Xylaria hypoxylon adalah salah satu jamur langka yang bersifat bioluminesen, mampu memancarkan cahaya redup dalam kondisi tertentu meski sifat ini jarang terlihat langsung oleh mata manusia.
Jamur ini termasuk dalam famili Xylariaceae, ordo Xylariales, filum Ascomycota, dan dikenal dengan berbagai nama umum seperti candlestick fungus, candlesnuff fungus, carbon antlers, atau stag's horn fungus karena bentuknya yang menyerupai tanduk rusa atau puntung lilin yang baru dipadamkan.
Keunikan bentuk tubuh buahnya yang menyerupai tanduk rusa mini, dipadukan dengan kemampuan bercahaya yang tersembunyi, membuat jamur ini menarik untuk dikenali lebih jauh oleh siapa saja yang menjumpainya di kayu lapuk.
Tubuh Buah dan Identifikasi
Ciri paling mudah dikenali dari Xylaria hypoxylon adalah bentuk tubuh buahnya (askokarp) yang tegak, silindris atau agak pipih, setinggi 3–8 sentimeter dengan diameter 2–8 milimeter. Askokarp ini sering terlihat berpilin atau melengkung, dengan percabangan jarang yang menyerupai tanduk rusa kecil.
Penampilannya berubah seiring musim. Pada spesimen yang muncul lebih awal, biasanya di musim semi, seluruh permukaan tubuh buah dapat tertutup lapisan tepung putih hingga keabu-abuan yang merupakan spora aseksual (konidia). Pada tahap yang lebih matang, tubuh buah berubah menjadi hitam legam seperti arang, dengan permukaan dipenuhi bintik-bintik kecil menonjol yang disebut peritesium. Struktur bulat kecil ini menyimpan spora seksual (askospora) dan memiliki lubang kecil, ostiol, sebagai jalan keluar spora.
Peritesium tertanam dalam daging tubuh buah yang disebut stroma, bertekstur liat, elastis, dan berwarna putih di bagian dalam. Di dalam peritesium terdapat askus berukuran sekitar 100 × 8 mikrometer. Askospora sendiri berbentuk seperti ginjal, berwarna hitam, permukaan licin, dengan ukuran 10–14 × 4–6 mikrometer, sementara spora aseksualnya (mitospora) berbentuk elips, licin, dan bening (hialin).
Beberapa spesies dalam genus Xylaria memiliki penampilan serupa, termasuk Xylaria polymorpha, yang dapat dibedakan karena tubuh buahnya lebih tebal dan percabangannya jauh lebih sedikit.
Distribusi dan Habitat
Xylaria hypoxylon biasanya tumbuh berkoloni pada kayu keras yang membusuk, memanfaatkan batang atau tunggul yang telah mati atau melapuk sebagai tempat tumbuhnya. Jamur ini juga tercatat dapat menyebabkan pembusukan akar pada tanaman hawthorn dan gooseberry, menunjukkan kemampuannya menyerang jaringan kayu yang masih hidup pada kondisi tertentu.
Data pengamatan bulanan menunjukkan pola musiman yang cukup jelas, dengan jumlah pengamatan melonjak tajam pada bulan Oktober (sekitar 40.192 pengamatan) dan November (sekitar 36.269), jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan pertengahan tahun seperti Juni hingga Agustus yang berada di kisaran 1.500–2.600 pengamatan. Pola ini mengindikasikan bahwa tubuh buah jamur ini paling sering terlihat pada musim gugur.
Perlu diingat bahwa angka-angka pengamatan ini hanya mencatat kehadiran jamur di suatu lokasi pada waktu tertentu, bukan gambaran kelimpahan populasi atau batas wilayah persebaran alaminya secara lengkap.

Fakta Menarik
- Xylaria hypoxylon dikenal dengan banyak nama umum berbeda di berbagai tempat, seperti candlestick fungus, candlesnuff fungus, carbon antlers, dan stag's horn fungus, yang semuanya merujuk pada bentuk tanduk rusa atau puntung lilinnya.
- Jamur ini termasuk kelompok bioluminesen, sebuah sifat yang tidak banyak dimiliki oleh kerabatnya dalam famili Xylariaceae.
- Selain tumbuh sebagai pengurai kayu lapuk, Xylaria hypoxylon tercatat dapat menyebabkan pembusukan akar pada tanaman hawthorn dan gooseberry.
- Penelitian kimia terhadap kultur Xylaria hypoxylon strain AT-028 pernah menemukan dua senyawa tetralon baru, menunjukkan potensi jamur ini sebagai sumber bahan kimia alami.
- Karakteristik kultur Xylaria hypoxylon telah dibandingkan secara ilmiah dengan beberapa spesies kerabatnya, termasuk X. persicaria, X. magnoliae, dan X. carpophila, untuk membedakan ciri masing-masing jenis.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Chline River via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Markus Krieger via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by ncb1221 via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Rob Drake via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Sean Hartnett via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Frank Ashwood via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Ondřej Křivan via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Cara Ennis via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Noah How via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Habitat
Klasifikasi
- Filum
- Ascomycota
- Kelas
- Sordariomycetes
- Ordo
- Xylariales
- Famili
- Xylariaceae
- Genus
- Xylaria
- Spesies
- Xylaria hypoxylon
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract



