Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Flax

Linum usitatissimum

Linum usitatissimum, atau rami, adalah tumbuhan berbunga dari suku Linaceae yang dibudidayakan manusia di wilayah beriklim sedang di seluruh dunia sebagai tanaman pangan sekaligus sumber serat.

Tumbuhan ini dikenal luas karena dua manfaat utamanya: serat batangnya yang diolah menjadi kain linen, dan bijinya yang menghasilkan minyak. Sejarah panjang dan pemanfaatannya yang menyebar ke berbagai peradaban membuat spesies ini layak dikenal lebih dalam.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mudah dikenali dari Linum usitatissimum adalah bunganya yang berdiameter 15-25 mm dengan lima kelopak yang dapat berwarna putih, biru, kuning, atau merah tergantung varietasnya.

Tanaman ini berupa herba tahunan yang tumbuh hingga sekitar 1,2 meter dengan batang ramping. Daunnya berwarna hijau keabuan (glaukos), berbentuk lanset sempit, panjang 2-4 cm dan lebar sekitar 3 mm.

Buahnya berupa kapsul kering bulat berdiameter 5-9 mm yang berisi beberapa biji mengkilap berwarna cokelat berbentuk seperti biji apel, panjang 4-7 mm.

Beberapa spesies lain dalam genus Linum memiliki penampilan serupa, termasuk yang berbunga biru maupun yang berwarna putih, kuning, atau merah. Sebagian dari kerabat ini bersifat tahunan (perenial), berbeda dengan L. usitatissimum yang merupakan tanaman semusim.

Distribusi dan Habitat

Linum usitatissimum dibudidayakan secara luas di wilayah beriklim sedang, termasuk di seluruh Tiongkok kecuali Pulau Hainan dan Taiwan, dan kadang ditemukan meliar di luar area tanamnya. Asal usul pastinya belum sepenuhnya jelas, tetapi diduga berasal dari wilayah Mediterania dan/atau bagian Asia Barat serta Eropa Barat.

Catatan pengamatan bulanan menunjukkan jumlah yang jauh lebih tinggi pada bulan-bulan pertengahan tahun, dengan puncak yang mencolok sekitar bulan Juni hingga Agustus, yang kemungkinan mencerminkan periode kemunculan atau pertumbuhan aktif tanaman ini, meskipun data semacam ini hanya mencatat keberadaan, bukan kelimpahan populasi maupun batas sebaran aslinya secara lengkap.

Peta catatan keberadaan Linum usitatissimum
Lokasi tercatat · GBIF
8.169
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia

Rami telah menjadi bagian penting peradaban manusia selama ribuan tahun, dengan bukti tertua penggunaan serat rami liar ditemukan di Gua Dzudzuana, Georgia, berasal dari sekitar 30.000 tahun lalu pada masa Paleolitikum Atas. Domestikasi rami pertama kali terjadi di Bulan Sabit Subur, dengan bukti biji rami berukuran lebih besar dari Tell Ramad, Suriah, serta fragmen kain rami dari Çatalhöyük, Turki, yang berusia sekitar 9.000 tahun.

Penggunaannya kemudian menyebar hingga ke Swiss dan Jerman sekitar 5.000 tahun lalu, sementara di Tiongkok dan India budidaya rami sudah berlangsung setidaknya sejak periode yang sama. Di Mesir kuno, rami dibudidayakan secara ekstensif; dinding kuil dihiasi lukisan bunga rami, dan mumi dibalut menggunakan kain linen. Para pendeta Mesir hanya mengenakan pakaian linen karena rami melambangkan kesucian, dan bangsa Phoenicia memperdagangkan linen Mesir ke seluruh kawasan Mediterania sementara bangsa Romawi menggunakannya untuk layar kapal.

Di Roma kuno, kain linen dikaitkan dengan kekayaan dan status sosial, dan popularitasnya melonjak seiring meluasnya Kekaisaran Romawi; mitologi Yunani pun sering menyebut pakaian dari kain halus ini. Setelah sempat menurun bersama runtuhnya Kekaisaran Romawi, budidaya rami dihidupkan kembali oleh Charlemagne pada abad kedelapan, dan Flanders kemudian menjadi pusat utama industri linen Eropa pada Abad Pertengahan. Di Amerika Utara, para kolonis memperkenalkan rami dan tanaman ini berkembang baik, tetapi pada awal abad ke-20 produksi bergeser terpusat ke Rusia bagian utara yang sempat menyumbang 90% produksi dunia, sebelum akhirnya rami kehilangan sebagian besar pentingnya sebagai komoditas komersial karena tersedianya serat sintetis yang lebih murah. Pada tahun 2022, produksi rami mentah dunia mencapai 875.995 ton, dengan Prancis menyumbang 75% dari total tersebut, dan wilayah Normandia menjadi salah satu penghasil terbesar dengan hampir sepertiga produksi dunia.

Fakta Menarik

  1. Dalam agama Hindu, Linum usitatissimum dikenal dengan nama lain Kshom (Atsee), sebuah dravya atau bahan obat.
  2. Ada dua teori mengenai asal-usul Linum usitatissimum: satu berpendapat bahwa rami dikembangkan dari spesies liar seperti L. angustifolium melalui seleksi manusia, sementara teori lain menyatakan asal-usulnya bersifat polifiletik dari berbagai aktivitas terpisah.
  3. Kontribusi rami terhadap budaya manusia dapat ditelusuri hingga lebih dari 8.000 tahun yang lalu.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by zebedeugalinha via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by dorian via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jean-Silouane Rebours via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Irina Mitine via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jared Shorma via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Corey Stafford via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jessica Utrup via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jose Gutierrez Higa via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Alice Shanks via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Barry Stewart via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Lídia Carrera via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Bentuk pertumbuhan

  • Herba

Klasifikasi

Filum
Tracheophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Malpighiales
Famili
Linaceae
Genus
Linum
Spesies
Linum usitatissimum

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits