Papaver rhoeas dikenal luas sebagai bunga peringatan yang dikenakan orang di banyak negara berbahasa Inggris menjelang Hari Peringatan setiap tahun, sebuah tradisi yang bermula dari kengerian Perang Dunia I.
Tanaman ini adalah herba semusim dari keluarga Papaveraceae, asli Afrika Utara dan kawasan beriklim sedang Eurasia, namun kini telah menyebar ke hampir semua benua kecuali Antartika. Selain nilai simbolisnya, tanaman ini juga menarik karena keindahan bunganya yang mencolok namun hanya bertahan satu hari.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Papaver rhoeas adalah bunganya yang besar dan mencolok, berukuran 5–10 cm, dengan empat kelopak merah cerah yang sedikit tumpang tindih dan biasanya memiliki bintik hitam di dasarnya.
Tanaman ini tumbuh tegak hingga sekitar 70 cm, dan dalam satu musim hangat dapat menghasilkan sampai 400 bunga, meski setiap bunga hanya mekar selama satu hari. Batang bunganya biasanya diselimuti bulu-bulu kasar yang tegak lurus terhadap permukaan batang, berbeda dengan P. dubium yang bulunya lebih rapat menempel ke batang. Buahnya berbentuk kapsul lonjong seperti telur, tidak berbulu, dengan lebar kepala putik setidaknya sama dengan lebar kapsulnya. Seperti kerabat sejenisnya, tanaman ini mengeluarkan getah putih hingga kekuningan saat jaringannya terluka.
Meski warna aslinya merah, hasil pembiakan selektif telah menghasilkan kultivar berwarna kuning, oranye, merah muda, dan putih, dengan varietas Shirley poppy sebagai salah satu yang paling terkenal. Tanaman ini juga membentuk bank biji di dalam tanah yang dapat bertahan lama dan berkecambah kembali saat tanah terganggu.
Distribusi dan Habitat
Papaver rhoeas tersebar luas di kawasan beriklim sedang Eurasia dan Afrika Utara, termasuk negara-negara seperti Aljazair, Mesir, Maroko, Tunisia, serta hampir seluruh Eropa mulai dari Inggris hingga Rumania, dan wilayah Asia Barat seperti Iran, Irak, Suriah, dan Turki.
Tanaman ini juga ditemukan di Asia tropis seperti Pakistan dan India, serta tahan hidup pada zona iklim USDA 8 hingga 10, atau suhu serendah -12 derajat Celsius.
Habitat yang disukainya adalah lahan pertanian, padang rumput, tepi sungai, jalur rel kereta, pinggir jalan, dan tempat-tempat terganggu lainnya, mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 2.000 meter.
Pola pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan kemunculan yang jelas pada bulan-bulan pertengahan tahun, sejalan dengan musim berbunganya di Belahan Bumi Utara, meski data ini hanya mencerminkan keberadaan pengamatan dan bukan gambaran kepadatan populasinya.

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia
Biji hitam Papaver rhoeas dapat dimakan, baik sendiri maupun sebagai bahan tambahan roti, meski sebagian besar biji poppy yang diperdagangkan untuk konsumsi berasal dari kerabatnya, Papaver somniferum. Di banyak negara Eropa Timur, biji ini direbus dengan air atau susu lalu dihaluskan bersama madu atau gula untuk membuat pasta manis yang sering digunakan dalam kue-kue tradisional.
Kelopak bunganya mengandung pewarna merah yang pernah dimanfaatkan dalam obat-obatan dan minuman anggur tertentu, serta kelopak keringnya kadang digunakan untuk memberi warna pada potpourri. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini dipakai untuk mengatasi encok dan berbagai rasa sakit, dan sirup dari kelopaknya konon diberikan kepada anak-anak agar mudah tertidur.
Makna budayanya sangat luas: bunga ini menjadi lambang peringatan bagi para prajurit yang gugur dalam Perang Dunia I, terinspirasi dari puisi "In Flanders Fields" karya John McCrae, dan hingga kini dikenakan setiap Hari Peringatan di negara-negara berbahasa Inggris serta pada Anzac Day di Australia dan Selandia Baru. Bunga ini juga muncul di berbagai mata uang dan prangko, seperti uang kertas Rumania dan Kanada, serta menjadi simbol kesetiaan dalam legenda Tionghoa tentang Consort Yu, dan lambang cinta abadi dalam sastra Persia dan Urdu.
Fakta Menarik
- Dalam mitologi Yunani, bunga poppy dipercaya tumbuh di tepi sungai tempat orang mati harus minum untuk melupakan kehidupan mereka sebelumnya.
- Bagi masyarakat Yunani dan Romawi kuno, bunga poppy dikaitkan dengan tidur dan kematian, karena opium yang diekstraksi dari kerabatnya digunakan sebagai penenang, sehingga bunga ini melambangkan istirahat abadi.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by William Keenan via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Pyry Liedes via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by biogeek via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by jamie-aa via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Bentuk pertumbuhan
- Herba
Klasifikasi
- Filum
- Tracheophyta
- Kelas
- Magnoliopsida
- Ordo
- Ranunculales
- Famili
- Papaveraceae
- Genus
- Papaver
- Spesies
- Papaver rhoeas
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract
- Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits



