Vespa velutina adalah tawon predator asal Asia Tenggara yang kini menjadi spesies invasif di sejumlah negara, terutama di sebagian besar Eropa.
Spesies ini termasuk famili Vespidae dalam ordo Hymenoptera. Wilayah sebarannya di Asia mencakup tropis India utara, Pakistan, Bhutan, Tiongkok, Taiwan, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, dan Malaysia.
Di Uni Eropa, spesies ini masuk daftar spesies asing invasif yang menjadi perhatian sejak 2016. Aturan itu melarang spesies ini diimpor, dipelihara, diperdagangkan, atau dilepas ke alam.
Identifikasi dan Penampilan
Ciri paling mudah dikenali dari Vespa velutina adalah kakinya yang berwarna kuning.
Tawon ini jauh lebih kecil dari tawon Eropa. Ratunya sekitar 30 mm, jantan sekitar 24 mm, dan pekerja sekitar 20 mm.
Toraksnya berwarna beludru cokelat atau hitam dengan abdomen cokelat. Setiap segmen abdomen memiliki tepi belakang kuning yang sempit, kecuali segmen keempat yang berwarna oranye. Kepalanya hitam dengan wajah kuning.
Warna tubuh berbeda-beda di tiap wilayah sehingga pengelompokan subspesiesnya sulit. Nama V. v. nigrithorax, yang sering dipakai untuk bentuk warna yang mengkhawatirkan di Eropa, kini tidak lagi berstatus takson.
Distribusi dan Habitat
Vespa velutina berasal dari wilayah tropis Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di wilayah asalnya, spesies ini hidup di kawasan hutan tropis dan di sekitar permukiman manusia.
Di Eropa, sebaran spesies ini meluas dengan cepat sejak awal abad ke-21. Di Prancis, jumlah sarangnya mencapai ribuan pada 2009 di sekitar Bordeaux dan telah menyebar hampir ke seluruh Prancis pada akhir 2015. Spanyol utara mengonfirmasi keberadaannya pada 2010, Portugal pada 2011, dan Belgia bagian selatan pada tahun yang sama.
Di Italia, spesies ini tercatat mapan di wilayah barat laut dan terus meluas. Di Jerman, populasinya meningkat tiga kali lipat antara 2021 dan 2022 setelah musim panas yang hangat dan kering. Di Inggris, sarang pertama ditemukan dan dimusnahkan di dekat Tetbury, Gloucestershire, pada 2016. Pada 2023, sebanyak 72 sarang ditemukan di negara itu.
Di Swiss, jumlah sarang di kawasan Jenewa melampaui 3.000 pada 2025. Pengamatan terbanyak terkumpul antara Agustus dan Oktober.

Berburu dan Makanan
Vespa velutina memangsa serangga. Mangsa utamanya berasal dari ordo lalat (Diptera), termasuk lalat botol dari genus Calliphora dan lalat Chrysomya albiceps. Ordo Hymenoptera juga termasuk mangsa utama, serta sejumlah lalat bunga dari famili Syrphidae.
Mangsa yang lebih jarang dari ordo Lepidoptera, Coleoptera, Blattodea, Hemiptera, serta laba-laba dari ordo Araneae juga tercatat dimangsa, meski porsinya lebih kecil.
Konservasi dan Ancaman
Vespa velutina merupakan spesies invasif di berbagai negara, dan penyebarannya di Eropa masih berlangsung. Di Jepang, spesies ini sudah mapan di alam di Pulau Tsushima sejak sekitar 2010.
Ancaman terbesar bagi lebah madu dan penyerbuk lain di wilayah baru. Tawon ini juga membahayakan manusia. Spesies ini tidak agresif, tetapi menyerang secara berkelompok ketika sarangnya terganggu. Ukurannya yang lebih besar membuat sengatannya lebih berbahaya daripada sengatan lebah madu, dan di Galicia, Spanyol, seorang pria meninggal pada 2017 setelah disengat lebih dari 20 kali saat memangkas pohon apel.
Pengendalian difokuskan pada pencarian dan pemusnahan sarang, terutama di wilayah yang baru mulai terjadi penyebaran. Petugas menggunakan perangkap umpan untuk menentukan arah terbang tawon, pelacak GPS kecil pada serangga, dan kamera berbasis AI untuk mempersempit lokasi sarang.
Foto
Foto dari via iNaturalist, licensed under CC0 1.0., dengan kredit pada setiap foto.
Ekologi dan klasifikasi
Perilaku
- Predator
Diet
- Insektivora
Klasifikasi
- Filum
- Arthropoda
- Kelas
- Insecta
- Ordo
- Hymenoptera
- Famili
- Vespidae
- Genus
- Vespa
- Spesies
- Vespa velutina
Sumber
- GBIF Species names and classification
- iNaturalist Photos
- Wikidata Common names and conservation status
- Wikipedia Summary extract
- GloBI What it eats, what eats it, parasites and pollinators
- trophiCH
- DoPI
- EuPPollNet



