Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Lactarius deliciosus

Belum ada nama umum tercatat

Jamur Lactarius deliciosus termasuk salah satu anggota genus jamur susu Lactarius yang paling dikenal. Jamur ini berasal dari Eropa, tetapi telah masuk secara tidak sengaja ke berbagai wilayah lain bersama pohon pinus.

Jamur ini termasuk kelas Agaricomycetes dan famili Russulaceae. Ia hidup bersimbiosis dengan akar pinus, sehingga keberadaannya bergantung pada pohon inangnya.

Spesies ini menarik untuk dipelajari karena hubungannya yang erat dengan pinus dan sejarah panjangnya sebagai bahan pangan.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri paling mudah dikenali adalah tudung berwarna oranye wortel yang bentuknya cembung hingga menyerupai vas. Pada usia muda tepi tudung melengkung ke dalam. Tudung bisa mencapai 3 hingga 20 cm, sering memperlihatkan garis oranye tua yang membentuk lingkaran konsentris.

Saat basah, permukaan tudung terasa lengket, tetapi sering kali kering. Bilah berwarna oranye tersusun rapat dan turun sepanjang tangkai. Tangkai pendek berwarna oranye, sering berongga, dengan panjang 2 hingga 8 cm dan tebal 1 hingga 2,5 cm.

Daging dan bilah akan berubah menjadi hijau tua ketika disentuh. Saat masih segar, jamur ini mengeluarkan getah oranye-merah yang tidak berubah warna. Serbuk spora berwarna krem.

Beberapa spesies mirip perlu dibedakan. Lactarius rubrilacteus berubah menjadi biru dan mengeluarkan getah merah. Lactarius olympianus memiliki getah putih dan rasa tidak enak. Lactarius thyinos berwarna oranye tetapi tidak menjadi hijau saat disentuh. Lactarius salmoneus memiliki tudung putih.

Distribusi dan Habitat

Secara alami, Lactarius deliciosus tumbuh di bawah tanaman konifer pada tanah masam. Di Pegunungan Pirenea bagian selatan, jamur ini tumbuh di bawah pinus Mediterania. Sebarannya juga meliputi cekungan Mediterania, termasuk Portugal, Bulgaria, Spanyol, Yunani, Italia, Siprus, dan Prancis.

Di Turki, jamur ini dikumpulkan dan dijual di Provinsi İzmir di barat daya dan Provinsi Antalya di pesisir selatan. Di Siprus, jumlah besarnya tumbuh di hutan pinus hitam dan pinus brutia dataran tinggi Pegunungan Troodos.

Di luar Eropa, jamur ini diperkenalkan ke Chili, Australia, dan Selandia Baru, tempat ia tumbuh di perkebunan Pinus radiata. Jamur ini juga masuk ke Afrika Selatan. Di Australia, lokasi pengumpulan yang populer antara lain sekitar Macedon di Victoria, Mount Crawford di Adelaide Hills, kawasan Oberon di New South Wales, dan hutan pinus di Australian Capital Territory.

Pengamatan menunjukkan kemunculan jamur ini paling sering terjadi pada bulan September dan Oktober. Di hutan pinus Siberia dan perkebunan pinus, habitatnya dianggap cocok.

Peta catatan keberadaan Lactarius deliciosus
Lokasi tercatat · GBIF
5.691
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Di Semenanjung Iberia, Lactarius deliciosus dikumpulkan secara luas. Dalam masakan Spanyol, jamur ini dipakai sebagai bahan makanan. Jamur ini dikumpulkan dari Agustus hingga awal Oktober di Belahan Bumi Utara, dan dari April hingga Juni di Belahan Bumi Selatan.

Di Rusia, jamur ini sangat digemari. Ke arah utara dan timur, jamur ini menjadi ciri khas masakan Provençal di Prancis. Di India, jamur ini termasuk dalam sepuluh jamur yang paling banyak dikonsumsi oleh suku-suku asli di Meghalaya.

Nama ilmiahnya, deliciosus yang berarti 'lezat', diduga berasal dari kekeliruan Linnaeus yang mengira jamur ini sebagai spesies lain. Dalam gerakan pencari pangan liar yang peduli iklim, jamur ini dipandang sebagai bahan yang kaya budaya dan berkelanjutan. Jamur ini juga dikenal sebagai pangan bergizi dan obat, dengan aktivitas antihiperglikemik, pengatur imun, dan antitumor.

Fakta Menarik

  1. Nama jenisnya, deliciosus, berarti lezat. Nama ini mungkin diberikan karena Linnaeus keliru mengenalnya sebagai spesies lain.
  2. Ketika ditumbuhkan dalam kultur cair, miseliumnya menghasilkan campuran asam lemak dan senyawa seperti ergosterol serta dipeptida siklik.
  3. Lactarius deterrimus sering disebut sebagai jamur yang paling mirip. Ia tumbuh di tempat yang sama, tetapi tudungnya lebih abu-abu dan bilahnya kurang cerah. Rasanya sedikit pahit, tetapi tetap aman dimakan.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by K.P. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Igor Balashov via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by relew via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Виктория Билоус via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Marius K. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Piotr Panek via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Tyler Hacking via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Andrejus Gaidamavičius via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Марина Давлетшина via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Ewa Olchanowska via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Евгений Маринкин via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Habitat

Klasifikasi

Filum
Basidiomycota
Kelas
Agaricomycetes
Ordo
Russulales
Famili
Russulaceae
Genus
Lactarius
Spesies
Lactarius deliciosus

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract