Lewati ke konten
Lewati ke artikel

Jamur tiram

Pleurotus ostreatus

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur yang bisa dimakan dan tumbuh di hutan beriklim sedang maupun subtropis di seluruh dunia. Jamur ini termasuk kelompok Basidiomycota dan berada dalam famili Pleurotaceae.

Nama lainnya antara lain jamur tiram abu-abu, hiratake, dan jamur tiram mutiara. Nama-nama itu mengacu pada bentuk tudungnya yang menyerupai tiram serta warnanya yang lembut.

Jamur ini menarik dibaca karena perannya ganda: ia dibudidayakan secara komersial sebagai bahan pangan sekaligus berperan penting dalam penguraian kayu di alam.

Tubuh Buah dan Identifikasi

Ciri paling mudah dikenali adalah tudungnya yang lebar, berbentuk kipas atau tiram, dengan lebar sekitar 2–30 sentimeter. Warnanya putih hingga abu-abu atau cokelat di alam. Tepi tudung melengkung ke dalam saat muda, lalu menjadi halus dan sering agak berlekuk atau bergelombang.

Daging tudungnya berwarna putih, kokoh, dan ketebalannya bervariasi tergantung susunan tangkainya. Tangkai, jika ada, panjangnya hingga sekitar 4 sentimeter, letaknya tidak di tengah, dan melekat ke samping pada kayu.

Insangnya berwarna putih dan kadang menguning, serta menurun di sepanjang tangkai bila tangkai ada. Sporanya membentuk endapan putih hingga abu-abu kelilacan, yang paling jelas terlihat pada latar gelap. Jamur ini beraroma manis pahit seperti benzaldehida atau almond pahit.

Distribusi dan Habitat

Jamur tiram tersebar luas di banyak hutan beriklim sedang dan subtropis di seluruh dunia. Di Amerika Utara bagian barat laut Pasifik ia tidak ditemukan, dan posisinya digantikan oleh P. pulmonarius dan P. populinus.

Jamur ini hidup sebagai saprotrof dan menjadi pengurai utama kayu, terutama pohon berdaun gugur, dengan pohon beech sebagai inangnya yang paling sering. Ia termasuk jamur pelapuk putih yang merombak kayu hingga tampak pucat dan lunak.

Di Inggris, jamur ini dapat ditemukan sepanjang tahun di berbagai habitat. Beberapa kerabatnya, seperti jamur tiram bercabang, hanya tumbuh di batang pohon.

Jamur ini paling sering terlihat pada musim gugur dan awal musim dingin, dengan puncak pada Desember.

Peta catatan keberadaan Pleurotus ostreatus
Lokasi tercatat · GBIF
8.353
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Jumlah kejadian bulanan · GBIF

Ekologi dan Hubungan

Jamur tiram sering tampak tumbuh di pohon berkayu keras yang sedang mati. Meski begitu, ia lebih tepat disebut saprotrof daripada parasit. Ketika pohon mati karena sebab lain, jamur ini tumbuh pada massa kayu mati yang terus bertambah.

Dengan menguraikan kayu mati, jamur ini mengembalikan unsur dan mineral penting ke ekosistem dalam bentuk yang dapat dimanfaatkan tumbuhan dan organisme lain. Jamur tiram juga mengakumulasi litium di dalam tubuhnya.

Semua garis keturunan utama jamur tiram bersifat karnivora. Miselium jamur ini dapat membunuh dan mencerna nematoda, dan cara ini diduga menjadi sumber nitrogen baginya. P. ostreatus termasuk salah satu dari setidaknya 700 jamur pemakan nematoda yang dikenal.

Jamur ini menjadi makanan favorit atau bahkan satu-satunya makanan bagi banyak kumbang jamur dari famili Erotylidae. Di antaranya Dacne californica, D. quadrimaculata, dan terutama Triplax thoracica beserta kelompok spesies samarnya. Sebagian besar anggota kelompok itu tampaknya memerlukan Pleurotus sebagai makanan larva, dan dalam beberapa kasus khusus P. ostreatus.

Kegunaan dan Sejarah Budaya

Budidaya komersial jamur tiram pertama kali dimulai di Jerman sebagai upaya bertahan hidup pada masa Perang Dunia I. Kini jamur ini dibudidayakan secara komersial di seluruh dunia sebagai bahan pangan.

Jamur tiram dianggap sebagai jamur pilihan dan hidangan istimewa dalam masakan Jepang, Korea, dan Tiongkok. Jamur ini juga digunakan dalam saus, misalnya saus tiram vegetarian. Rasanya digambarkan lembut dengan aroma sedikit mirip adas manis, dan kualitasnya paling baik ketika jamur masih muda, karena daging yang menua menjadi alot dan rasanya menjadi tajam.

Selain untuk pangan, jamur tiram dimanfaatkan untuk membuat bata miselium, perabot miselium, dan produk menyerupai kulit. Dalam bidang industri, jamur ini digunakan untuk mikoremediasi. Tanah yang tercemar minyak diesel pernah diolah dengannya, dan jamur itu mengubah 95 persen minyak menjadi senyawa yang tidak beracun. Jamur ini juga mampu tumbuh di dan menguraikan kantong plastik oxo-biodegradable.

Fakta Menarik

  1. Nama ilmiah Pleurotus ostreatus berasal dari bahasa Yunani yang berarti "telinga samping", sedangkan nama "jamur tiram" mengacu pada bentuk dan warnanya.
  2. Jamur ini memiliki sejumlah nama rakyat dari berbagai daerah, termasuk hiratake dan jamur tiram mutiara.

Foto

Foto dari by Vincent B. via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., by Ben Thomas via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Елена А. Кизилова via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Line Juul Nielsen via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Johan Adler via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Михаил Языков via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Andrejus Gaidamavičius via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Vasily Moryashkin via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Rocío Esmeralda Pose via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., by Maria Aghazarian via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dan by Garry Lydon via iNaturalist, licensed under CC BY 4.0., dengan kredit pada setiap foto.

Ekologi dan klasifikasi

Diet

  • Karnivora

Perilaku

  • Predator

Klasifikasi

Filum
Basidiomycota
Kelas
Agaricomycetes
Ordo
Agaricales
Famili
Pleurotaceae
Genus
Pleurotus
Spesies
Pleurotus ostreatus

Sumber

  1. GBIF Species names and classification
  2. iNaturalist Photos
  3. Wikidata Common names and conservation status
  4. Wikipedia Summary extract