Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Cypripedium calceolus

Cypripedium calceolus

Belum ada nama umum tercatat

LCRisiko Rendah
Bunga anggrek Cypripedium calceolus dengan labelum kuning berbentuk sepatu dikelilingi kelopak coklat kemerahan yang panjang dan terpilin, tumbuh di antara daun hijau lebar berbentuk oval di lantai hutan terbuka.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

Sekilas

Dikenal karena
Herba
Klasifikasi
Filum
Tracheophyta
Kelas
Liliopsida
Ordo
Asparagales
Famili
Orchidaceae
Genus
Cypripedium
Spesies
Cypripedium calceolus

Cypripedium calceolus adalah anggota anggrek berbunga terbesar di Eropa, dengan bunga yang bisa melebar hingga 9 cm. Spesies ini merupakan jenis tipe (type species) dari genus Cypripedium, kelompok anggrek yang dikenal sebagai anggrek sepatu karena bentuk labelumnya yang menggembung seperti sepatu atau sandal.

Spesies ini tersebar luas di Eropa dan Asia, tumbuh di hutan terbuka beriklim sedang. Meski status konservasinya secara global tergolong Risiko Rendah (Least Concern) menurut IUCN, populasinya telah menyusut drastis di banyak negara sehingga kini dilindungi secara hukum di berbagai wilayah.

Keunikan bentuk bunganya yang menyerupai sepatu, hubungan eratnya dengan jamur mikoriza tertentu, serta sejarah panjangnya sebagai objek perburuan kolektor tanaman menjadikan spesies ini salah satu anggrek paling dikenal dan paling diperjuangkan kelestariannya di dunia.

Identifikasi dan Penampilan

Ciri paling mudah dikenali dari Cypripedium calceolus adalah labelumnya yang berwarna kuning cerah, berbentuk seperti sepatu atau sandal kecil dengan bintik-bintik merah di bagian dalamnya, dikelilingi oleh kelopak dan sepal berwarna coklat kemerahan hingga hitam (jarang hijau) yang panjang dan sering terpilin.

Tumbuhan ini bisa mencapai tinggi 60 cm, dengan bunga selebar hingga 9 cm, satu-dua kuntum per tunas. Setiap tunas memiliki hingga empat daun berbentuk oval (lonjong telur), yang bisa mencapai panjang 18 cm dan lebar 9 cm, dengan urat daun sejajar seperti umumnya anggrek. Sebagai tumbuhan tahunan (perenial) yang berumur panjang, spesies ini menyebar secara vegetatif melalui rimpang (rhizoma) horizontal.

Sebelum berbunga, tumbuhan ini bisa dikenali dari ukuran daunnya yang besar dan lebar, membedakannya dari anggrek lain. Namun dalam fase vegetatif, spesies ini sering keliru dikenali sebagai Allium ursinum, Convallaria majalis, atau beberapa jenis anggrek Epipactis. Kekeliruan paling umum di lapangan adalah dengan Veratrum album, yang tumbuh berdampingan; keduanya bisa dibedakan karena C. calceolus memiliki filotaksis distik (dua baris daun berselang-seling) dengan pangkal daun beralur yang membungkus batang, sedangkan V. album memiliki filotaksis spiral dengan tiga baris daun dan batang yang tampak jelas di antara daun-daunnya.

Jumlah kromosomnya dilaporkan bervariasi, yaitu 2n=20 pada sebagian populasi dan 2n=22 pada populasi lain.

Distribusi dan Habitat

Cypripedium calceolus memiliki wilayah persebaran yang sangat luas, membentang dari Spanyol di Eropa Barat hingga Samudra Pasifik di Asia Timur. Spesies ini ditemukan di hampir seluruh negara Eropa, wilayah Rusia (Rusia Eropa, Siberia, dan Timur Jauh Rusia), Tiongkok timur laut (Heilongjiang, Jilin, Liaoning, Nei Mongol), Mongolia, Korea, hingga Pulau Rebun di Jepang.

Habitat utamanya adalah hutan terbuka dengan tanah kalkareus (kaya kapur) yang lembap. Di Eropa daratan, spesies ini juga tumbuh pada humus yang telah terdekomposisi di hutan berbatu kapur yang agak ternaungi. Di Inggris, habitatnya berupa padang rumput berbatu kapur serta semak dan hutan terbuka dengan tingkat penggembalaan sedang. Batas ketinggian tertinggi tempat tumbuhnya tercatat mencapai 2.100 meter di atas permukaan laut.

Data pengamatan bulanan menunjukkan lonjakan tajam pengamatan pada bulan Mei dan Juni, kemungkinan besar bertepatan dengan musim berbunga ketika tumbuhan ini paling mudah dikenali di lapangan. Namun data ini hanya mencatat kehadiran pengamatan, bukan kelimpahan populasi atau gambaran lengkap wilayah persebaran alaminya.

Secara keseluruhan, populasi spesies ini telah menyusut signifikan di banyak bagian Eropa, sehingga kini dilindungi secara hukum di sejumlah negara.

