Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Cyclocybe cylindracea

Belum ada nama umum tercatat

Cyclocybe cylindracea dikenal dengan berbagai nama ilmiah sinonim seperti Agrocybe cylindracea, Agrocybe aegerita, dan Pholiota aegerita, serta nama umum poplar fieldcap, poplar mushroom, atau velvet pioppini. Di Jepang, jamur ini disebut Yanagi-matsutake.

Jamur ini termasuk dalam famili Tubariaceae, ordo Agaricales, dan merupakan anggota kerajaan Fungi. Ia dikenal luas karena tumbuh pada kayu pohon poplar dan pohon berdaun lebar lainnya.

Keunikan jamur ini terletak pada kemiripannya dengan beberapa jenis beracun, menjadikannya subjek menarik baik dari sisi ilmiah maupun kuliner.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri paling khas dari Cyclocybe cylindracea adalah tudungnya yang berbentuk sangat terbuka, cembung hingga hampir rata, dengan diameter sekitar 3–10 cm. Warnanya berubah seiring usia: saat muda berwarna cokelat kemerahan, kemudian menjadi cokelat muda dengan rona oker di tengah dan lebih pucat di tepinya.

Di bagian bawah tudung terdapat banyak bilah radial berwarna keputihan yang melekat pada batang, dan seiring waktu berubah menjadi cokelat keabu-abuan akibat jatuhnya spora. Spora sendiri berbentuk elips terang dengan ukuran sekitar 8–11 µm kali 5–7 µm.

Batangnya berserat putih, umumnya melengkung, dengan cincin tipis seperti membran di bagian atas yang dengan cepat berubah warna menjadi cokelat tembakau akibat endapan spora yang jatuh.

Distribusi dan Habitat

Cyclocybe cylindracea merupakan jamur pelapuk putih yang tumbuh berkelompok pada batang kayu dan lubang pohon poplar, serta pohon berdaun lebar lainnya. Pola pertumbuhannya yang bergerombol pada kayu membuatnya mudah dikenali di habitat alaminya.

Data pengamatan bulanan dari GBIF menunjukkan jumlah temuan yang jauh lebih tinggi pada periode pertengahan hingga akhir tahun, dengan puncak yang tampak di sekitar bulan kesembilan dan kesepuluh. Namun, data ini hanya mencerminkan catatan keberadaan, bukan kelimpahan populasi atau gambaran lengkap wilayah sebarannya, sehingga pola musiman ini perlu dibaca secara hati-hati.

Peta catatan keberadaan Cyclocybe cylindracea
Lokasi tercatat · GBIF
833
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Cyclocybe cylindracea merupakan jamur yang dapat dimakan dan menjadi bahan khas dalam masakan Eropa Selatan maupun Tiongkok. Jamur ini dibudidayakan secara komersial di Korea, Jepang, Tiongkok, dan Australia.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, jamur ini sering digunakan sebagai diuretik. Selain nilai kulinernya, jamur ini juga tercatat berperan bersama Mycetinis alliaceus dan Chondrostereum purpureum dalam membantu menetralkan toksisitas limbah cair dari pabrik pengolahan zaitun.

Fakta Menarik

  1. Nama ilmiah jamur ini memiliki beberapa sinonim yang masih sering digunakan, yaitu Agrocybe cylindracea, Agrocybe aegerita, dan Pholiota aegerita.
  2. Di Jepang, jamur ini punya nama tersendiri, Yanagi-matsutake, yang secara harfiah berarti matsutake pohon willow.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Andrejus Gaidamavičius via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by axtothemax via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Atsushi Nakajima via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Samuele Papeschi via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Isaac Guard via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Adrien Cozannet via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Klasifikasi

Filum
Basidiomycota
Kelas
Agaricomycetes
Ordo
Agaricales
Famili
Tubariaceae
Genus
Cyclocybe
Spesies
Cyclocybe cylindracea

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract