Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Agaricus campestris

Belum ada nama umum tercatat

Risiko Rendah

Agaricus campestris adalah jamur bertudung berinsang yang banyak dikonsumsi dan berkerabat dekat dengan Agaricus bisporus, jamur kancing yang biasa dijual di toko. Spesies ini dikenal luas dengan nama jamur lapangan atau, di Amerika Utara, jamur padang rumput.

Jamur ini termasuk dalam famili Agaricaceae, kelas Agaricomycetes, dan berstatus konservasi Risiko Rendah (Least Concern) menurut IUCN, menandakan populasinya tidak menghadapi ancaman kepunahan yang mendesak.

Kemiripannya dengan kerabat beracun membuat jamur ini menarik sekaligus menuntut kehati-hatian bagi siapa pun yang ingin mengenalnya lebih jauh.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri paling andal untuk mengenali Agaricus campestris adalah perubahan warna insangnya: mula-mula merah muda, lalu berubah merah-coklat, dan akhirnya coklat tua, sama seperti warna jejak sporanya. Tudungnya berwarna putih, kadang bersisik halus, berdiameter 3 hingga 12 sentimeter, berbentuk setengah bola saat muda sebelum melebar dan mendatar seiring usia.

Batangnya (stipe) setinggi 3 hingga 10 sentimeter dengan lebar 1 hingga 2 sentimeter, berwarna putih dan dilengkapi satu cincin tipis. Rasanya tawar, dan daging putihnya akan memar menjadi warna coklat kemerahan kusam—ciri pembeda penting dari Agaricus xanthodermus dan spesies serupa yang memar menjadi kuning. Spora berbentuk elips, berwarna coklat tua, berdinding tebal, berukuran 5,5–8 µm kali 4–5 µm, tanpa sistidia tepi insang (cheilocystidia).

Beberapa jenis jamur dapat tertukar dengan spesies ini, dan kesalahan identifikasi bisa berakibat fatal.

Distribusi dan Habitat

Agaricus campestris tumbuh di padang rumput yang dipupuk kotoran hewan, ladang rumput, dan area berumput lainnya, termasuk di jalur unta di gurun Afganistan setelah hujan turun. Jamur ini kerap muncul di halaman rumput kawasan pinggiran kota, tumbuh berkelompok kecil, membentuk lingkaran peri (fairy ring), atau tumbuh sendiri-sendiri, namun jarang ditemukan di hutan.

Spesies ini tersebar luas di Eropa, Asia, Afrika utara, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Utara termasuk Meksiko. Kemunculannya umumnya terjadi pada musim panas akhir hingga musim gugur setelah hujan.

Menurunnya jumlah kuda penarik kereta dan berkurangnya padang rumput berpupuk kotoran kuda membuat musim kemunculan besar-besaran jamur ini—yang dahulu dijuluki "white outs"—kini semakin jarang terjadi.

Peta catatan keberadaan Agaricus campestris
Lokasi tercatat · GBIF
4.614
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Agaricus campestris tergolong jamur yang enak dan bermutu baik, dengan rasa dan tekstur menyerupai jamur kancing putih (Agaricus bisporus) yang umum dijual di toko-toko bahan makanan negara Barat. Meski demikian, jamur ini tidak dibudidayakan secara komersial karena cepat matang dan masa simpannya singkat.

Secara historis, di beberapa wilayah Skotlandia, irisan jamur ini pernah digunakan untuk mengobati luka bakar dan air panas. Ekstrak air dari jamur ini juga diketahui dapat meningkatkan sekresi insulin dan memiliki efek menyerupai insulin terhadap metabolisme glukosa dalam uji laboratorium, meskipun mekanismenya belum dipahami sepenuhnya. Penelitian mengenai pembalut luka berbasis filamen miselium jamur ini untuk pengobatan ulkus dan luka tekan (bed sores) juga masih berlangsung.

Fakta Menarik

  1. Kemudahan jamur ini berkoloni di ladang yang kaya kotoran hewan turut menginspirasi eksperimen awal budidaya jamur secara buatan, yang akhirnya melahirkan domestikasi Agaricus bisporus.
  2. Jamur liar, termasuk jenis dari genus Agaricus, telah dianggap sebagai makanan lezat sejak zaman kuno dan dipanen langsung dari alam.
  3. Hingga kini, nilai budaya jamur ini tetap bertahan di kalangan pemburu jamur liar, herbalis, dan koki yang terus mencarinya sebagai salah satu jamur liar unggulan.
Risiko Rendah

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by emmar90 via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jeff Clark via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Susan Marley via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Helen Bovill via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Cara Ennis via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jana via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by brettaugust via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Snap via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Klasifikasi

Filum
Basidiomycota
Kelas
Agaricomycetes
Ordo
Agaricales
Famili
Agaricaceae
Genus
Agaricus
Spesies
Agaricus campestris

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits