Gurita biasa memiliki sekitar 500 juta neuron dalam tubuhnya, jumlah yang mendekati kecerdasan seekor anjing dan menjadikannya salah satu invertebrata paling cerdas yang pernah dipelajari.
Octopus vulgaris, atau Gurita biasa, adalah moluska dari kelas Cephalopoda yang berstatus konservasi Risiko Rendah. Spesies ini tersebar luas mulai dari Atlantik timur, Laut Mediterania, Laut Hitam, pesisir selatan Inggris, hingga pesisir selatan Afrika Selatan, serta ditemukan di Azores, Kepulauan Canary, Tanjung Verde, dan Atlantik barat.
Sebagai salah satu spesies gurita yang paling banyak diteliti, hewan ini menawarkan jendela unik untuk memahami kecerdasan di luar dunia vertebrata.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mencolok dari Gurita biasa adalah kemampuannya mengubah warna dan tekstur kulit secara instan untuk berbaur dengan lingkungan sekitarnya, sebuah kemampuan yang jarang ditandingi sefalopoda lain.
Tubuhnya (mantel) dapat tumbuh hingga 25 cm, dengan lengan yang bisa memanjang hingga 1 meter. Beratnya bisa mencapai 9 kg, meski usianya hanya berkisar 1 hingga 2 tahun. Bentuk tubuhnya bulat lunak tanpa cangkang, dengan delapan lengan berotot yang dilengkapi alat pengisap.
Gurita ini menggunakan paruhnya yang keras untuk memecah cangkang mangsa bercangkang, dan memiliki racun untuk melumpuhkan buruannya. Kecerdasannya terlihat dari kemampuannya membedakan kecerahan, ukuran, bentuk, dan orientasi objek, bahkan menavigasi labirin dan membuka tutup toples.
Salah satu perilaku uniknya adalah mengumpulkan "taman", yaitu kumpulan tumbuhan laut, alga, cangkang, dan batu di sekitar sarangnya — perilaku yang konon menginspirasi lagu "Octopus's Garden" oleh The Beatles.
Distribusi dan Habitat
Gurita biasa mendiami perairan tropis, subtropis, dan beriklim sedang di seluruh dunia, namun tidak ditemukan di kawasan kutub atau subkutub. Hewan ini hidup di dasar laut berbatu di perairan pantai yang dangkal, biasanya pada kedalaman antara permukaan hingga 100–150 meter, dan jarang lebih dalam dari 200 meter.
Spesies ini menyukai salinitas sekitar 36 gram per liter dan suhu air antara 15 hingga 16°C. Pada musim yang sangat hangat, gurita akan bergerak lebih dalam untuk menghindari lapisan air yang terlalu panas di permukaan.
Data pengamatan bulanan menunjukkan aktivitas yang meningkat pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juni hingga Agustus, meskipun data semacam ini hanya mencerminkan keberadaan, bukan jumlah populasi sesungguhnya.
Gurita ini menghabiskan sebagian besar waktunya bersembunyi di celah atau lubang, menyisakan hanya sebagian kecil tubuhnya yang terekspos ke air terbuka.

Perilaku dan Gaya Hidup
Gurita biasa bersifat soliter dan teritorial, dengan setiap individu menjaga jarak dari gurita lain berukuran serupa, kecuali saat kawin dan bertelur. Hewan ini bersifat nokturnal, biasanya bersembunyi di dalam sarangnya sepanjang hari dan baru keluar untuk berburu saat senja, kembali menjelang fajar.
Betina memilih lubang, celah, atau tempat terlindung sebagai rumah, sering kali memperkuatnya dengan cangkang, batu, dan benda padat lain yang mereka kumpulkan. Beberapa individu menetap lama di satu sarang, sementara yang lain berpindah lubang beberapa kali dalam beberapa hari.
Di Laut Catalonia, spesies ini menunjukkan migrasi musiman, umumnya bersifat vertikal. Pada awal musim semi, individu besar bergerak ke arah pantai untuk memijah; betina kemudian menghilang sepanjang musim panas karena bertelur, mengerami, dan akhirnya mati. Mulai akhir musim panas, populasi di perairan pantai didominasi jantan dewasa, sementara individu muda memasuki perairan dangkal pada akhir musim semi.
Kemampuannya menyamarkan diri dengan mengubah warna, tekstur kulit, dan postur tubuh pada berbagai jenis substrat menjadikannya sangat sulit dideteksi, bahkan oleh sesama sefalopoda.
Berburu dan Makanan
Gurita biasa adalah predator aktif yang berburu terutama saat senja, mengandalkan penglihatan tajam dan kemampuan menyamar untuk menerkam mangsa yang lengah. Setelah mendekat tanpa terdeteksi, ia dapat melompat menerjang mangsanya secara tiba-tiba.
Mangsa utamanya adalah gastropoda dan bivalvia seperti kerang dan kijing, meski kepiting dan lobster juga menjadi incaran favorit. Pada dasarnya, gurita ini akan memakan hampir semua hewan yang mampu ditangkapnya.
Untuk menembus cangkang keras mangsanya, ia menggunakan paruh tajam sekaligus racun yang melumpuhkan korban sebelum dimakan.
Pada tahap awal kehidupan, anakan gurita yang baru menetas hidup sebagai predator aktif di zona plankton selama beberapa minggu, sebelum menetap di dasar laut ketika beratnya mencapai sekitar 0,2 gram.
Reproduksi dan Siklus Hidup
Perkawinan Gurita biasa bersifat poligiandri, di mana jantan maupun betina kawin dengan beberapa pasangan. Jantan mendekati betina, yang pada awalnya menolak namun akhirnya menerima; ia kemudian memasukkan hectocotylus, salah satu lengan khusus, ke dalam rongga mantel betina untuk menyalurkan paket sperma (spermatofora). Perkawinan dapat berlangsung berjam-jam dan pasangan yang sama sering kawin ulang selama sekitar satu minggu.
Setelah pembuahan terjadi di dalam saluran telur, betina mencari tempat terlindung seperti lubang batu, cangkang kosong, atau bahkan benda buatan manusia seperti kaleng dan ban bekas untuk meletakkan telurnya. Seekor betina dapat menghasilkan antara 100.000 hingga 500.000 butir telur yang direkatkan dalam untaian pada substrat.
Selama masa pengeraman yang dapat berlangsung 4 hingga 5 bulan pada suhu rendah, betina nyaris tidak pernah meninggalkan gerombolan telurnya dan berhenti makan sepenuhnya, sambil membersihkan telur dengan ujung lengannya dan mengalirkan air melalui corongnya. Di beberapa wilayah, pemijahan berlangsung dari Desember hingga September dengan puncak di musim semi.
Setelah telur menetas, betina biasanya mati tak lama kemudian, telah kehilangan sekitar sepertiga berat tubuhnya sebelum bertelur — sebuah siklus hidup semelparous yang khas bagi spesies ini.
Konservasi dan Ancaman
Gurita biasa berstatus Risiko Rendah menurut IUCN, menandakan populasinya saat ini tidak berada dalam ancaman kepunahan yang mendesak.
Meski demikian, potensi penangkapan berlebihan (overfishing) menjadi ancaman yang perlu diwaspadai bagi kelangsungan populasinya, mengingat skala penangkapan komersial yang besar terhadap spesies ini di berbagai belahan dunia.
Signifikansi Budaya
Gurita telah meninggalkan jejak mendalam dalam seni dan mitologi peradaban Minoa/Kreta serta Yunani kuno, menjadi prototipe bagi sosok legendaris seperti Hydra berkepala banyak dan Medusa yang melumpuhkan dengan tatapannya.
Dalam legenda Polinesia, seorang pria bernama Kupe dikisahkan mengejar seekor gurita yang mencuri kail pancingnya selama 35 hari, menempuh jarak ribuan mil hingga menemukan pulau yang kemudian dikenal sebagai Pulau Utara, Selandia Baru — asal-usul bangsa Maori menurut legenda tersebut.
Secara ekonomi, gurita ini juga menjadi komoditas perikanan penting; pada tahun 1975 tercatat sekitar 121.000 ton Octopus vulgaris ditangkap oleh nelayan, meningkat menjadi 137.000 ton pada tahun 1976.
Fakta Menarik
- Dalam berbagai budaya, gurita memiliki makna yang berlawanan: suku asli Amerika di kawasan Pasifik Barat Laut memandangnya sebagai makhluk cerdas dan licik, sementara di Jepang gurita diasosiasikan dengan kekuatan penyembuhan.
- Lebih dari 20.000 ton Gurita biasa ditangkap setiap tahun menggunakan pukat dasar di lepas pantai barat laut Afrika.
- Octopus vulgaris adalah invertebrata pertama yang mendapat perlindungan hukum di bawah Undang-Undang Prosedur Ilmiah terhadap Hewan (Animals Scientific Procedures Act) Inggris tahun 1986.
Foto
Foto dari by Vsevolod Rudyi via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by tunicatedreamz via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Chris Taklis via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jan Ebr & Ivana Ebrová via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Julien Renoult via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Louis Aureglia via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Radu Teodoreanu via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Clément Maouche via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Sarah Faulwetter via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Ben Jobson via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Silvan Alder via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by shahar chaikin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Pierre via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Sylvain Montagner via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Klasifikasi
- Filum
- Mollusca
- Kelas
- Cephalopoda
- Ordo
- Octopoda
- Famili
- Octopodidae
- Genus
- Octopus
- Spesies
- Octopus vulgaris
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract
- Animal Diversity Web Animal habitat, behavior and diet



