Lafasah arktik (Salvelinus alpinus) adalah ikan air dingin yang hidup paling jauh ke utara di antara semua ikan air tawar di dunia. Ikan ini termasuk famili Salmonidae dan mendiami danau pegunungan serta perairan pesisir Arktik dan subarktik di kawasan Holarktik. Beberapa populasinya bersifat anadromus, hidup di air tawar saat muda lalu beralih ke laut setelah dewasa.
Usia maksimumnya yang diketahui mencapai , dan angka ini biasanya berasal dari ikan yang dipelihara di penangkaran. Status konservasinya menurut IUCN adalah Berisiko Rendah. Ikan ini menarik dipelajari karena bentuk dan warnanya sangat bervariasi antarpopulasi, serta karena kemampuannya bertahan di lingkungan dingin.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling berguna adalah warna tubuh yang berubah mengikuti musim dan kondisi danau tempat ikan hidup. Bagian punggung berwarna gelap, sedangkan bagian perut bervariasi dari merah, kuning, hingga putih. Warna dagingnya dapat berkisar dari merah cerah hingga merah muda pucat.
Ukurannya terbagi dua bentuk yang jelas. Ikan kerdil rata-rata panjangnya sekitar 8 cm dan beratnya 0,2 hingga 2,3 kg. Ikan raksasa beratnya 2,3 hingga 4,5 kg dengan panjang rata-rata sekitar 40 cm. Ikan yang umum dijual di pasar biasanya berbobot 1 hingga 2,5 kg.
Jantan dan betina berukuran sama. Perbedaan baru terlihat saat matang seksual, ketika jantan berkembang rahang bengkok yang disebut kype dan berwarna merah cerah, sedangkan betina tetap keperakan.
Distribusi dan Habitat
Ikan ini ditemukan hampir melingkar di kawasan kutub utara, mencakup pantai Arktik dan subarktik serta danau-danau di dataran tinggi. Secara umum ikan ini hidup di Kanada Arktik, Greenland, Islandia, Skandinavia, Siberia, dan Alaska.
Ada tiga pola hidup: menetap di danau, hidup di sungai, dan anadromus. Populasi yang berada di atas 65 derajat lintang utara umumnya anadromus. Anakan hidup di air tawar selama satu hingga sembilan tahun pertama. Pada musim panas, ikan dewasa bermigrasi ke laut dan berada di zona pesisir serta pasang surut, lalu kembali ke danau yang membeku melalui muara dan perairan payau. Migrasi ke laut berlangsung dari pertengahan Juni hingga pertengahan Juli, dan sekitar dua bulan kemudian ikan kembali ke air tawar untuk berkembang biak dan bertahan melewati musim dingin.
Sebagian besar ikan berada di kedalaman 0 hingga 1 meter, dan sebagian kecil sampai 3 meter dari permukaan. Kedalaman terdalam yang pernah ditemukan mencapai 16 meter. Populasi yang menetap di danau sering berenang lebih dalam pada musim panas untuk mencari air yang lebih dingin.
Ikan ini juga hidup di Danau Pingualuit di Semenanjung Ungava, Quebec. Danau ini berada di kawah tumbukan yang terbentuk sekitar 1,4 juta tahun lalu. Sejak glasiasi terakhir, perubahan permukaan air diduga menghubungkan danau dengan aliran glasial dan sungai di sekitarnya, sehingga ikan dapat berenang ke hulu. Di Danau Hazen, ikan ini adalah satu-satunya ikan yang ada.

Perilaku dan Gaya Hidup
Ikan ini aktif berenang dan termasuk spesies migran. Saat bermigrasi, ikan sering berkumpul dalam kelompok, dan dalam kehidupan sehari-hari ia bersifat sosial dengan hierarki dominasi.
Ikan ini makan pada siang dan malam hari. Ikan dalam famili Salmonidae umumnya dianggap pemburu visual, tetapi lafasah arktik sering mengandalkan rasa dan sentuhan dibanding penglihatan.
Pada musim kawin, jantan bersifat soliter dan mempertahankan wilayah. Jantan yang lebih besar mempertahankan dominasinya. Ukuran wilayah bertambah seiring ukuran tubuh dan berkurang ketika makanan melimpah. Wilayah antarindividu sering saling tumpang tindih dan tidak selalu dipertahankan secara eksklusif. Luas jelajah ikan belum pernah diukur secara pasti.
Komunikasi
Ikan ini memiliki gurat sisi yang membantunya mendeteksi gerakan dan getaran di sekitar tubuhnya. Getaran dan sentuhan menjadi saluran penting dalam interaksi sehari-hari.
Saat musim kawin, komunikasi utama adalah lewat indra penciuman. Jantan melepaskan feromon yang menarik betina yang siap ovulasi. Di Ellidavatn, danau dekat Reykjavík di Islandia, penelitian Björnsson (2001) menemukan bahwa ikan lebih mengandalkan rasa dan sentuhan dibanding penglihatan.
Ikan juga mampu membedakan bau. Olsén dkk. (2002) mengamati bahwa ikan memilih air yang berbau saudara kandungnya dibanding air yang berbau ikan bukan saudara. Vilhunen dan Hirvonen (2003) menemukan bahwa sebagian anakan sangat peka terhadap bau predator, dan responsnya menyesuaikan dengan isyarat kimia dari berbagai predator ikan serta jenis mangsanya.
Makanan dan Nutrisi
Pola makan lafasah arktik berbeda menurut lokasi. Secara umum ikan ini bersifat oportunis. Di laut, makanan utamanya adalah kopepoda Calanus finmarchicus dan krill. Di danau, ikan ini terutama memakan serangga dan zoobentos. Di Labrador utara, makanan utamanya termasuk ikan Mallotus villosus dan ikan kecil Triglops murrayi.