Peta catatan keberadaan Cypripedium calceolus
Lokasi tercatat · GBIF
33.908
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Ekologi dan Hubungan

Cypripedium calceolus bergantung pada hubungan mikoriza yang erat dengan jamur tanah, terutama dari famili Tulasnellaceae, yang memungkinkannya menyerap nutrisi dari tanah. Beberapa genus jamur lain yang diduga juga bermitra dengan spesies ini antara lain Alternaria, Ceratorhiza, Chaetomium, Cylindrocarpon, Epicoccum purpureum, Epulorhiza, Moniliopsis, Mycelium radicis atrovirens, Phoma, dan Rhizoctonia subtilis.

Penyerbukan bunganya dilakukan oleh berbagai serangga, termasuk setidaknya tujuh spesies lebah penambang dari genus Andrena dan Colletes, serta minimal dua spesies lebah alur (Lasioglossum). Spesies ini juga sering ditemukan tumbuh berasosiasi dengan tegakan pohon hazel.

Meski memiliki hubungan ekologis yang khas, tumbuhan ini sangat rentan terhadap serangan siput dan bekicot yang memakan bagian-bagiannya, menjadikan herbivori sebagai salah satu tekanan alami yang dihadapinya.

Kegunaan dan Hubungan dengan Manusia

Sejak abad ke-18, Cypripedium calceolus telah dikagumi manusia karena bentuk bunganya yang tidak biasa dan eksotis, menjadikannya tanaman yang diminati untuk taman hutan (woodland garden) dan lanskap alami, terutama karena kemampuannya tumbuh baik pada tanah kalkareus yang bertiriskan air di area ternaungi.

Spesies ini memiliki makna budaya yang kaya dalam pengobatan tradisional dan cerita rakyat. Dalam karya sastra Rusia karya Pavel Ivanovich Melnikov, In the Forests, seorang znakharka (perempuan bijak dalam tradisi Rusia) menyebut tumbuhan ini sebagai

Konservasi dan Ancaman

Secara global, Cypripedium calceolus berstatus Risiko Rendah (Least Concern) menurut IUCN Red List, tetapi status ini menyembunyikan kondisi yang jauh lebih genting di banyak wilayah. Di Polandia dan Austria spesies ini masih tergolong umum, sementara di Yunani anggrek ini telah punah sepenuhnya, dan di negara-negara seperti Inggris serta Denmark populasinya menyusut drastis sehingga mendapat perlindungan hukum khusus.

Ancaman utama terhadap spesies ini berlapis. Yang paling sering disalahkan adalah pencabutan tanaman oleh kolektor dan ahli botani yang tergiur bentuk bunganya yang unik, namun kerusakan habitat akibat penebangan hutan di lanskap berkapur juga berperan besar dalam mempersempit ruang hidupnya. Di Inggris, penggembalaan domba diyakini menjadi pukulan terakhir yang menghabisi sebagian besar populasi liar di kawasan Yorkshire Dales, hingga pada akhir abad ke-20 hanya tersisa satu tanaman di satu lokasi.

Meski begitu, tren populasi di beberapa negara kini membaik berkat intervensi manusia. Sejak dilindungi secara hukum di Inggris pada tahun 1975 melalui Conservation of Wild Creatures and Wild Plants Act, program reintroduksi berhasil membangun populasi hingga ratusan tanaman pada tahun 2003, dan pada Juni 2024 ditemukan satu tanaman yang berkecambah secara alami untuk pertama kalinya sejak tahun 1930. Di Swiss, Swiss Orchid Foundation bekerja sama dengan pembudidaya asal Belanda, Anthura, menggunakan benih dari populasi Swiss untuk menghasilkan sekitar tiga ribu tanaman layak tanam yang kemudian dikembalikan ke beberapa lokasi rahasia yang dipantau secara rutin.

Status konservasi

  1. LC
  2. NT
  3. VU
  4. EN
  5. CR

Risiko Rendah

Fakta Menarik

  1. Nama genus Cypripedium merujuk pada bentuk bibir bunga yang menggembung menyerupai sepatu, sehingga seluruh kelompok yang berisi sekitar 50 spesies ini dikenal sebagai anggrek sepatu wanita (lady's slipper orchid).
  2. Cypripedium calceolus adalah spesies tipe yang menjadi acuan penamaan bagi seluruh genus Cypripedium.
  3. Spesies ini tersebar alami di Eropa dan Asia, tetapi di Inggris hanya bertahan di satu lokasi rahasia di Yorkshire.
  4. Di alam liar, tanaman ini tumbuh di humus yang terurai di hutan berkapur yang teduh sebagian, dengan batas ketinggian hingga 2.100 meter di atas permukaan laut.
  5. Sejak abad ke-18, bunga ini dikagumi karena bentuk morfologinya yang tidak biasa dan memiliki makna budaya dalam pengobatan herbal tradisional serta cerita rakyat Eropa.

Ekologi

Bentuk pertumbuhan

  • Herba

Foto

17 foto
1 / 17
Bunga anggrek Cypripedium calceolus dengan labelum kuning berbentuk sepatu dikelilingi kelopak coklat kemerahan yang panjang dan terpilin, tumbuh di antara daun hijau lebar berbentuk oval di lantai hutan terbuka.Foto: via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., CC0

SumberGBIFiNaturalistWikidataWikipediaEncyclopedia of Life