Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Vanellus vanellus

Belum ada nama umum tercatat

Hampir Terancam

Burung ini dikenal lewat tarian terbang liarnya yang penuh suara saat musim kawin, sebuah pertunjukan udara yang membuatnya mudah dikenali dari kejauhan. Vanellus vanellus adalah spesies burung dalam subfamili trulek, famili Charadriidae, yang tersebar luas di kawasan Eurosiberia beriklim sedang.

Spesies ini bermigrasi jauh, berkembang biak di lahan pertanian dan lahan basah, lalu menghabiskan musim dingin sejauh Afrika Utara hingga India dan Tiongkok. Statusnya kini Hampir Terancam, mencerminkan penurunan populasi akibat perubahan besar dalam cara manusia mengelola lahan pertanian di seluruh jelajahnya.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mencolok dari burung ini adalah jambul panjang yang melengkung ke atas di kepalanya, berbeda dari trulek lain yang umumnya berkaki lebih pendek. Tubuhnya berukuran 28 hingga 33 cm dengan lebar sayap 67 hingga 87 cm dan bobot sekitar 218 gram, berkisar antara 128 hingga 330 gram.

Sayapnya bulat dan lebar, memberi siluet khas saat terbang. Bulu tubuhnya didominasi warna hitam dan putih, namun punggungnya memiliki kilau kehijauan yang hanya terlihat jelas dalam cahaya tertentu.

Jantan memiliki jambul yang lebih panjang serta mahkota, tenggorokan, dan dada berwarna hitam pekat yang kontras dengan wajah putih bersih. Betina dan burung muda memiliki jambul lebih pendek dan corak kepala yang kurang tegas, meskipun pola bulu tubuh mereka secara umum serupa dengan jantan.

Distribusi dan Habitat

Burung ini terutama menghuni lahan pertanian dan padang rumput, menjadikannya salah satu burung pantai yang paling bergantung pada habitat buatan manusia. Populasi yang berkembang biak menyukai padang rumput basah, meadow, dan rumput pendek, sementara populasi non-berkembang biak memanfaatkan padang gembalaan terbuka, lahan basah beririgasi, tepi sungai, dan tempat bertengger sejenis.

Sarang dibangun di rumput pendek kurang dari 10 cm tanpa banyak rumpun tebal, sehingga penggembalaan sapi justru penting untuk menjaga kualitas habitat agar memungkinkan pembuatan sarang. Tanah lembab dengan biomassa organisme permukaan atau bawah permukaan yang baik juga menjadi syarat penting bagi kehidupannya.

Secara elevasi, spesies ini dapat ditemukan dari 200 hingga 1.000 meter, dengan rata-rata sekitar 400 meter. Pola pengamatan bulanan menunjukkan jumlah yang lebih tinggi pada bulan Maret hingga Mei, yang kemungkinan mencerminkan kehadiran musiman terkait pergerakan migrasi, meskipun data ini hanya mencatat keberadaan, bukan kepadatan populasi sesungguhnya.

Peta catatan keberadaan Vanellus vanellus
Lokasi tercatat · GBIF
667.174
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Perilaku dan Gaya Hidup

Burung ini aktif pada siang hari dan bersifat migratori kuat, terbang dalam kelompok besar terutama pada siang hari di sebagian besar wilayah jelajahnya, meski populasi dataran rendah di bagian paling barat Eropa cenderung menetap. Perjalanan musim dingin dapat membawanya sejauh Afrika Utara, India utara, Nepal, Bhutan, dan sebagian Tiongkok, bahkan sesekali tercatat sebagai pengunjung tak terduga di Amerika Utara setelah badai besar.

Di musim kawin, betina menunjukkan tiga jenis perilaku agresif terhadap betina lain yang mengganggu, mulai dari lari mengancam dengan leher tertarik dan bulu dada mengembang, serangan di tanah berupa mematuk dan menendang, hingga serangan udara dengan menukik langsung ke arah penyusup. Jantan tidak menunjukkan perilaku semacam ini.

