Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Helix pomatia

Belum ada nama umum tercatat

Risiko Rendah

Siput darat Helix pomatia adalah moluska gastropoda yang bernapas udara, dikenal juga sebagai siput Romawi atau siput Burgundia. Spesies ini berasal dari Eropa dan termasuk famili Helicidae, dengan ciri khas cangkang bulat berwarna cokelat.

Status konservasinya tercatat Risiko Rendah menurut IUCN. Siput ini layak dipelajari karena peran sejarahnya dalam kuliner Eropa sekaligus perannya dalam ekosistem daratan.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling berguna untuk mengenali Helix pomatia adalah cangkangnya yang bulat dan berwarna krem keputihan hingga cokelat muda. Cangkang sering memiliki pita cokelat yang samar, meski pada sebagian individu pitanya tampak jelas dan mencolok.

Cangkang terdiri dari lima sampai enam putaran spiral. Mulut cangkangnya besar, dan tepinya sedikit melengkung ke luar pada siput dewasa. Pusarnya sempit dan sebagian tertutup oleh tepi kolumela yang melengkung.

Lebar cangkang berkisar 30 sampai 50 milimeter, sedangkan tingginya sekitar 30 sampai 45 milimeter.

Distribusi dan Habitat

Helix pomatia tersebar luas di Eropa. Wilayah asli sebarannya membentang dari Jerman tengah dan Polandia selatan di utara, hingga Bulgaria di selatan dan Prancis timur di barat. Di Italia, sebarannya mencapai wilayah utara hingga Sungai Po dan Pegunungan Apennin Ligurian.

Spesies ini juga hidup di Rusia barat, Skandinavia selatan, Denmark, dan Benelux. Populasi yang diperkenalkan manusia ditemukan di Spanyol utara, Inggris, Amerika Serikat timur, dan Kanada. Di Inggris, siput ini hidup di tanah kapur bagian selatan dan barat.

Siput ini menempati hutan, semak belukar, kebun, kebun anggur, dan taman. Ia menyukai dataran rendah berkapur dan batu gamping, serta dapat hidup hingga ketinggian 1.830 meter. Di Alpen, sebarannya mencapai 2.100 meter, tetapi umumnya tetap di bawah 2.000 meter.

Pengamatan terbanyak tercatat pada bulan Mei dan Juni, sedangkan jumlah pengamatan terendah ada pada musim dingin.

Peta catatan keberadaan Helix pomatia
Lokasi tercatat · GBIF
54.647
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Perilaku dan Gaya Hidup

Helix pomatia lebih aktif di malam hari. Suhu malam yang lebih sejuk membuatnya mencari makan dan bergerak, sedangkan siang hari yang panas dan kering dihindari.

Saat mencari makan, siput meninggalkan jejak lendir. Lendir ini membantu tubuhnya bergerak di permukaan yang kasar maupun licin. Di permukaan kering, siput menggunakan teknik melompat dengan hanya menggerakkan bagian tertentu telapak kakinya untuk mengurangi kehilangan air.

Siput dapat mengikuti jejak lendirnya kembali ke tempat berlindung dan kembali ke sumber makanan yang sama pada hari berikutnya.

Menjelang musim dingin, siput menggali lubang dan meletakkan cangkangnya dengan mulut menghadap ke atas. Ia menarik seluruh tubuh ke dalam cangkang, lalu menutup mulut cangkang dengan lapisan lendir yang mengeras, yang disebut epifragma.

Komunikasi

Tidak ada cara komunikasi khusus yang dapat diuraikan secara rinci pada spesies ini. Interaksi antarindividu paling jelas terlihat saat pendekatan kawin, ketika dua siput saling mengangkat kepala dan meraba satu sama lain dengan tentakel selama beberapa jam.

Makanan dan Nutrisi

Helix pomatia adalah herbivora yang memakan dedaunan, buah, bunga, dan getah tanaman. Ia juga memakan berbagai sayuran dan buah-buahan yang tersedia di sekitarnya.

Makanan biasanya dicari antara matahari terbenam dan tengah malam. Saat makan, siput menggunakan radula untuk mengikis makanan.

Siput membutuhkan makanan kaya kalsium untuk menumbuhkan dan memelihara cangkangnya. Karena itu, asupan kalsium dari tumbuhan dan bahan makanan lain sangat penting bagi kesehatan cangkang.

Reproduksi dan Siklus Hidup

Perkawinan Helix pomatia didahului oleh pendekatan yang bisa berlangsung beberapa jam. Pasangan biasanya dipilih dari individu yang tidak berasal dari lokasi yang berbeda.

Proses kawin berlangsung dalam lima tahap. Dua siput saling mengitari dengan kepala terangkat sambil meraba dengan tentakel. Setelah terangsang, salah satu siput menusukkan "anak panah" kapur ke telapak kaki pasangannya, lalu pasangannya melakukan hal yang sama. Setelah beristirahat, keduanya saling menyesuaikan posisi sehingga lubang kelaminnya bertemu dan menerima spermatofor dalam waktu empat sampai tujuh menit. Pasangan dapat tetap menempel dengan kaki yang saling berdekatan selama beberapa jam setelahnya.

Siput dapat kawin hingga dua kali setahun, biasanya pada akhir musim semi dan awal musim panas, meskipun dapat juga terjadi hingga bulan Oktober. Di daerah padat penduduk, aktivitas kawin berkurang karena lendir yang lebih banyak menekan reproduksi.

Siput mencapai kematangan seksual pada usia dua sampai empat tahun. Setiap kali bertelur, siput menghasilkan 8 sampai 30 butir telur. Telur diletakkan di lubang tanah yang ringan, lembap, dan dalam, dengan waktu sekitar 15 sampai 20 menit per butir. Telur ditutup campuran lendir dan tanah, dan perkembangannya memakan waktu sekitar 3 sampai 4 minggu. Induk tidak memberikan perawatan lanjutan kepada anaknya.

Populasi dan Peran Ekologis

Dampak Helix pomatia terhadap ekosistem terutama terlihat dari aktivitas merumputnya, yang berpotensi besar memengaruhi komunitas tumbuhan di sekitarnya. Dengan memakan dedaunan dan tanaman lain, siput ikut membentuk struktur vegetasi tempat ia hidup.

Konservasi dan Ancaman

Menurut IUCN, Helix pomatia berstatus Risiko Rendah. Di Eropa, spesies ini juga tercatat berstatus Risiko Rendah dalam Daftar Merah Moluska Non-Laut Eropa.

Ancaman utama berasal dari hilangnya habitat dan pengeringan lahan. Pertanian intensif dan perusakan habitat juga mengancam populasinya, terutama di Inggris. Pengumpulan komersial menjadi ancaman yang lebih kecil, tetapi banyak wilayah membatasinya.

Di bawah Direktif Habitat Uni Eropa, spesies ini tercantum pada Lampiran V dan dilindungi di beberapa negara untuk mengatur pemanenan dari populasi alam. Jerman memasukkannya ke dalam daftar satwa yang dilindungi secara khusus. Di Inggris, Undang-Undang Satwa Liar dan Pedesaan 1981 melarang membunuh, melukai, mengumpulkan, atau menjual siput ini. Prancis melarang pengumpulan individu bercangkang di bawah 3 sentimeter dan pada periode 1 April sampai 30 Juni. Denmark melarang pengumpulan komersial.

Risiko Rendah

Signifikansi Budaya

Helix pomatia sudah dimakan oleh bangsa Romawi kuno dan kini dikenal sebagai hidangan khas di masakan Prancis. Di dunia kuliner berbahasa Inggris, siput ini dikenal dengan nama Prancis "escargot" saat digunakan dalam masakan.

Spesies ini dibudidayakan dan dimakan sebagai makanan. Meskipun sangat dihargai, siput ini sulit dibudidayakan dan jarang diternakkan secara komersial.

Fakta Menarik

  1. Cairan usus Helix pomatia mengandung sulfatase dalam jumlah besar, sehingga enzim ini dipakai sebagai bahan pengurai dalam prosedur analisis kimia, misalnya kromatografi.
  2. Lapisan lendir yang sama berfungsi sebagai pelindung di musim dingin sekaligus sebagai bahan penutup telur di dalam tanah.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by E. A. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Emil Jantke via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Vasileia Sef via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Alexandr Stanislavschi via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Mikko Heikkinen via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Petr Harant via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Andrey Polstianoi via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Gabriele Vaudano via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Peter Andersen via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Serhii Zymenko via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Perilaku

  • Nokturnal
  • Hibernasi
  • Krepuskular
  • Arboreal

Diet

  • Herbivora

Klasifikasi

Filum
Mollusca
Kelas
Gastropoda
Ordo
Stylommatophora
Famili
Helicidae
Genus
Helix
Spesies
Helix pomatia

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Animal Diversity Web Animal habitat, behavior and diet