Selain itu, ikan ini juga memakan telur ikan, serangga, moluska, zooplankton, amfipoda, dan krustasea air lainnya. Ikan raksasa kadang memakan anak-anaknya sendiri, begitu pula ikan kerdil.
Reproduksi dan Siklus Hidup
Jantan biasanya kawin dengan lebih dari satu betina dalam satu musim. Jantan menjaga betina atau mencoba kawin secara diam-diam dengan betina yang sedang dijaga oleh jantan lain. Sebelum bertelur, jantan membangun dan mempertahankan wilayah, lalu betina memilih lokasi di dalam wilayah itu dan menggali sarangnya.
Saat berkembang biak, jantan mengitari betina, lalu bergerak berdampingan dengan betina sambil bergetar. Telur dan cairan sperma dilepaskan bersama ke dalam lubang sarang, sehingga pembuahan terjadi di luar tubuh. Telur yang sudah terbuahi kemudian mengendap di antara kerikil. Pemijahan berlangsung di atas dangkalan berbatu di danau berombak besar dan di kolam berdasar kerikil yang lebih tenang di sungai. Sebagian besar populasi memijah pada September hingga Desember, sedangkan beberapa populasi di danau memijah pada musim semi, panas, atau dingin.
Ikan mencapai matang seksual pada usia 4 hingga 10 tahun, biasanya saat panjangnya sekitar 50 hingga 60 cm. Rata-rata usia pertama memijah pada ikan anadromus besar yang menetap adalah 9,7 tahun untuk jantan dan 10,3 tahun untuk betina, menurut Gulseth dan Nilssen (2001). Betina dapat menghasilkan 2.500 hingga 8.500 telur. Telur biasanya menetas dalam dua hingga tiga bulan, dan waktu terlamanya lima bulan. Anakan langsung mandiri sejak menetas dan berdiam di dasar kerikil. Ikan ini tidak mati setelah memijah dan biasanya memijah ulang setiap dua atau tiga tahun.
Populasi dan Peran Ekologis
Lafasah arktik adalah mangsa utama predator puncak di danau, yaitu ikan trout Salmo ferox. Karena itu, ikan ini menjadi spesies kunci di banyak danau dalam wilayah sebarannya.
Ikan ini memangsa atau dimangsa oleh berbagai makhluk, termasuk berang-berang laut, beruang kutub, manusia, dan ikan predator lain. Anakan dan ikan kerdil juga kadang dimakan oleh ikan raksasa.
Ikan ini membawa berbagai parasit, mulai dari protozoa, cacing pipih, cacing pita, cacing nematoda, cacing berkepala berduri, lintah, hingga krustasea. Ikan ini juga kadang memiliki jamur di kulitnya. Untuk bertahan dari predator, ikan ini menggunakan kamuflase. Warnanya lebih gelap di air tawar dan lebih terang di laut.
Konservasi dan Ancaman
Menurut IUCN, lafasah arktik berstatus Berisiko Rendah. Spesies ini tidak memiliki status khusus dalam Daftar Federal Amerika Serikat, CITES, atau Daftar Negara Bagian Michigan.
Ancaman terbesarnya adalah manusia. Pengasaman sungai juga menjadi ancaman. Di Skotlandia bagian selatan, beberapa populasi punah akibat pengasaman sungai. Di Irlandia, banyak populasi hilang karena pengasaman danau dan turunnya kualitas air akibat pencemaran rumah tangga dan pertanian. Kurangnya variasi genetik juga diduga menjadi masalah. Di Danau Siamaa di Finlandia tenggara, populasi lafasah arktik bergantung pada akuakultur. Hal ini diduga disebabkan oleh rendahnya variasi genetik pada populasi asli, yang menyebabkan kematian telur dan anakan serta kerentanan terhadap penyakit.
Beberapa upaya konservasi telah diusulkan. Di Irlandia, usulan mencakup pembangunan berkelanjutan, pemindahan anakan, pengendalian masukan nutrisi, dan pencegahan masuknya ikan predator ke danau tempat lafasah arktik hidup. Di Danau Siamaa, stok ikan diisi ulang untuk memperkuat populasinya. Pengelolaan pengasaman sungai di Skotlandia bagian selatan juga menjadi upaya yang mungkin dilakukan.
Signifikansi Budaya
Lafasah arktik dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, untuk pemancingan rekreasi, dan sebagai spesimen koleksi. Spesimen yang dikumpulkan dimanfaatkan untuk penelitian dan pendidikan.
Sebagai pangan, ikan ini termasuk hidangan yang harganya tinggi. Harga dipengaruhi jumlah pasokan, dan harga lebih tinggi ketika volumenya rendah. Pada 2018, harga rata-rata ikan utuh yang sudah dibersihkan sekitar 9,90 dolar AS per kg. Harga fillet pernah mencapai 24,18 dolar AS per kg.
Fakta Menarik
- Di Irlandia, lafasah arktik sering disebut sebagai peninggalan zaman es, dan ikan ini hanya bertahan di danau yang paling dalam dan paling jernih.
- Di Siberia, ikan ini dikenal dengan nama golets.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by danikraemer via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Bailey Duncan via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Johnathan Campbell via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Dennis Lausch via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by EmaD via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Matt Bowser via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jacek Pietruszewski via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Alison Copeland via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Nefol via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Heather Mazzaccaro via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Piotr Lukasik via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Valentin Moser via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Vladislav Isaev via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Klasifikasi
- Filum
- Chordata
- Ordo
- Salmoniformes
- Famili
- Salmonidae
- Genus
- Salvelinus
- Spesies
- Salvelinus alpinus
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract
- Animal Diversity Web Animal habitat, behavior and diet
- AnAge Longevity