Sarang dan anaknya dibela dengan sangat gigih terhadap segala jenis pengganggu, termasuk hewan besar seperti kuda dan sapi. Pada musim dingin, burung ini membentuk kelompok besar di lahan terbuka, terutama lahan pertanian dan dataran lumpur, serta sering berbaur dengan plover emas dan camar berkepala hitam, meski camar tersebut kadang merampas makanan sekaligus memberi perlindungan tambahan dari predator.

Komunikasi

Komunikasi burung ini berlangsung lewat rangkaian terbang bernyanyi yang mengikuti urutan tertentu, memadukan pola terbang dengan pola suara. Panggilan kontak khasnya adalah suara "pee-wit" yang keras dan melengking, yang menjadi asal nama alternatifnya sebagai peewit.

Saat menampilkan tarian udara, jantan mengeluarkan suara mendengung seperti "pee-wit, wit wit, eeze wit", disertai suara mencicit atau mendengung lain. Selain panggilan teritorial, terdapat pula panggilan kontak-alarm saat meninggalkan sarang, panggilan ancaman ketika bahaya terdeteksi di tanah, panggilan aman setelah anak dikumpulkan kembali, panggilan kawin yang sering disertai gerakan lari membungkuk, serta panggilan pengalih perhatian saat bahaya sangat dekat yang disertai gerakan tipuan.

Tarian bernyanyi ini dimulai tepat sebelum matahari terbit dengan durasi singkat dan belum sempurna, lalu berkembang menjadi satu jam penuh sebelum mereda, dan kembali muncul sekitar tengah hari serta menjelang matahari terbenam.

Berburu dan Makanan

Sebagai pemburu invertebrata yang aktif di siang hari, burung ini mencari makan terutama di tunggul bit gula, memanfaatkan cacing tanah, invertebrata lain, ikan kecil, serta biji dan bahan tumbuhan lain. Salah satu teknik berburu khasnya adalah memukul-mukulkan tanah dengan satu kaki untuk memaksa cacing naik ke permukaan, teknik yang dikenal sebagai "pemanggilan cacing".

Cacing tanah dan larva lalat kutu daun menjadi sumber makanan sangat penting bagi anak burung, karena mudah ditemukan dan memenuhi kebutuhan energi mereka. Padang rumput gembalaan menyediakan kepadatan cacing tanah tertinggi, sementara lahan pertanian terbuka justru menawarkan peluang berburu paling sedikit.

Seperti plover emas, burung ini lebih memilih mencari makan pada malam bercahaya bulan, sebuah strategi yang mungkin membantunya menghindari predator sekaligus memanfaatkan aktivitas mangsa nokturnal.

Bersarang dan Berkembang Biak

Musim berkembang biak berlangsung dari April hingga Juli, dengan pasangan yang umumnya bersarang secara sendiri-sendiri dan bersifat monogami, meski pola promiskuitas dan pengasuhan bersama juga tercatat. Betina mencapai kematangan seksual dan mulai berkembang biak pada usia satu tahun, dan pasangan sering terdiri dari individu dengan usia yang sama.

Burung ini kembali ke lokasi berkembang biak sedini bulan Januari, biasanya dalam radius 50 km dari wilayah kelahirannya, meski belum tentu ke lokasi tepat tahun sebelumnya. Biasanya hanya satu kelompok telur berisi empat butir yang diletakkan per musim, dengan satu telur bertelur setiap satu setengah hari dan diinkubasi selama sekitar 25 hari. Karena predator sering merusak telur sebelum kelompok telur lengkap, betina akan melanjutkan bertelur dan mengerami kelompok telur yang tidak lengkap, dan penggantian kelompok telur secara penuh juga cukup umum terjadi.

Segera setelah menetas, induk meninggalkan sarang untuk membesarkan anak di lokasi lain di mana anak yang sudah mampu bergerak sendiri dapat mencari makan sendiri. Betina biasanya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengerami dan merawat anak, sementara jantan lebih sering menjaga sarang dari ancaman, meski peran ini kadang terbalik.

Populasi dan Peran Ekologis

Burung ini berperan sebagai mangsa yang kini berstatus rentan, sekaligus turut memengaruhi populasi invertebrata secara lokal melalui aktivitas berburunya. Peran ekologis lain yang lebih luas belum banyak terdokumentasi.

Konservasi dan Ancaman

Status Hampir Terancam menurut IUCN mencerminkan penurunan populasi yang berlangsung sejak lama, dipicu oleh penggunaan lahan yang berlebihan, pengeringan lahan basah, dan pengumpulan telur di masa lalu. Saat ini, keberhasilan berkembang biak terutama terancam oleh praktik pertanian intensif di padang rumput dan lahan basah, ditambah hilangnya habitat migrasi di pesisir Laut Baltik akibat pencemaran minyak bumi, pertumbuhan semak berlebih karena perubahan pengelolaan lahan, dan penelantaran lahan.

Pengolahan tanah pada musim semi dapat menghancurkan kelompok telur di lahan pertanian, dan pemangsaan sarang menjadi masalah ketika mamalia baru diperkenalkan ke suatu wilayah. Di Inggris dan Wales, survei nasional menunjukkan penurunan populasi antara tahun 1987 dan 1998, sehingga sejak 2009 spesies ini masuk dalam daftar merah konservasi di Inggris Raya. Di Armenia dan Timur Tengah, perburuan berlebihan selama migrasi musim dingin turut menjadi ancaman serius.

Upaya mitigasi meliputi restorasi lahan basah dengan mengembalikan air ke lahan kering, serta program seperti "Fallow plots for ground-nesting birds" di Inggris yang menyediakan petak lahan kosong seluas minimal 2 hektare sebagai lokasi sarang tanpa pupuk maupun pestisida.

Hampir Terancam

Signifikansi Budaya

"Telur plover" pernah menjadi hidangan mewah di kalangan bangsawan Eropa era Victoria, bahkan disebut dalam novel Brideshead Revisited karya Evelyn Waugh yang berlatar masyarakat aristokrat Inggris tahun 1920-an hingga 1940-an. Di Belanda, terutama di provinsi Friesland, terdapat kompetisi budaya-historis untuk mencari telur peewit pertama setiap tahun, meski pengumpulan telurnya kini dilarang oleh Uni Eropa dan hanya diperbolehkan untuk dicari, bukan diambil, antara 1 Maret hingga 9 April.

Di Republik Irlandia, burung ini dinyatakan sebagai burung nasional oleh Irish Wildlife Conservancy pada tahun 1990, dan dalam bahasa Irlandia disebut pilibín, yang berarti "Philip kecil", diduga merujuk pada Philip II dari Spanyol yang kerap mengenakan bulu di topinya.

Spesies ini juga diburu secara komersial maupun untuk rekreasi sebagai sumber pangan di negara-negara seperti Iran, Prancis, Italia, Yunani, dan Spanyol.

Fakta Menarik

  1. Waktu ditemukannya telur peewit pertama di Belanda kian bergeser lebih awal setiap tahun selama seabad terakhir, sebuah perubahan yang dikaitkan dengan penggunaan pupuk dan perubahan iklim.
  2. Tokoh Tereus dalam Metamorphoses karya Ovid diterjemahkan sebagai "lapwing" dalam sejumlah edisi berbahasa Inggris, meski sosok aslinya kemungkinan merujuk pada burung hoopoe yang berjambul dan berparuh tajam sebagai simbol status dan sifat kekerasannya.

Foto

Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Clare Edwards via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Albert Rainbow via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by jhatfield via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by andygpos via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by S. Menéndez via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Дмитрий Кошелев via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Mourad Harzallah via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Rich Agar via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Jess Hughes via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Perilaku

  • Predator
  • Teritorial
  • Diurnal
  • Migrasi

Diet

  • Omnivora

Klasifikasi

Filum
Chordata
Kelas
Aves
Ordo
Charadriiformes
Famili
Charadriidae
Genus
Vanellus
Spesies
Vanellus vanellus

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract
  5. Animal Diversity Web Animal habitat, behavior and diet
  6. AnAge Longevity