna ungu dan pertumbuhan kerdil yang lambat.

Di wilayah asalnya, tanaman ini sangat bernilai bagi satwa liar: bunganya dikunjungi oleh lebih dari 70 spesies serangga penghisap nektar, sementara buahnya dimakan oleh sedikitnya 16 spesies burung. Dedaunannya yang lebat memberi tempat berlindung sepanjang tahun dan juga dimakan rusa. Secara historis, daun dan buahnya pernah dikonsumsi sebagai obat batuk dan bronkitis; pada 1597, ahli herbal Inggris John Gerard menganjurkan air rendaman daun ivy untuk mencuci mata yang sakit atau berair. Saat ini, ekstrak daunnya masih menjadi bahan dalam obat batuk modern, dengan bukti terbaik untuk meredakan batuk sebagai ekspektoran.

Di sisi lain, sifat merambatnya yang cepat dan menempel kuat dapat merusak batu bata, talang air, dan menyembunyikan kerusakan struktural bangunan, sehingga penanamannya perlu direncanakan dengan hati-hati.

Fakta Menarik

  1. Dalam mitologi Mesir kuno, ivy dianggap suci bagi Osiris, dewa kesuburan dan penguasa dunia bawah.
  2. Dalam mitologi Yunani dan Romawi, ivy bersama tanaman anggur menjadi atribut dewa anggur Dionysus.
  3. Kehadirannya dalam rangkaian bunga pengantin hingga kini melambangkan kesetiaan, meneruskan makna simbolisnya yang sudah berlangsung selama berabad-abad.
  4. Ekstrak Hedera helix terbukti sangat efektif menghambat patogen fire blight Erwinia amylovora hingga tujuh hari, dengan efektivitas setara bahan kimia acibenzolar-S-methyl.
  5. Nama sinonim untuk spesies ini antara lain Hedera acuta, Hedera arborea ("ivy pohon"), Hedera baccifera, dan Hedera grandifolia, dengan nama umum lain seperti bindwood dan lovestone.

Ekologi

Habitat

  • Lahan basah
  • Hutan
  • Kawasan Berhutan
  • Perkotaan

Bentuk pertumbuhan

  • Tumbuhan merambat

Foto

20 foto
1 / 20
Tanaman merambat hijau abadi dengan daun berlekuk lima yang menempel pada batu bata menggunakan akar-akar udara kecilFoto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipediaEncyclopedia of Life