Limax maximus termasuk salah satu siput berlunas terbesar di dunia. Siput darat dari ordo Stylommatophora dan famili Limacidae ini berstatus Berisiko Rendah menurut IUCN.
Spesies ini tersebar luas di berbagai benua, meski asal alaminya diperkirakan berada di Eropa dan negara Mediterania Afrika. Ia kini hidup di kebun, hutan lembap, bahkan di dalam bangunan manusia.
Perilaku malamnya, cara kawin yang tidak biasa pada siput, dan perannya sebagai pemangsa siput lain membuat spesies ini menarik untuk dipelajari.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali adalah warna tubuh abu-abu pucat, cokelat, atau kekuningan-putih dengan garis atau bintik hitam memanjang. Pola bintiknya bervariasi dari satu individu ke individu lain.
Panjang tubuh dewasa berkisar 10–20 cm. Bagian tubuhnya umumnya membulat, tetapi ekornya memiliki lunas pendek yang dihiasi sekitar 48 baris tonjolan memanjang yang terpisah. Perisai di punggung berbentuk lonjong, sekitar sepertiga dari panjang total tubuh, dan selalu berbintik hitam. Telapak kakinya berwarna abu-abu atau abu-abu kekuningan seragam, sedangkan tepi kakinya pucat.
Tentakelnya sangat panjang dan ramping. Lubang reproduksinya terletak di dekat pangkal tentakel kanan atas. Cangkang internalnya berwarna putih, berbentuk lonjong tipis, dan hanya berukuran sekitar 13 mm kali 7 mm. Lendirnya tidak berwarna, berkilau seperti pelangi, dan tidak terlalu lengket.
Distribusi dan Habitat
Asal alami Limax maximus diperkirakan berada di Eropa dan negara Mediterania Afrika, seperti Mesir, Aljazair, dan Maroko. Dari kawasan itu, spesies ini menyebar ke Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, dan Oseania.
Di Inggris, spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Martin Lister pada 1678. Di Amerika Utara, penyebarannya terjadi di luar kawasan asalnya, tercatat di 5 dari 10 provinsi Kanada dan 46 dari 50 negara bagian Amerika Serikat.
Siput ini tidak hidup berkelompok. Ia menyukai kebun, semak dan hutan yang lembap serta teduh, dan bersembunyi pada siang hari di bawah batu, batang pohon tumbang, atau tempat lembap lainnya. Di Eropa, ia sangat menyukai sekitar permukiman dan sering masuk ke ruang bawah tanah atau gudang yang lembap.
Di Irlandia, kebiasaan mendekati permukiman tidak terlihat. Spesies ini hanya ditemukan di hutan dan tempat serupa, bahkan bisa dijumpai di pantai hingga batas air pasang tertinggi. Pengamatan terbanyak terjadi pada Agustus, sedangkan Desember paling sedikit. Pola ini menggambarkan keberadaan yang teramati, bukan jumlah populasi.

Perilaku dan Gaya Hidup
Limax maximus aktif pada malam hari dan mencari makan saat gelap. Ia tidak terlalu aktif dan tidak berkembang biak secara berlebihan.
Saat terusik atau sedang beristirahat, siput ini hanya menarik kepalanya ke dalam perisai tanpa mengerutkan tubuhnya. Ketika merasa terganggu, ia dikatakan memperlebar perisainya.
Siput ini memiliki naluri pulang yang kuat. Setelah berkeliaran atau mencari makan di malam hari, ia biasanya kembali ke celah sempit atau rongga tempat ia menetap.
Spesies ini mampu belajar secara asosiatif, termasuk pengondisian klasik dan belajar menghindar. Ia juga dapat mendeteksi kekurangan dalam makanannya jika asam amino esensial metionin dihilangkan dari makanan.
Berburu dan Makanan
Limax maximus memburu siput lain dan menjadi karnivora. Ia dapat mengejar mangsanya dengan kecepatan maksimum 15 sentimeter per menit.
Selain memburu, siput ini juga omnivora. Sebagai detrivora, ia membersihkan tumbuhan mati dan jamur yang membusuk di lantai hutan atau kebun.
Karena makannya beragam, spesies ini termasuk hama pertanian utama.
Reproduksi dan Siklus Hidup
Limax maximus adalah hermafrodit, sehingga setiap individu memiliki organ kelamin jantan dan betina. Perkawinannya tidak biasa untuk siput. Pasangan saling mengelilingi dan menjilat satu sama lain selama berjam-jam sebagai bentuk perayuan.
Setelah itu, kedua siput memanjat pohon atau tempat tinggi lain. Dengan tubuh saling melilit, mereka menurunkan diri pada seutas tali lendir yang tebal. Lalu, keduanya menjulurkan organ kawin putih transparan dari lubang di sisi kanan kepala, saling melilitkannya, dan bertukar sperma.
Kedua siput yang berpasangan itu kemudian bertelur hingga ratusan butir.
Populasi dan Peran Ekologis
Dalam ekosistemnya, Limax maximus menjadi inang bagi beberapa parasit. Nematoda Agfa flexilis hidup di kelenjar liurnya, Angiostoma limacis hidup di rektumnya, dan Angiostrongylus costaricensis juga ditemukan pada spesies ini.
Seperti beberapa siput lain, spesies ini sering dihinggapi tungau siput putih Riccardoella limacum. Tungau ini menyerang tubuh dan masuk ke rongga pernapasannya.
Nematoda Angiostrongylus cantonensis yang menyebabkan meningitis pada manusia memiliki tahap larva yang hanya bisa hidup pada moluska, termasuk siput. Parasit ini dahulu hanya dikenal di daerah tropis, tetapi kini telah menyebar ke wilayah lain. Siput dapat berperan sebagai vektor penyebarnya.
Fakta Menarik
- Varietas warna Limax maximus sebenarnya tidak memiliki arti taksonomi, meski banyak varietasnya telah dideskripsikan, seperti serpentinus, vulgaris, dan maculatus.
- Plinius Tua sudah mengetahui keberadaan cangkang internal siput ini. Tabib zaman kuno memanfaatkannya karena kandungan kapur karbonatnya.
Foto
Foto dari by olmagon via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by sugarsnapdragon via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Михаил Языков via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by David Stutzman via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Andrew Durso via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Mateusz Bronikowski via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Lawrence Hylton via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Holly Hodges via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Petr Harant via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Christoph Moning via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by plantilo1 via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Klasifikasi
- Filum
- Mollusca
- Kelas
- Gastropoda
- Ordo
- Stylommatophora
- Famili
- Limacidae
- Genus
- Limax
- Spesies
- Limax maximus
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract


