Di bawah kulit pohon yang membusuk, miselium Armillaria mellea dapat memancarkan cahaya redup dalam gelap selama masa pertumbuhan aktifnya, menjadikannya salah satu dari sedikit jamur yang benar-benar menunjukkan bioluminesensi.
Armillaria mellea adalah jamur basidiomiseta dari famili Physalacriaceae, anggota kompleks spesies yang saling mirip secara morfologis dan dikenal sebagai kelompok jamur madu. Spesies ini tersebar di zona iklim sedang belahan bumi utara dan berperan sebagai patogen tumbuhan yang menyebabkan pembusukan akar pada banyak jenis pohon, dengan gejala berupa daun menguning, pertumbuhan melambat, kematian cabang, hingga kematian pohon.
Yang membuat jamur ini menarik untuk dipelajari adalah identitas gandanya: di satu sisi ia dianggap sebagai jamur pangan, di sisi lain ia menjadi salah satu penyebab kerugian ekonomi terbesar di hutan tanaman dan perkebunan.
Tubuh Buah dan Identifikasi
Ciri paling andal untuk mengenali Armillaria mellea adalah tudungnya yang berwarna madu, berdiameter 3 hingga 15 sentimeter, mulanya cembung lalu merata dengan tonjolan di tengah, dan permukaannya lengket saat basah. Warna tudung cukup bervariasi, terkadang disertai sisik gelap dan berbulu yang tersusun agak radial di bagian tengah, dengan tepi yang melengkung ke atas saat dewasa.
Insang berwarna putih pada mulanya, kadang berubah menjadi merah muda kekuningan atau berubah warna seiring usia. Insangnya lebar, agak berjarak, dan menempel pada batang secara tegak lurus atau sedikit menurun ke bawah. Daging tudung berwarna keputihan dengan aroma dan rasa agak manis yang disertai sedikit kepahitan.
Batang berukuran 5 hingga 20 sentimeter dengan diameter 0,5 hingga 3,5 sentimeter, berserat dan kokoh berbusa pada awalnya sebelum menjadi berlubang di bagian dalam. Bentuknya silindris dan menyempit ke arah dasar, tempat batang-batang dalam satu rumpun menyatu. Warnanya putih di bagian atas dan kecokelatan kekuningan di bagian bawah, sering dengan dasar yang sangat gelap. Sebuah cincin tebal dan tahan lama menempel di bagian atas batang, bertepi halus seperti beludru dengan serabut kekuningan di bawahnya.
Secara mikroskopis, spora berbentuk elips berukuran 6–9 kali 5–7 mikrometer, tidak menyerap iodium, dan memiliki tonjolan runcing kecil di bagian dasarnya. Jejak sporanya berwarna putih. Di bawah tanah, jaringan miselium dapat membentang sangat jauh dan menyatu membentuk rizomorf berwarna hitam. Miselium ini bercahaya saat tumbuh aktif, berbeda dari kerabat dekatnya seperti Armillaria gemina yang tidak memiliki warna dasar tudung kekuningan, atau Armillaria nabsnona yang warnanya lebih gelap.
Distribusi dan Habitat
Armillaria mellea tersebar luas di zona iklim sedang belahan bumi utara, ditemukan di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Asia utara, serta telah diperkenalkan ke Afrika Selatan. Spesies ini tumbuh secara parasitik pada banyak jenis pohon berdaun lebar dan menghasilkan tubuh buah dalam rumpun padat di dasar batang atau tunggul pohon.
Data pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan jumlah pengamatan yang tajam pada bulan September hingga November, dengan puncak tertinggi di bulan Oktober, menandakan periode munculnya tubuh buah pada akhir musim panas hingga musim gugur. Data ini hanya mencatat keberadaan pengamatan, bukan kelimpahan populasi atau gambaran lengkap wilayah persebarannya, sehingga pola musiman ini perlu dibaca sebagai indikasi, bukan kepastian.

Ekologi dan Hubungan
Armillaria mellea menyukai tanah lembap dengan suhu yang tidak terlalu tinggi; pertumbuhannya terhambat ketika suhu tanah melebihi 26°C. Meski demikian, jamur ini mampu bertahan dari tekanan ekstrem seperti kebakaran hutan karena terlindungi oleh lapisan tanah. Ia ditemukan di berbagai lanskap, mulai dari taman, kebun, kebun anggur, area produksi pohon, hingga lanskap alami.
Spesies ini hidup secara parasitik pada pohon berdaun lebar maupun konifer, termasuk di perkebunan buah, hutan tanaman, dan kebun anggur, serta pada beberapa tumbuhan herba. Infeksi menyebar melalui rizomorf, yang dapat memanjang hingga satu meter per tahun untuk mencari jaringan hidup baru, serta melalui basidiospora meskipun keberhasilan infeksi lewat spora ini tergolong jarang. Ketika rizomorf dari tanaman terinfeksi menyentuh akar tanaman sehat, miselium dapat menjalar melintasi permukaan akar tersebut.
Tanda paling mudah dikenali adalah tubuh buah berwarna madu di dasar tanaman yang terinfeksi, disertai miselium putih berbentuk kipas dan rizomorf hitam berdiameter 0,8 hingga 3,2 milimeter yang biasanya tersembunyi di bawah kulit kayu dan tanah. Infeksi ini menimbulkan gejala luas seperti pertumbuhan melambat, cabang mati, daun menguning, kayu membusuk di pangkal atau akar, retakan kulit batang, hingga kematian pohon secara cepat, menjadikannya salah satu penyebab paling umum kematian pohon dan semak baik di alam maupun di lahan budidaya. Beberapa kumbang jamur pemakan seperti dari genus Tritoma sesekali memakannya sebagai bagian dari makanannya.
Kegunaan dan Sejarah Budaya
Di sejumlah wilayah, Armillaria mellea dianggap sebagai simbol keberuntungan dan panjang umur. Kaitannya dengan siklus hidup dan kematian juga menjadikannya subjek dalam karya sastra, lukisan, dan pahatan.
Di sisi lain, jamur ini menjadi ancaman ekonomi yang serius bagi hutan tanaman, perkebunan pohon, kebun anggur, dan taman karena penyakit busuk akar yang ditimbulkannya dapat menyebabkan kerugian besar.
Budidaya Armillaria mellea dimulai sejak 1994 melalui pembiakan miseliumnya untuk mendukung budi daya Gastrodia elata, anggrek non-fotosintetik yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dengan cara menanamkan jamur pada potongan kayu. Pada 2017, petani di Heilongjiang berhasil memproduksi tubuh buahnya melalui dua metode, yaitu menggunakan potongan kayu atau media dalam kantong. Pada 2019, sisa kayu berminyak dari budidaya Gastrodia elata mulai lazim digunakan kembali untuk menumbuhkan jamur baru. Selain itu, jamur ini dikenal sebagai bahan pangan dan mengandung protein serta karbohidrat yang tinggi namun rendah lemak, dan secara tradisional pernah digunakan oleh masyarakat adat sebagai pencahar.
Fakta Menarik
- Sejak tahun 1866, jamur ini telah tercatat dalam literatur botani sebagai penyebab kerugian ekonomi yang signifikan bagi kehutanan.
- Di beberapa wilayah Eropa Timur, lingkaran yang terbentuk oleh jamur madu ini dahulu dipercaya sebagai gerbang menuju dunia roh dalam kepercayaan rakyat setempat.
- Beberapa jenis kumbang jamur dari genus Tritoma sesekali memakan tubuh buah Armillaria mellea sebagai bagian dari makanannya.
- Meski tubuh buahnya tidak bercahaya, miselium Armillaria mellea dapat memancarkan cahaya sendiri ketika sedang tumbuh aktif di bawah tanah.
Ekologi
Habitat
- Hutan
- Kawasan Berhutan
- Perkotaan
- Tanah Terganggu



