Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Penicillium chrysogenum

Belum ada nama umum tercatat

Penicillium chrysogenum adalah sumber dari beberapa antibiotik golongan β-laktam, yang paling terkenal adalah penisilin. Spesies kapang dari genus Penicillium ini termasuk dalam kelas Eurotiomycetes, famili Aspergillaceae.

Kapang ini umum dijumpai di wilayah beriklim sedang hingga subtropis, dan paling sering ditemukan di lingkungan dalam ruangan, terutama bangunan yang lembap atau rusak akibat air. Ia juga dikenal sebagai kompleks spesies yang mencakup P. notatum, P. meleagrinum, dan P. cyaneofulvum. Selain penisilin, P. chrysogenum menghasilkan berbagai metabolit sekunder lain seperti roquefortine C, meleagrin, chrysogine, dan PR-toksin, menjadikannya organisme yang menarik baik dari sisi medis maupun kimiawi.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri paling mudah dikenali dari Penicillium chrysogenum adalah warna koloninya yang hijau kebiruan hingga hijau keabu-abuan, dengan permukaan bertekstur seperti beludru atau tepung halus akibat produksi spora yang melimpah.

Secara mikroskopis, struktur penghasil spora pada kapang ini berbentuk seperti kuas atau sikat kecil, yang disebut konidiofor. Dari batang konidiofor ini muncul cabang-cabang yang disebut metula, lalu dari metula tumbuh sel-sel penghasil spora berbentuk botol yang disebut fialid. Dari ujung fialid inilah rantai-rantai spora, yang disebut konidia, terbentuk dan tersusun memanjang.

Konidia yang dihasilkan berbentuk bulat hingga agak lonjong dan berwarna hijau kebiruan, memberikan warna khas pada keseluruhan koloni saat diamati dari jauh. Bagian bawah koloni, jika dilihat dari sisi balik media tumbuhnya, sering tampak berwarna kuning hingga krem, kontras dengan warna hijau di permukaan atas.

Seiring bertambahnya usia koloni, permukaan yang semula tampak basah dan lembut dapat berubah menjadi lebih kering dan berdebu akibat semakin banyaknya spora yang terbentuk dan terlepas ke udara.

Distribusi dan Habitat

Penicillium chrysogenum ditemukan di wilayah beriklim sedang dan subtropis, dengan keberadaan yang paling menonjol pada lingkungan dalam ruangan, khususnya bangunan yang lembap atau mengalami kerusakan akibat air. Selain itu, kapang ini juga dapat dijumpai pada produk makanan yang diasinkan.

Data pengamatan bulanan menunjukkan jumlah catatan yang lebih tinggi pada bulan Januari dan Oktober, namun data ini hanya mencerminkan catatan kehadiran, bukan gambaran kelimpahan populasi atau sebaran lengkap spesies ini di alam.

Peta catatan keberadaan Penicillium chrysogenum
Lokasi tercatat · GBIF
431
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Fakta Menarik

  1. Nama Penicillium berasal dari bahasa Latin yang berarti "kuas pelukis", merujuk pada bentuk spora konidia yang tampak seperti rambut halus menyerupai kuas.
  2. Secara industri, kapang ini tidak hanya digunakan untuk memproduksi penisilin, tetapi juga xanthocillin X, serta diterapkan dalam pengolahan limbah pabrik pulp dan produksi enzim seperti polyamine oxidase, phosphogluconate dehydrogenase, dan glucose oxidase.
  3. Meski jarang menyebabkan penyakit pada manusia, terdapat laporan infeksi oportunistik oleh P. chrysogenum pada orang dengan sistem imun yang lemah akibat kondisi medis tertentu.

Foto

Foto dari by Convallaria majalis via Wikimedia Commons, licensed under CC BY-SA 4.0., by Matthias Blume via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Jared Shorma via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Dr Mary Gillham Archive Project via Wikimedia Commons, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Habitat

Klasifikasi

Filum
Ascomycota
Kelas
Eurotiomycetes
Ordo
Eurotiales
Famili
Aspergillaceae
Genus
Penicillium
Spesies
Penicillium chrysogenum

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Wikimedia Commons Photos