Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Truffle putih

Tuber magnatum

Tuber magnatum, atau truffle putih, adalah salah satu jamur paling bernilai di dunia kuliner. Jamur ini termasuk dalam ordo Pezizales dan famili Tuberaceae, tumbuh tersembunyi di bawah tanah dan hanya dapat ditemukan dengan bantuan hidung anjing pelacak.

Spesies ini terutama ditemukan di Italia, meski juga tumbuh di beberapa wilayah lain di Eropa Selatan serta di Thailand. Keunikan aroma, kelangkaan, dan sejarah panjang perburuannya membuat Tuber magnatum menjadi simbol kemewahan yang terus memikat para koki dan pecinta gastronomi di seluruh dunia.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Tubuh buah Tuber magnatum berbentuk bongkahan tidak beraturan yang tumbuh di bawah permukaan tanah, biasanya berukuran kecil namun dapat mencapai diameter 12 sentimeter dan berat 500 gram pada spesimen terbesar. Bagian dalamnya atau daging jamur berwarna krem pucat hingga kecoklatan, dihiasi urat-urat putih yang membentuk pola marmer khas.

Jamur ini berbuah pada musim gugur, saat kondisi tanah dan suhu mendukung pembentukan tubuh buahnya. Karena tumbuh terkubur di dalam tanah, identifikasi visual biasanya baru dilakukan setelah truffle diangkat ke permukaan, dan aromanya yang khas sering menjadi penanda utama keberadaannya.

Distribusi dan Habitat

Tuber magnatum paling terkenal tumbuh di wilayah Langhe dan Montferrat di Piedmont, Italia utara, terutama di sekitar kota Alba dan Asti. Wilayah Acqualagna di Marche, dekat Urbino, juga menjadi sentra produksi penting, begitu pula daerah Molise, Abruzzo, dan perbukitan San Miniato di Tuscany.

Di luar Italia, spesies ini juga ditemukan di Kroasia (khususnya di hutan Motovun sepanjang Sungai Mirna), di kanton Ticino dan Geneva di Swiss, Prancis tenggara, Sisilia, Hungaria, Serbia, Slovenia, Yunani, serta Thailand. Dalam beberapa tahun terakhir, perburuan truffle juga semakin populer di Bosnia dan Herzegovina, khususnya di wilayah Vlašić, Lisina, dan Kozara.

Jamur ini hidup bersimbiosis dengan akar berbagai pohon, terutama ek (termasuk jenis-jenis Mediterania dan pohon ek beriklim sedang), diikuti oleh poplar, dan pada tingkat lebih kecil dengan willow, cemara silver, alder, beech, pir liar, serta elm. Tanahnya cenderung netral hingga basa, dengan kandungan mineral dan bahan organik yang bervariasi antar wilayah. Pembentukan tubuh buahnya membutuhkan suhu musim dingin yang tidak terlalu ekstrem, sehingga penyebarannya secara kasar dibatasi oleh garis isoterm musim dingin sekitar 0 derajat Celsius, meski kondisi mikroklimat lokal di daerah berbukit dapat memperluas batas ini. Pola pengamatan menunjukkan kehadiran yang lebih menonjol pada bulan-bulan musim gugur, sejalan dengan musim panen utamanya.

Peta catatan keberadaan Tuber magnatum
Lokasi tercatat · GBIF
31
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Truffle putih dianggap sebagai puncak kemewahan dalam dunia kuliner, dihargai karena aroma khasnya yang kuat dan cita rasa halus yang telah memikat para koki dan pecinta makanan selama berabad-abad. Di Piedmont, jamur ini biasa dipadukan dengan anggur merah pekat seperti Barolo untuk menyeimbangkan intensitas rasanya, sementara dalam gastronomi Prancis, truffle diserut di atas foie gras untuk menciptakan perpaduan rasa yang kaya. Festival tahunan seperti International Alba White Truffle Fair, yang telah diadakan sejak 1929, merayakan peran budaya truffle ini melalui demonstrasi kuliner dan sesi mencicipi.

Secara historis, truffle lebih dihargai karena status gourmetnya ketimbang khasiat pengobatan, meski dalam tradisi rakyat Eropa truffle kadang dipercaya sebagai afrodisiak dan penambah pencernaan, kemungkinan besar karena kelangkaan dan aromanya yang intens.

Nilai ekonominya sangat tinggi: pada 2001 truffle putih Italia terjual antara 2.200 hingga 4.800 dolar per kilogram, dan pada 2009 harganya melonjak hingga sekitar 14.200 dolar per kilogram. Harga tertinggi untuk satu truffle tercatat pada Desember 2007, ketika seorang pengusaha kasino Makau membayar 330.000 dolar untuk spesimen seberat 1,5 kilogram.

Fakta Menarik

  1. Tuber magnatum adalah truffle dengan tradisi perburuan liar tertua yang tercatat, dan pada 2021 praktik perburuan serta pengambilan truffle di Italia diakui sebagai Warisan Budaya Tak Berwujud oleh UNESCO.
  2. Truffle putih terbesar yang pernah tercatat ditemukan dekat Buje, Kroasia, pada 1999, dengan berat 1,31 kilogram, dan sempat masuk Guinness Book of Records.
  3. Kandungan seng pada Tuber magnatum tercatat dua kali lebih tinggi dibandingkan spesies truffle lain yang pernah diuji, dan spesies ini juga lebih efisien menyerap tembaga, kalium, natrium, dan fosfor.

Foto

Foto dari by Brian C. Hunt via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Habitat

Klasifikasi

Filum
Ascomycota
Kelas
Pezizomycetes
Ordo
Pezizales
Famili
Tuberaceae
Genus
Tuber
Spesies
Tuber magnatum

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract