Calvatia gigantea dapat dimakan ketika masih muda, dan biasanya ditemukan di padang rumput, ladang terbuka, serta hutan gugur pada akhir musim panas hingga musim gugur di kawasan-kawasan beriklim sedang di seluruh dunia.
Spesies ini adalah jamur puffball yang tergolong dalam famili Lycoperdaceae, ordo Agaricales, kelas Agaricomycetes, dan filum Basidiomycota dalam kingdom Fungi.
Tubuh Buah dan Identifikasi
Ciri paling mudah dikenali dari Calvatia gigantea adalah ukurannya: tubuh buahnya tumbuh 10–50 sentimeter, bahkan bisa mencapai diameter 80 sentimeter dan berat beberapa kilogram. Sebuah spesimen seberat lebih dari 23 kilogram pernah tercatat di Thunder Bay, Ontario, Kanada.
Bagian dalam tubuh buah berwarna putih ketika masih muda, lalu berubah menjadi hijau kecoklatan saat sudah matang. Tubuh buah berkembang dalam hitungan minggu, dan setelah itu segera mulai membusuk, sehingga menjadi berbahaya untuk dimakan.
Berbeda dari kebanyakan jamur, seluruh spora Calvatia gigantea terbentuk di dalam tubuh buah; spesimen besar dapat mengandung beberapa triliun spora. Spora berwarna kekuningan, halus, dan berukuran 3–6 mikrometer, menghasilkan jejak spora putih saat muda dan berwarna zaitun dengan bau tidak sedap saat sudah tua. Profesor John Lindley menghitung bahwa jamur ini tumbuh dengan kecepatan enam puluh juta sel baru per menit, hingga akhirnya menghasilkan sekitar tujuh triliun kali satu juta (7 × 10^18) spora.
Distribusi dan Habitat
Calvatia gigantea umum dijumpai di padang rumput, ladang, dan hutan gugur pada akhir musim panas hingga musim gugur, dan tersebar di kawasan-kawasan beriklim sedang di seluruh dunia.
Data jumlah pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan tajam pada Agustus, September, dan Oktober, dengan puncak pada September, dibandingkan dengan jumlah yang jauh lebih rendah pada bulan-bulan musim dingin dan musim semi. Pola ini sejalan dengan waktu munculnya tubuh buah pada akhir musim panas hingga musim gugur, meski data pengamatan semacam ini hanya menunjukkan keberadaan jamur pada waktu tertentu, bukan kelimpahan populasi atau gambaran lengkap wilayah penyebarannya.

Kegunaan dan Sejarah Budaya
Jamur puffball raksasa dapat dimakan ketika masih muda, sama seperti puffball sejati lainnya, namun dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika spora sudah mulai terbentuk—yang ditandai dengan daging jamur berwarna kekuningan atau hijau kecoklatan, bukan putih murni. Tubuh buah yang sudah terlalu tua akan hancur dan melepaskan spora saat disentuh atau dibelah, dan sebaiknya tidak digunakan lagi. Sebagian orang juga mengalami efek pencahar setelah memakannya.
Jamur ini juga dikenal sebagai bahan penghenti pendarahan dan telah lama digunakan sebagai pembalut luka, baik dalam bentuk serbuk maupun potongan setebal 3 sentimeter. Penggunaan tradisional semacam ini tercatat di kalangan penduduk asli Amerika, serta masyarakat di Nigeria dan Jerman.
Di Selandia Baru, suku Māori tidak hanya memakan jamur ini tetapi juga menggunakannya untuk menghentikan pendarahan dan mengobati luka bakar.
Konservasi dan Ancaman
Calvatia gigantea berstatus tersebar luas dan umum ditemukan di Britania Raya serta di Amerika Utara antara Agustus hingga Oktober, kecuali di kawasan tenggara Amerika Serikat.
Di sebagian wilayah Polandia, spesies ini dilindungi secara hukum, sementara di Norwegia jamur ini termasuk dalam kategori yang mendapat perhatian konservasi. Status ini menunjukkan bahwa meski jamur ini melimpah di banyak tempat, keberadaannya di beberapa negara Eropa dianggap perlu dijaga.
Fakta Menarik
- Nama genus Calvatia berasal dari bahasa Latin yang berarti "kepala botak", sehingga nama ilmiah lengkapnya secara harfiah menggambarkan sosok "tengkorak botak raksasa".
- Pada masa Perang Dunia I, serbuk kering dari jamur ini digunakan langsung di lapangan untuk menghentikan pendarahan.
- Karena ukurannya yang mencolok dan cara identifikasinya yang relatif mudah bagi pemula, jamur ini sering ditampilkan dalam lokakarya pencarian jamur liar, acara pecinta alam, dan festival pangan liar.
Ekologi
Habitat
- Hutan
- Padang Rumput



