Letharia vulpina, atau lumut serigala, adalah spesies jamur berliken dari famili Parmeliaceae yang tumbuh membentuk semak kecil berwarna kuning-hijau cerah. Ia menempel pada kulit kayu pohon konifer, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, dan dapat dijumpai di kawasan barat serta pedalaman Eropa, juga di Pacific Northwest dan Pegunungan Rocky bagian utara di Amerika Utara.
Selain dikenal sebagai racun tradisional, spesies ini juga telah lama dimanfaatkan berbagai suku asli Amerika Utara sebagai sumber pewarna untuk kain dan cat, menjadikannya salah satu liken dengan sejarah pemanfaatan manusia yang paling menonjol.
Tubuh Buah dan Identifikasi
Ciri paling mudah dikenali dari Letharia vulpina adalah warna tubuhnya: kuning hingga kuning-hijau cerah atau chartreuse, meski warna ini akan memudar pada spesimen yang kering. Bentuk tubuhnya fruktikosa, yaitu menyemak dan bercabang lebat, dengan diameter khas sekitar 2 hingga 7 cm.
Pada permukaan talusnya sering tampak struktur reproduksi vegetatif berupa soredia dan isidia, yang biasanya muncul dalam jumlah banyak.
Distribusi dan Habitat
Letharia vulpina tersebar luas di hutan konifer terbuka pegunungan, tumbuh baik di kulit kayu maupun kayu telanjang, sering di dahan-dahan tinggi yang telah kehilangan kulitnya. Di Pacific Northwest, spesies ini kerap tumbuh sangat lebat pada cabang-cabang yang terbuka, dan di hutan tua yang lembap ia lebih sering ditemukan di area yang lebih kering. Lumut ini memiliki sensitivitas menengah terhadap pencemaran udara.
Di Pegunungan Rocky, jenis-jenis Letharia ditemukan di hutan ponderosa pada batas prairie-hutan di dataran rendah, serta di hutan Douglas fir dan lodgepole pine pada elevasi menengah hingga tinggi.

Kegunaan dan Sejarah Budaya
Warna kuning cerah tubuh buah Letharia vulpina membuatnya populer digunakan dalam rangkaian bunga. Secara tradisional, suku Tlingit menggunakan lumut ini sebagai pewarna kuning pada selimut Chilkat yang mereka tenun; zat pewarnanya juga berfungsi sebagai pestisida alami bagi pakaian wol. Karena wilayah persebaran alami lumut serigala tidak mencapai hutan Tongass, kemungkinan besar lumut ini diperdagangkan antar kelompok masyarakat.
Suku Klamath di California merendam duri landak dalam ekstrak Letharia vulpina berwarna chartreuse untuk mewarnainya kuning, lalu menganyam duri tersebut ke dalam pola keranjang. Berbagai kelompok masyarakat adat juga memanfaatkan lumut ini untuk keperluan pengobatan tradisional, mulai dari gangguan lambung hingga pendarahan dalam.
Fakta Menarik
- Nama genus Letharia baru diberikan pada spesies ini oleh Auguste-Marie Hue pada tahun 1899.
- Konon, bubuk lumut ini pernah dicampur dengan pecahan kaca halus sebelum dimasukkan ke dalam bangkai rusa kutub, dengan gagasan bahwa kaca akan melukai saluran pencernaan hewan pemangsa sehingga racun lebih mudah masuk ke aliran darah.
Foto
Foto dari by Matteo Martini via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Elias via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Daughter Dad via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Therese Phillips via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Syd Cannings via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Gregory Wada via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by StarStats via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Lisa Biasillo via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by carbapple via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Klasifikasi
- Filum
- Ascomycota
- Kelas
- Lecanoromycetes
- Ordo
- Lecanorales
- Famili
- Parmeliaceae
- Genus
- Letharia
- Spesies
- Letharia vulpina
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract
- Encyclopedia of Life Habitat, diet and behavior traits



