Lumbricus terrestris adalah cacing besar berwarna kemerahan yang diduga berasal dari Eropa Barat, namun kini tersebar luas di seluruh dunia. Spesies ini termasuk dalam kelas Clitellata dan famili Lumbricidae, kelompok cacing tanah yang hidup di dalam tanah dan berperan penting dalam proses daur ulang bahan organik.
Meski sering dianggap sekadar cacing biasa, perannya dalam ekosistem tanah membuatnya layak dikenal lebih jauh, terutama karena pengaruhnya terhadap struktur tanah dan komunitas cacing lain di wilayah yang ia huni.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Lumbricus terrestris adalah ukurannya yang besar untuk ukuran cacing tanah, dengan panjang tubuh sekitar 110–200 milimeter dan diameter 7–10 milimeter. Warnanya merah muda hingga cokelat kemerahan, dengan bagian kepala berwarna cokelat tua hingga kemerahan yang pigmennya memudar ke arah belakang tubuh.
Tubuhnya tersusun dari sekitar 120–170 ruas, umumnya 135–150 ruas, dan berbentuk silindris kecuali pada bagian posterior yang melebar dan pipih. Cacing ini bergerak menggunakan kerangka hidrostatik melalui kontraksi otot memanjang dan melingkar, dibantu oleh seta, yaitu proyeksi kecil menyerupai rambut yang memberikan daya cengkeram pada tanah dengan bantuan lendir.
Di permukaan tanah yang lembap dan datar, cacing ini tercatat bergerak dengan kecepatan sekitar 20 meter per jam, dan aktivitas malam hari jauh dari liangnya diperkirakan bisa mencapai jarak 19 meter dalam satu kali penjelajahan. Pergerakan permukaan seperti ini paling sering terlihat saat dan setelah hujan lebat, meski bukan semata-mata upaya menghindari banjir karena cacing ini sebenarnya mampu bertahan hidup di air beroksigen selama berminggu-minggu.
Distribusi dan Habitat
Data pengamatan menunjukkan Lumbricus terrestris tercatat sepanjang tahun, dengan jumlah pengamatan yang meningkat tajam pada bulan Maret hingga Juni dan kembali menurun menjelang akhir tahun. Pola ini kemungkinan mencerminkan musim ketika cacing lebih aktif muncul ke permukaan tanah, bukan gambaran lengkap tentang sebaran atau kepadatan populasinya.
Sebagai spesies yang kini tersebar luas di berbagai belahan dunia, cacing ini menghuni lapisan tanah bagian atas serta cakrawala mineral A, tempat ia membangun liang vertikal yang dalam dan semi permanen.

Makanan dan Nutrisi
Lumbricus terrestris adalah detritivora yang terutama memakan daun-daun mati di permukaan tanah serta bahan pada cakrawala mineral A. Preferensi makanannya berkaitan dengan kandungan kalsium dan kemungkinan nitrogen yang tinggi, sehingga daun basswood, abu, dan aspen menjadi favoritnya, diikuti oleh maple gula dan jenis maple lainnya.
Daun ek kurang disukai karena kandungan kalsiumnya rendah, namun tetap akan dimakan apabila tidak tersedia daun dengan kadar kalsium yang lebih tinggi. Selain bahan tumbuhan, cacing ini juga tercatat memakan serangga mati, mikroorganisme tanah, dan kotoran hewan, menunjukkan pola makan yang cukup fleksibel di luar preferensi utamanya.
Reproduksi dan Siklus Hidup
Lumbricus terrestris adalah hermafrodit simultan yang tetap memerlukan pasangan untuk bereproduksi secara seksual, saling bertukar sperma saat kawin. Perkawinan terjadi di permukaan tanah, tetapi kedua pasangan tetap berpegangan pada liang masing-masing, didahului oleh kunjungan bolak-balik antar tetangga sebelum kawin berlangsung. Frekuensi kawin tergolong tinggi, terjadi sekitar setiap 7 hingga 11 hari sekali.
Ukuran relatif pasangan, jarak antar calon pasangan, risiko tertarik ke permukaan, serta kesuburan yang berkaitan dengan ukuran tubuh semuanya memengaruhi perilaku kawin spesies ini. Sperma dapat disimpan hingga 8 bulan, dan individu yang telah kawin dapat menghasilkan kokon selama 12 bulan setelah perkawinan berlangsung.
Pembuahan terjadi di dalam kokon yang diletakkan pada ruang kecil di tanah dekat liang induknya. Setelah beberapa minggu, cacing muda muncul dan mulai mencari makan di dalam tanah, meski pada tahap awal ini mereka belum membangun liang vertikal seperti cacing dewasa. Kematangan reproduksi dicapai pada tahun kedua kehidupan, sementara umur alami spesies ini belum diketahui pasti, meski beberapa individu tercatat hidup hingga enam tahun dalam penangkaran.
Populasi dan Peran Ekologis
Lumbricus terrestris tergolong cacing anecic yang menggali liang vertikal dalam dan naik ke permukaan untuk mencari makan, berbeda dari cacing endogeic yang menggali sambil mencari makan di dalam tanah. Ia menarik serasah dari permukaan tanah ke lapisan mineral di bawahnya dan mengeluarkan kotoran berupa campuran bahan organik dan mineral di permukaan tanah, sehingga secara aktif mengubah struktur profil tanah, bahkan hingga merusak susunan khas tanah podzol di beberapa wilayah yang diinvasinya.
Aktivitasnya menurun saat suhu udara malam tinggi dan tanah kering, sehingga ia akan mundur ke bagian liang yang lebih dalam terutama pada musim panas, sementara di iklim maritim aktivitasnya dapat berlanjut sepanjang musim dingin. Cacing ini juga memengaruhi jamur tanah dan menciptakan gundukan mikro-habitat yang disebut midden, yang memengaruhi sebaran serasah dan hewan penghuni serasah di permukaan tanah, serta mendorong perkembangan akar tanaman melalui kotorannya.
Di beberapa wilayah pesisir Atlantik Eropa barat laut, populasi spesies ini tercatat menurun secara lokal akibat pemangsaan oleh cacing pipih invasif asal Selandia Baru dan Australia, yang mampu bertahan hidup lama tanpa makanan sehingga tetap bertahan meski populasi mangsanya sudah sangat rendah. Di beberapa area, hilangnya cacing ini akibat predasi tersebut berdampak buruk pada struktur dan kualitas tanah karena fungsi aerasi dan pencampuran bahan organik yang biasa dilakukannya terhenti.
Fakta Menarik
- Lumbricus terrestris pernah menjadi inspirasi karya sastra, termasuk sebuah puisi berjudul "Lumbricus Terrestris" karya Rosemerry Wahtola Trommer.
- Aktivitas menggali dan mencerna bahan organiknya berkontribusi pada aerasi tanah, daur ulang nutrisi, dan pengembalian nitrogen ke dalam tanah.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Maxton Strait via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Nicole Kearney via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Katie Ling via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Zakqary Roy via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Ken Lange via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Полина Полежанкина via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Ciprian Samoilă via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Perilaku
- Nokturnal
- Penggali
Klasifikasi
- Filum
- Annelida
- Kelas
- Clitellata
- Ordo
- Crassiclitellata
- Famili
- Lumbricidae
- Genus
- Lumbricus
- Spesies
- Lumbricus terrestris
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract



