Jamur Porpolomopsis calyptriformis berwarna merah muda pucat hingga lilac, dan sebarannya terpusat di Eropa. Spesies agaric dari famili Hygrophoraceae ini tumbuh terutama di padang rumput tua yang tidak ditingkatkan secara pertanian.
Ancaman terhadap habitatnya membuat IUCN menetapkan status Porpolomopsis calyptriformis sebagai rentan secara global. Negara dengan populasi terkuatnya adalah Britania Raya, tempat jamur ini tidak jarang ditemukan.
Jamur ini menarik dipelajari karena bentuk dan warnanya yang khas membedakannya dari jamur sejenis di Eropa.
Tubuh Buah dan Identifikasi
Ciri paling andal untuk mengenali Porpolomopsis calyptriformis adalah bentuk dan warna tudungnya. Di Eropa, tidak ada jamur waxcap lain yang berwarna merah muda dengan tudung runcing.
Tudung awalnya berbentuk kerucut sempit dan mempertahankan umbo runcing saat membuka. Tudung dapat mencapai 7,5 cm lebar, sering pecah saat membuka, dengan tepi yang melengkung ke atas. Permukaannya halus hingga berserat, sedikit mengilap atau berminyak, dan berwarna merah muda pucat hingga merah muda keunguan, jarang putih.
Bilah (lamella) renggang, bersifat seperti lilin, dan berwarna sama dengan tudung atau lebih putih. Tangkai dapat mencapai 16 cm panjangnya, halus, berwarna putih hingga pucat seperti tudung, dan tidak memiliki cincin. Tebar spora berwarna putih. Spora di bawah mikroskop berbentuk elips, halus, dan tidak bereaksi dengan iodin, dengan ukuran sekitar 6,5 hingga 8,0 kali 4,5 hingga 5,5 μm.
Distribusi dan Habitat
Porpolomopsis calyptriformis tersebar luas di Eropa, meski umumnya jarang. Britania Raya menjadi pusat sebarannya, dan di sana jamur ini tidak jarang ditemukan.
Seperti jamur waxcap lainnya, spesies ini hidup di padang rumput tua yang tidak ditingkatkan secara pertanian, termasuk padang penggembalaan dan halaman rumput pendek.
Pengamatan di Eropa paling banyak terjadi sekitar Oktober, diikuti September. Pola ini menunjukkan kemunculannya terkonsentrasi pada musim gugur.
Spesies ini juga pernah dilaporkan dari Amerika Utara, tetapi spesimen yang sudah diurutkan DNA-nya berbeda dari Porpolomopsis calyptriformis di Eropa.

Kegunaan dan Sejarah Budaya
Porpolomopsis calyptriformis dilaporkan dapat dimakan. Jamur ini tumbuh di padang rumput tua yang terbatas, sehingga pemanfaatannya oleh manusia tidak tersebar luas.
Konservasi dan Ancaman
Porpolomopsis calyptriformis berstatus rentan (Vulnerable) menurut IUCN. Status ini berarti spesies menghadapi risiko kepunahan yang cukup tinggi jika ancaman terhadap habitatnya terus berlanjut.
Ancaman utamanya adalah berkurangnya padang rumput waxcap akibat perubahan praktik pertanian. Habitat ini termasuk yang menurun di Eropa, dan kondisi tersebut menjadi alasan utama penetapan statusnya.
Spesies ini termasuk salah satu dari 33 jamur besar yang diusulkan untuk perlindungan internasional berdasarkan Konvensi Bern. Ia juga tercantum dalam daftar merah nasional atau sementara jamur terancam di Austria, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Jerman (Bavaria), Hungaria, Italia, Polandia, Slowakia, Spanyol, dan Swiss.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Alfie Felton via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Arthur Rowan M. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Matthew Flood via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Dave via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Mark Breaks via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Mark Costello via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Alex via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Shane Austin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Habitat
Klasifikasi
- Filum
- Basidiomycota
- Kelas
- Agaricomycetes
- Ordo
- Agaricales
- Famili
- Hygrophoraceae
- Genus
- Porpolomopsis
- Spesies
- Porpolomopsis calyptriformis
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract



